DISCLAIMER

This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).
Tampilkan postingan dengan label AISA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AISA. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Oktober 2012

Morning Brief - 8 Oktober 2012

Market Preview


Data nonfarm payrolls yang dirilis pada Jumat malam kemarin menunjukkan bahwa 114 ribu lapangan kerja baru telah ditambahkan pada perekonomian Amerika selama bulan September lalu. Selain itu, angka payroll untuk bulan Agustus direvisi naik menjadi 142 ribu. Data tingkat pengangguran diluar dugaan turun tajam dari 8.1% menjadi 7.8%, berlawanan dengan perkiraan para analis yang memprediksi tingkat pengangguran naik menjadi 8.2%. Angka pengangguran ini merupakan yang terendah sejak Januari 2009.

Sejauh ini, sepanjang 2012 rata-rata angka payrolls berada di angka 146 ribu, turun dibandingkan 153 ribu per bulan yang tercatat pada tahun 2011.

Penurunan tajam pada tingkat pengangguran ini dipicu oleh karena dua pertiga dari penambahan jumlah orang yang mendapatkan pekerjaan ini bekerja paruh waktu sehingga data ini tidak mampu menjadi katalis positif yang kuat bagi kenaikan indeks saham di Amerika dan Eropa.

Indeks Dow Jones ditutup naik 0.26%, namun sebaliknya indeks NASDAQ dan S&P justru ditutup melemah 0.42% dan 0.03%. Di Eropa, indeks DAX dan FTSE ditutup masing-masing dengan kenaikan 1.27% dan 0.74%.

Diperkirakan bahwa dampak dari data nonfarm payrolls ini tidak akan positif secara signifikan pada bursa Asia pekan mendatang, namun dengan posisi Jakarta Composite Index yang masing cenderung mencetak rekor baru, sentimen untuk awal pekan mendatang setidaknya diprediksi masih akan cenderung positif.

Dengan menyisakan enam rekomendasi saham, daftar rekomendasi kembali ditambahkan dengan enam rekomendasi baru dimana empat dari enam rekomendasi tersebut akan masuk menggantikan empat rekomendasi yang telah tereliminasi dari daftar pekan lalu.

Empat rekomendasi yang berakhir pekan lalu adalah KLBF (+25.64%), MNCN (+35.1%), SMCB (+23.3%) dan DART (-10.61%), sedangkan enam saham yang ditambahkan dalam daftar rekomendasi adalah ADHI, AISA, CLPI, CTRS, ISAT dan PTPP.


Click here to download the full update (PDF)

Selasa, 12 Juni 2012

Raih Laba Rp126,9 M, AISA Bagi Dividen hingga 15%


INILAH.COM, Jakarta - PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) akan membagikan dividen 2011 sebesar 15% dari laba bersih 2011 atau setara Rp19 miliar unutk 2,92 miliar saham.

Pembagian tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk, Selasa (12/6/2012). Pembayaran dividen 2011 kemungkinan dibagikan pada kuartal ketiga 2012.

"Kami akan membagikan dividen Rp6,5 per saham. Dividen 2011 tersebut sebesar 15% dari laba bersih 2011 kepada 2,92 miliar saham," ujar Sekretaris Perusahaan PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk Yulianni Liyuwardi,saat paparan publik perseroan di Hotel JW Marriot, Selasa (12/6/2012).

Perseroan mencatatkan penjualan sebesar Rp1,75 triliun pada 2011 dari tahun 2010 senilai Rp705, 22 miliar. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp126,90 miliar pada 2011 dari tahun 2010 senilai Rp75,35 miliar.

Dalam RUPST AISA juga mengangkat komisaris dan direksi baru. Anton Apriantono yang juga dikenal sebagai mantan Menteri Pertanian diangkat sebagai Komisaris Utama, lalu posisi Komisaris lain dijabat oleh Hongkie Wijaya dan Hengky Koestanto, dan posisi Komisaris Independen dijabat oleh Bondan Winarno. [hid]

http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1871122/raih-laba-rp1269-m-aisa-bagi-dividen-hingga-15

Harga Gas Naik, AISA Belum Revisi Target


INILAH.COM, Jakarta - Meski ada kenaikan harga gas, PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) belum merevisi target penjualan dan laba bersih masing-masing sebesar Rp3 triliun dan Rp200 miliar pada 2012.

"Target penjualan tidak akan direvisi dan masih tetap sebesar Rp3 triliun dan laba bersih senilai Rp200 miliar pada 2012. Kenaikan harga gas sudah diperhitungkan, meski itu juga akan menggerus margin kami," ujar Direktur Utama PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk, Joko Mogoginta, saat paparan publik perseroan, Selasa (12/6/2012).

Lebih lanjut ia mengatakan, penjualan peseroan bidang makanan senilai Rp3 triliun pada 2012 tersebut didorong dari peningkatan produksi dan penambahan produk baru pada 2012. Penjualan senilai Rp3 triliun akan dikontribusikan dari food manufaktur senilai Rp1,5 triliun, divisi beras senilai Rp1,4 triliun, dan sisa palm oil. Perseroan akan menanam lahan sekitar 8.000 hektar pada 2012.

Direktur Pemasaran PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk, Jo Tjong Seng menuturkan, pihakknya akan memperbaiki pemasaran dengan avaibility konsumen dengan produk disesuaikan dengan segmentasi konsumen. Selain itu, perseroan juga akan memberikan brand choice dan meningkatkan brand campaign.

"Brand campaign tersebut dilakukan untuk membangun kompetensi. Salah satu gencar yang sedang dilakukan brand campaign Taro," kata Jo. [hid]

http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1871155/harga-gas-naik-aisa-belum-revisi-target

Selasa, 22 Mei 2012

Tiga Pilar akan Bangun 2 Pabrik Pengolahan Beras


INILAH.COM, Jakarta - PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) akan membangun 2 pabrik pengolahan beras di satu lokasi sama di Jawa Tengah.

Perseroan melalui TPS Rice berharap dapat menguasai market share sebanyak 5% dari total konsumsi beras nasional. TPS Rice akan memiliki 18 pabrik yang tersebar di sentra-sentra penghasil padi.

Saat ini TPS Rice sudah memiliki 2 pabrik yaitu PT Jatisari Srirejeki (Cikampek) dan PT Indo Beras Unggul (Cikarang) yang memiliki kapasitas 240 ribu ton per tahun. Demikian mengutip siaran resmi perseroan, tentang penandatanganan kontrak penambahan mesin pengolahan beras dan silo dengan Jiangsu Muyang, The GSI Group LLC (USA) dan Satake Corporation di Jakarta, Selasa (22/5/2012).

"Pada tahun ini TPS Rice akan menyelesaikan pembangunan tahap 1 sebanyak 60 unit silo dengan kapasitas sebesar 120 ribu ton dengan lokasi 48 unit silo di Jawa Tengah dan 12 unit di Cikampek," tutur Sekretaris Perusahaan PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk, Yulianni Liyuwardi.

Dengan menandatangani kontrak tersebut akan menambah kapasitas mesin terpasang TPS Rice menjadi 480 ribu ton per tahun. Selain itu, perseroan menandatangani kontrak pengadaan silo antara TPS Rice dan Jiangsu Muyang Group Co sebanyak 108 unit silo dengan kapasitas 216 ribu ton. [hid]

Lewat Bumi Investindo, Bunge Pinang Saham AISA


INILAH.COM, Jakarta - PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) menyatakan, Bunge Agribusiness telah secara resmi memiliki saham perseroan melalui anak usahanya PT Bumi Raya Investindo sebesar 35%.

"Bunge sudah efektif memiliki saham sebesar 35% di PT Bumi Raya Investindo sejak Januari 2012," ujar Sekretaris Perusahaan PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk, Yulianni Liyuwardi, Selasa (22/5/2012).

Lebih lanjut ia mengatakan, saat ini pihaknya memang fokus mengembangkan usaha perkebunan. Pihaknya akan menanam kelapa sawit baru seluas 10 ribu hektar lahan pada 2012. Penanaman kelapa sawit baru akan dilakukan di Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Sumatra Selatan.

Selain itu, saat ini perseroan baru memiliki satu unit pabrik kelapa sawit yang terletak di Kalimantan Selatan. Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi sebesar 45 ton minyak sawit mentah. Yulianni menuturkan, Bunge akan menyetorkan dana sebesar US$43 juta untuk pengembangan usaha perkebunan kelapa sawit. "Bunge memberikan dana sebesar US$43 juta untuk perkebunan," kata Yulianni.

Selain itu, perseroan juga fokus untuk penambahan kapasitas pengolahan beras. Perseroan berencana membangun 18 pabrik pengolahan beras sehingga market share perseroan mencapai 5% dalam waktu lima tahun mendatang. Kapasitas masing-masing pabrik sebesar 120 ribu ton. Saat ini perseroan telah memiliki dua pabrik pengolahan beras di Jawa Barat.

Perseroan berencana membangun dua pabrik pengolahan beras di Jawa Tengah pada 2012. Nilai pembangunan satu pabrik pengolahan beras termasuk silo mencapai US$11 juta. Untuk total pembangunan silo mencapai 120 silo.

Yulianni mengatakan, pabrik pengolahan beras di Jawa Tengah tersebut diharapkan dapat beroperasi pada kuartal kedua tahun 2013. Pembangunan pabrik pengolahan beras diperkirakan memakan waktu selama 9 bulan. 

"Bila empat pabrik tersebut sudah berhasil maka kami akan lihat lagi untuk pembangunan pabrik pengolahan beras selanjutnya. Kami akan membangun pabrik pengolahan beras yang dekat kantong beras nasional," jelas Yulianni.

Dana pembangunan pabrik pengolahan beras di Jawa Tengah berasal dari penawaran umum terbatas yang dilakukan perseroan pada 2011 lalu. Dana hasil penawaran umum terbatas mencapai sekitar Rp700 miliar. Adapun dana hasil penawaran umum terbatas sekitar 60% untuk pengembangan food manufacturing dan 40% untuk membayar utang perseroan kepada pihak ketiga. [hid]


Minggu, 20 Mei 2012

Laba Bersih Tiga Pilar Food Capai Rp53,9 Miliar


INILAH.COM, Jakarta - Laba bersih PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) naik menjadi Rp53,9 miliar per 31 Maret 2012 dari Rp25,07 miliar pada periode yang sama 2011.

Kenaikan laba 52% lebih tersebut, didukung penjualan selama tiga bulan pertama tahun ini mencapai Rp577,2 miliar. Angka tersebut juga mengalami kenaikan 58,08% dari periode yang sama 2011 sebesar Rp365,2 miliar. Demikian mengutip keterangan resmi yang diterbitkan BEI, Satbu (19/5/2012).

Namun dengan beban penjualan mencapai Rp454,1 miliar maka laba kotor menjadi Rp123,1 miliar. Pada periode yang sama 2011, laba kotor perseroan mencapai Rp85,1 miliar.

Posisi laba sebelum pajak penghasilan sebesar Rp67,4 miliar dari Rp33,9 miliar. Untuk pajak penghasilan periode tersebut sebesar Rp13,4 miliar sehingga laba bersih mencapai Rp53,9 miliar.

Pada periode tersebut, produsen Ayam Kremez ini, jumlah asetnya cenderung turun tipis menjadi Rp1,52 triliun dari Rp3,59 triliun per 31 Desember 2011.