DISCLAIMER

This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).

Selasa, 17 Juli 2012

BTPN mendatangkan likuiditas dari obligasi Rp 1 T


JAKARTA. PT Bank Tabungan Pensiun Nasional Tbk (BTPN) akan kembali menerbitkan obligasi dengan nominal Rp 1 triliun. Surat utang tersebut sudah masuk dalam rencana Penerbitan Obligasi Berkelanjutan (POB) yang dikeluarkan 2011 lalu.

"Tahun lalu, kami sudah mengantongi persetujuan dari Bapepam-LK untuk POB senilai Rp 2,5 triliun," kata Direktur Keuangan BTPN Arief Harris, Selasa (17/7). Dalam tahap pertama, Bank berkode saham BTPN itu sudah menerbitkan obligasi sebesar Rp 500 miliar.

Dana obligasi saat ini menjadi jawaban bagi perusahaan sebagai solusi pendanaan jangka panjang di luar dana pihak ketiga (DPK) yang sifatnya lebih pendek.

"Tiap tahun kami berencana menerbitkan obligasi. Untuk tahun ini sedang kami proses, dan sedang dalam proses book building," tambah Arief. Dalam hajatan tersebut, yang bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi (underwriter) adalah PT Danareksa Sekuritas, PT Indo Premier Securities, PT Standard Chartered Securities Indonesia dan PT NISP Sekuritas.
Sama seperti penerbitan obligasi sebelumnya, surat utang tahun ini memiliki tenor tiga sampai lima tahun. Alasan pemilihan tenor ini karena durasi kredit yang diberikan bank juga bersifat lebih panjang ketimbang jangka waktu simpanan nasabah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar