DISCLAIMER

This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).

Senin, 02 Juli 2012

BUMI akan cairkan US$ 231 juta dari Recapital


JAKARTA. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) akan mencairkan jutaan dollar dana investasi yang dikelola PT Recapital Asset Management. Nick von Schirnding, Kepala Hubungan Investor Bumi Plc, induk usaha BUMI, menuturkan, total dana di Recapital yang akan dicairkan BUMI senilai US$ 231 juta (sekitar Rp 2,1 triliun).
Sedianya, pencairan dana ini akan berlangsung di paruh pertama tahun ini. Namun, niat BUMI itu tertunda.
Schirnding tidak menjelaskan alasan penundaan pencairan tersebut. BUMI hanya berharap pencairan investasi ini bakal diterima BUMI pada 27 Agustus 2012. "Manajemen Bumi Resources sedang terlibat dialog dengan Recapital mengenai waktu pelaksanaan pembayaran," kata Schirnding dalam keterangan kepada Bursa London, Senin (2/7).
Abu Hurairah, Direktur Utama Recapital Asset Management, tidak bersedia memberikan keterangan terkait tertundanya pencarian investasi BUMI. "Maaf saya masih cuti di Taiwan sampai Rabu," kata dia dalam pesan singkat kepada KONTAN, kemarin.
Sedianya, BUMI akan memakai dana di Recapital itu untuk mempercepat pembayaran utangnya kepada China Investment Corp (CIC) senilai US$ 600 juta pada Oktober 2012. Ini merupakan bagian dari total utang BUMI di CIC senilai US$ 1,9 miliar.
Selain menarik dananya di Recapital, BUMI akan menarik piutangnya di PT Bukit Mutiara senilai US$ 260 juta. Direktur BUMI, Dileep Srivastava, beberapa waktu yang lalu menyatakan, BUMI menargetkan bisa menarik piutang US$ 130 juta dari Bukit Mutiara pada Maret 2012. Sisanya akan ditarik di semester I-2013. Tapi rencana penarikan piutang tersebut tak terealisasi, bahkan hingga kini.
Sebagai catatan, tahun lalu, BUMI telah membayar sebagian utangnya kepada CIC senilai US$ 600 juta. Dengan demikian utangnya diharapkan tersisa US$ 700 juta. Jika percepatan pembayaran utang terwujud, BUMI bisa menekan beban bunga dan keuangan. Asal tahu saja, tingkat pengembalian atau internal rate return (IRR) secara keseluruhan dari pinjaman tersebut sebesar 19% per tahun.
Pengamat pasar modal, Kiswoyo Adi Joe, menilai tertundanya pencairan investasi BUMI di Recapital bukan masalah besar. Toh, jatuh tempo utang BUMI ke CIC sejatinya masih lama.
Tapi Kiswoyo tak merekomendasikan saham BUMI untuk investasi jangka panjang. BUMI hanya cocok untuk trading dengan target Rp 1.500 per saham. Harga BUMI kemarin menguat 4,5% menjadi Rp 1.160 per saham.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar