Testimoni pimpinan Federal Reserve Ben Bernanke di hadapan Kongres Amerika menjadi pemicu kenaikan indeks Dow Jones pada hari Selasa.
Sebelumnya, indeks sempat melemah seiring dengan menguatnya dollar menjelang testimoni tersebut, namun keadaan berbalik setelah pada sesi tanya jawab Bernanke mengindikasikan bahwa dia merisaukan pemulihan ekonomi yang saat ini berlangsung dan berpendapat bahwa inflasi bukanlah halangan bagi Fed untuk mengeluarkan tambahan stimulus untuk memacu kembali pertumbuhan ekonomi, terutama apabila kondisi di bursa tenaga kerja Amerika tak kunjung membaik.
Pidato Bernanke tersebut memberikan harapan baru bagi pasar bahwa QE3 akan segera diumumkan oleh Federal Reserve. Data ekonomi akhir-akhir ini memang mengecewakan, terutama laporan penjualan ritel bulan Juni lalu dan juga data nonfarm payrolls yang dirilis awal bulan ini. Data inflasi yang juga dirilis hari Selasa juga menunjukkan bahwa inflasi masih terkendali dan justru cukup rendah.
Saat ini, menurut Bernanke, Federal Reserve tengah mempelajari alternatif-alternatif bentuk QE yang ada. Diantaranya adalah pembelian aset-aset, penurunan suku bunga yang dibayarkan oleh Fed pada perbankan atas cadangan yang disimpan oleh Fed dan juga mengenai pengubahan pengkomunikasian ekspektasi suku bunga bagi pasar.
Positifnya respon pasar Amerika terhadap Bernanke ini diperkirakan akan menjadi basis kenaikan bursa regional pada Rabu ini.
Jakarta Composite Index (JCI) diprediksi akan kembali melanjutkan kenaikannya menuju resistance berikutnya di 4093.26. Jika indeks sukses menembus resistance ini maka potensi kenaikan selanjutnya adalah ke level resistance berikutnya di 4234.73.
Sebaliknya, di sisi support JCI diperkirakan akan ditopang oleh level 4040-4050.
Sebagai catatan, JSMR telah berhasil mencapai targetnya di 5750 sehingga rekomendasi ini berakhir dengan gains 43.6%. Menggantikan posisi JSMR (dan ASRI), kali ini giliran DILD masuk untuk sektor properti yang akhir-akhir ini membaik.
Click here to download the full update (PDF)
Sebelumnya, indeks sempat melemah seiring dengan menguatnya dollar menjelang testimoni tersebut, namun keadaan berbalik setelah pada sesi tanya jawab Bernanke mengindikasikan bahwa dia merisaukan pemulihan ekonomi yang saat ini berlangsung dan berpendapat bahwa inflasi bukanlah halangan bagi Fed untuk mengeluarkan tambahan stimulus untuk memacu kembali pertumbuhan ekonomi, terutama apabila kondisi di bursa tenaga kerja Amerika tak kunjung membaik.
Pidato Bernanke tersebut memberikan harapan baru bagi pasar bahwa QE3 akan segera diumumkan oleh Federal Reserve. Data ekonomi akhir-akhir ini memang mengecewakan, terutama laporan penjualan ritel bulan Juni lalu dan juga data nonfarm payrolls yang dirilis awal bulan ini. Data inflasi yang juga dirilis hari Selasa juga menunjukkan bahwa inflasi masih terkendali dan justru cukup rendah.
Saat ini, menurut Bernanke, Federal Reserve tengah mempelajari alternatif-alternatif bentuk QE yang ada. Diantaranya adalah pembelian aset-aset, penurunan suku bunga yang dibayarkan oleh Fed pada perbankan atas cadangan yang disimpan oleh Fed dan juga mengenai pengubahan pengkomunikasian ekspektasi suku bunga bagi pasar.
Positifnya respon pasar Amerika terhadap Bernanke ini diperkirakan akan menjadi basis kenaikan bursa regional pada Rabu ini.
Jakarta Composite Index (JCI) diprediksi akan kembali melanjutkan kenaikannya menuju resistance berikutnya di 4093.26. Jika indeks sukses menembus resistance ini maka potensi kenaikan selanjutnya adalah ke level resistance berikutnya di 4234.73.
Sebaliknya, di sisi support JCI diperkirakan akan ditopang oleh level 4040-4050.
Sebagai catatan, JSMR telah berhasil mencapai targetnya di 5750 sehingga rekomendasi ini berakhir dengan gains 43.6%. Menggantikan posisi JSMR (dan ASRI), kali ini giliran DILD masuk untuk sektor properti yang akhir-akhir ini membaik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar