Bursa saham regional kembali melanjutkan kenaikannya pada sesi perdagangan hari Selasa dengan JCI menguat hingga 1.46%, indeks LQ-45 naik 1.84% dan IDX 30 mencatat kenaikan sebesar 1.86%. Di tingkat regional, indeks Nikkei, Hang Seng dan KOSPI semuanya membukukan kenaikan masing-masing 0.7%, 1.51%, dan 0.87%.
Semua sektor berhasil menguat dengan sektor pertanian menjadi sektor dengan kenaikan terbesar yaitu 2.5% disusul oleh sektor barang konsumsi (+2.18%) dan sektor infrastruktur (+2.08%). Sektor dengan kenaikan terkecil adalah sektor pertambangan yang naik tipis 0.41%. Sementara itu sektor perdagangan dan sektor properti masing-masing mencetak kenaikan 0.77% dan 0.88%.
Sebanyak 192 saham berhasil berakhir di zona hijau, sedangkan 66 saham melemah sementara 92 lainnya stagnan di harga penutupan hari Senin.
Kenaikan indeks kali ini juga didukung oleh aksi beli asing yang mencapai nilai Rp.683.89 miliar, cukup tinggi dibandingkan nilai net beli asing pada sesi-sesi sebelumnya.
Dari sembilan saham yang tersisa di daftar rekomendasi, kenaikan terbesar dibukukan oleh BMTR yang melesat hingga mencapai 1600. LSIP juga naik cukup signifikan hingga ditutup di 2750 setelah sempat mencapai level tertinggi intraday di 2775. Sementara itu, JSMR juga berhasil mencapai level 5600 walaupun pada akhirnya ditutup di 5550. Hanya CLPI yang gagal mencatatkan kenaikan pada hari Selasa ini walaupun sempat mencapai level tertinggi di 1870 sebelum akhirnya ditutup di 1800. TRIM dan BBKP kembali stagnan hingga akhir sesi perdagangan hari Selasa.
Sayangnya, AKRA yang direkomendasikan pada hari ini gagal mencapai buying area-nya. AKRA sendiri melesat hingga mencapai level tertinggi di 3775 meskipun pada akhir sesi ditutup di 3750 sehingga mencatat kenaikan sebesar 4.17%.
Ekspektasi bahwa Eropa dan China akan melonggarkan kebijakan moneternya untuk memacu pertumbuhan ekonomi menjadi katalis positif yang memicu kenaikan pada hari Selasa ini. ECB (European Central Bank) diprediksi akan memangkas suku bunganya untuk membantu penanggulangan krisis fiskal Eropa sementara media di China yang dimiliki oleh pemerintah menulis bahwa saatnya sudah tepat untuk menurunkan rasio kecukupan cadangan perbankan China. Ironisnya, untuk perekonomian Amerika, semakin buruknya data ekonomi yang akan dirilis, semakin positifnya potensi pasar untuk merasa optimis karena buruknya data ekonomi akan memberikan alasan bagi Federal Reserve untuk memberikan stimulus ekonomi baru.
Dua data ekonomi yang akan dirilis pada sesi perdagangan New York pada hari ini adalah ISM untuk area New York dan data factory orders untuk bulan Mei. Pasar memprediksi factory orders meningkat 0.1% di bulan Mei lalu setelah sebelumnya mengalami penurunan sebesar 0.6%.
Sisi teknikal dari JCI sendiri cukup positif terutama setelah indeks melesat dengan mudah melewati level 4000 pada hari ini. Seperti disebutkan pada Morning Brief tadi pagi, berhasilnya indeks melewati zona resistance di 3990-4012 akan membuka peluang untuk penguatan selanjutnya hingga pertengahan 4000. Tercapainya target ini mengalihkan perhatian ke target berikutnya di area 4100 sementara area 3990-4012 yang sebelumnya merupakan zona resistance akan menjadi zona support bagi indeks.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar