DISCLAIMER

This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).

Kamis, 19 Juli 2012

Penjualan lesu, inilah siasat Astra Agro


JAKARTA. PT Astra Agro Lestari Tbk optimistis bisa melanjutkan pertumbuhan penjualan di paruh kedua nanti. Soalnya, harga jual rata-rata CPO di pasar dunia kembali menguat di awal semester II ini. "Harga sudah membaik di awal semester II ini, memang belum sampai Rp 8.000 per kg, masih Rp 7.900an per kg," ujar Tofan Mahdi, Kepala Hubungan Masyarakat Astra Agro, Rabu (18/7).

Kondisi tersebut didorong oleh ekspansi yang dilakukan Astra Agro. Tahun ini, Astra Agro memang menganggarkan belanja modal sebesar Rp 1,7 triliun yang akan digunakan untuk tiga kebutuhan. Pertama, Astra Agro berniat melakukan penanaman di tiga lahan baru yang berada di Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat dan Sulawesi Selatan.

Kedua, Astra Agro berencana melakukan replanting tanaman sawit seluas 3.000 hektare (ha). Tanaman tersebut sudah melampaui umur produktif sehingga harus diganti dengan tanaman baru. Replanting tersebut bakal menyedot dana sekitar Rp 20 juta-Rp 25 juta per ha untuk jangka waktu 3 tahun.

Astra Agro juga akan menggunakan belanja modal untuk pembangunan dua pabrik kelapa sawit. Pabrik tersebut rencananya akan dibangun di wilayah Sulawesi dan Kalimantan. Astra Agro merencanakan dua pabrik tersebut bisa masing-masing bisa mengolah 45 ton Tanda Buah Segar (TBS) per jam. Investasi pembangunan pabrik ditaksir sekitar Rp 100 miliar-Rp 150 per pabrik.

Pertumbuhan penjualan PT Astra Agro Lestari Tbk tidak terlalu signifikan. Di semester I-2012, emiten perkebunan Grup Astra ini meraih penjualan senilai Rp 5,61 triliun dari empat produk. Jumlah tersebut hanya naik 6,65% dari semester I-2011 yang senilai Rp 5,26 triliun.

Minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) menjadi andalan utama dengan kontribusi Rp 5,08 triliun, tumbuh 11,91% dari semester I-2011 yang senilai Rp 4,54 triliun. Astra Agro memang berhasil menjual CPO sebanyak 644.439 ton dibandingkan semester I-2011 yang 566.774 ton.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar