DISCLAIMER

This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).

Kamis, 12 Juli 2012

Market Wrap - 12/07/2012

Market Review


JCI berakhir melemah 35.01 poin atau 0.87% pada sesi perdagangan Kamis setelah sentimen global kembali memburuk. Indeks LQ-45 dan IDX30 juga tergelincir masing-masing 1.19% dan 1.16%. Di bursa regional, indeks Nikkei, Hang Seng dan KOSPI semuanya melemah cukup tajam yaitu masing-masing 1.48%, 2.03% dan 2.24%.

Memasuki sesi perdagangan Eropa, dua indeks utama Eropa yaitu FTSE 100 dan DAX masih bergerak di zona merah dengan masing-masing penurunan sebesar 0.7% dan 0.8%. Sementara itu, kontrak berjangka indeks utama Amerika (S&P 500, NASDAQ, dan DJIA) melemah antara 0.3% hingga 0.4%, mengindikasikan bahwa sesi perdagangan di New York nanti cenderung menunjuk pada berlanjutnya penurunan hari sebelumnya.

Beberapa event yang signifikan sepanjang hari Kamis ini adalah memburuknya kondisi pasar tenaga kerja di Australia, dipangkasnya suku bunga di Korea Selatan serta hasil pertemuan Bank of Japan yang dinilai tidak menghasilkan keputusan yang signifikan. Bahkan, di Brazil suku bunga dipangkas hingga 50 basis poin sehingga memicu kekhawatiran bahwa resiko perlambatan ekonomi global meningkat, tidak hanya sebatas di Eropa dan Amerika serta China, namun juga di ekonomi emerging markets seperti Brazil.

Di bursa domestik, BJTM mengawali kiprahnya di BEI dengan mencatatkan kenaikan tipis sebesar 2.33% setelah sempat menguat hingga Rp.480. Kenaikan ini tidak mampu bertahan hingga penutupan karena pada akhirnya BJTM ditutup di 440 pada akhir sesi.

Di antara sepuluh saham terekomendasi, empat saham berakhir menguat dengan dipimpin oleh MNCN (+4.06%) sementara dua saham berakhir stagnan (BMRI dan CLPI). Empat saham lainnya berakhir melemah dengan kinerja terburuk datang dari LSIP yang terkoreksi 1.71% setelah sehari sebelumnya menanjak cukup signifikan.

Sebanyak 199 saham melemah sedangkan 73 saham menguat dan 76 lainnya stagnan. Sektor infrastruktur merupakan satu-satunya sektor yang berakhir positif sedangkan Sembilan sektor lainnya melemah dengan dipimpin oleh sektor pertambangan (-2.2%).

Terpuruknya JCI melewati level supportnya di 3976/3977 dan mengalami rebound di area 3966/3970 menunjuk pada masih rentannya sentimen pasar saat ini terhadap berita-berita negatif global. Hari Jumat indeks perlu mempertahankan area support di 3966/3970 kembali karena jika support tersebut gagal bertahan indeks akan terpuruk lebih dalam hingga 3932/3937. Pergerakan di bursa Amerika mala mini akan menjadi indikator pergerakan JCI pada hari Jumat. Malam ini data yang akan dirilis di sesi perdagangan New York antara lain data jobless claims untuk periode pekan lalu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar