DISCLAIMER

This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).
Tampilkan postingan dengan label ISAT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ISAT. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Oktober 2012

Morning Brief - 8 Oktober 2012

Market Preview


Data nonfarm payrolls yang dirilis pada Jumat malam kemarin menunjukkan bahwa 114 ribu lapangan kerja baru telah ditambahkan pada perekonomian Amerika selama bulan September lalu. Selain itu, angka payroll untuk bulan Agustus direvisi naik menjadi 142 ribu. Data tingkat pengangguran diluar dugaan turun tajam dari 8.1% menjadi 7.8%, berlawanan dengan perkiraan para analis yang memprediksi tingkat pengangguran naik menjadi 8.2%. Angka pengangguran ini merupakan yang terendah sejak Januari 2009.

Sejauh ini, sepanjang 2012 rata-rata angka payrolls berada di angka 146 ribu, turun dibandingkan 153 ribu per bulan yang tercatat pada tahun 2011.

Penurunan tajam pada tingkat pengangguran ini dipicu oleh karena dua pertiga dari penambahan jumlah orang yang mendapatkan pekerjaan ini bekerja paruh waktu sehingga data ini tidak mampu menjadi katalis positif yang kuat bagi kenaikan indeks saham di Amerika dan Eropa.

Indeks Dow Jones ditutup naik 0.26%, namun sebaliknya indeks NASDAQ dan S&P justru ditutup melemah 0.42% dan 0.03%. Di Eropa, indeks DAX dan FTSE ditutup masing-masing dengan kenaikan 1.27% dan 0.74%.

Diperkirakan bahwa dampak dari data nonfarm payrolls ini tidak akan positif secara signifikan pada bursa Asia pekan mendatang, namun dengan posisi Jakarta Composite Index yang masing cenderung mencetak rekor baru, sentimen untuk awal pekan mendatang setidaknya diprediksi masih akan cenderung positif.

Dengan menyisakan enam rekomendasi saham, daftar rekomendasi kembali ditambahkan dengan enam rekomendasi baru dimana empat dari enam rekomendasi tersebut akan masuk menggantikan empat rekomendasi yang telah tereliminasi dari daftar pekan lalu.

Empat rekomendasi yang berakhir pekan lalu adalah KLBF (+25.64%), MNCN (+35.1%), SMCB (+23.3%) dan DART (-10.61%), sedangkan enam saham yang ditambahkan dalam daftar rekomendasi adalah ADHI, AISA, CLPI, CTRS, ISAT dan PTPP.


Click here to download the full update (PDF)

Selasa, 31 Juli 2012

H1, ISAT Bukukan Kerugian Rp86,74 M


INILAH.COM, Jakarta -PT Indosat Tbk (ISAT) membukukan kerugian sebesar Rp86,74 miliar hingga semester pertama 2012 dari untung Rp759,18 miliar pada periode yang sama 2011.

Pendapatan perseroan naik tipis 3,3% menjadi Rp10,37 triliun hingga semester pertama 2012 Yoy dari Rp10,04 triliun. Pendapatan tersebut terbesar masih dikontribusikan terbesar dari selular sebesar Rp8,52 triliun. Sementara Multimedia, Komunikasi Data, dan internet menyumbangkan kontribusi Rp1,37 triliun.

Sedangkan kontribusi telekomunikasi adalah Rp479,28 miliar.Angka ini turun dari semester pertama 2011 yang mencapai Rp621,44 miliar. Demikian seperti dikutip dari keterangan yang diterbitkan, Selasa (31/7/2012).

Beban usaha ISAT naik menjadi Rp8,92 triliun hingga semester pertama 2012 dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp8,62 triliun. Laba usaha naik menjadi Rp1,44 triliun yoy dari Rp1,41 triliun.

Adapun kewajiban perseroan naik menjadi Rp35,94 triliun pada 30 Juni 2012 dari posisi 31 Desember 2011 sebesar Rp34,16 triliun. Ekuitas perseroan menjadi Rp18,45 triliun pada 30 Juni 2012 dari akhir 2011 sebesar Rp18,99 triliun. Kas dan setara kas perseroan naik menjadi Rp4,87 triliun dari posisi 31 Desember 2011 sebesar Rp2,22 triliun.

Pada perdagangan saham Selasa (31/7/2012) pukul 10.00 WIB, saham ISAT naik tipis 0,51% ke level Rp4.975 per saham. [ast]

http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1888867/h1-isat-bukukan-kerugian-rp8674-m

Kembangkan Jaringan, Indosat Serap Dana Rp3,17 T


INILAH.COM, Jakarta - PT Indosat Tbk (ISAT) telah merealiasikan belanja modal sebesar Rp3,17 triliun hingga semester pertama 2012 dari rencana anggaran belanja modal sekitar Rp6 triliun pada 2012.

Direktur Utama PT Indosat Tbk, Harry Sasongko menuturkan, belanja modal yang telah direalisasikan mencapai Rp3,1 triliun hingga semester pertama 2012. Belanja modal tersebut sebagian besar digunakan untuk seluler dan regular work.

Belanja modal tersebut naik 24,1% dari Rp2,55 triliun pada semester pertama 2011 menjadi Rp3,17 triliun pada semester pertama 2012. "Kami mengoptimalkan belanja modal untuk pengembangan jaringan bersama," ujar Harry, di gedung Indosat, Selasa (31/7/2012).

Selain itu, perseroan telah menambah 1.551 2G BTSs dan 1.080 3G BTSs pada semester pertama 2012. Total BTS perseroan mencapai 21.039 terdiri dari 16.898 BTS 2G dan 4.141 BTS 3G. Hingga kini perseroan memiliki basis pelanggan mencapai 50,9 juta pelanggan atau naik 7,65 pada semester pertama 2012.

Sekedar informasi, PT Indosat Tbk (ISAT) membukukan kerugian sebesar Rp86,74 miliar hingga semester pertama 2012 dari semester pertama 2011 sebesar Rp759,18 miliar.

Pendapatan perseroan naik tipis 3,3% menjadi Rp10,37 triliun hingga semester pertama 2012 dari semester pertama 2011 sebesar Rp10,04 triliun. "Penurunan laba bersih tersebut karena melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Posisi Rupiah sekitar Rp9.068 pada Desember 2011, dan posisi Rupiah mencapai Rp9.400 pada Juni 2012," kata Harry. [hid]

http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1889072/kembangkan-jaringan-indosat-serap-dana-rp317-t

Indosat akan Lunasi Utang Rp2,9 Triliun


INILAH.COM, Jakarta - PT Indosat Tbk (ISAT) akan melunasi utang sekitar Rp2,9 triliun pada semester kedua 2012.

"Kami akan membayar utang sekitar Rp2,9 triliun pada semester kedua 2012 sehingga rasio utang akan sama. Total utang sekitar Rp26 triliun, dan utang dalam dolar Amerika Serikat sekitar 45% dari Rupiah. Kami akan melunasi utang Rp2,9 triliun terdiri dari utang Rupiah sekitar Rp2,2 triliun dan dolar Amerika Serikat sekitar US$70 juta," ujar Direktur Utama PT Indosat Tbk, Harry Sasongko, Selasa (31/7/2012).

Adapun utang jatuh tempo tersebut terdiri dari pinjaman perbankan yaitu BCA dan Mandiri masing-masing sebesar Rp1 triliun. Selain itu, obligasi yang dibayarkan lebih awal sekitar Rp200 miliar dan sisanya utang dalam denominasi dolar Amerika Serikat sekitar US$70,59 juta.Perseroan memiliki utang jatuh tempo sebesar Rp3,53 triliun pada 2012 dan US$312,7 juta.

Untuk penjualan Starone, Harry mengaku pihaknya masih melakukan pengkajian untuk melepas Starone. "Tidak mudah untuk menjual atau menggabungkan Starone. Hal itu mengingat ada frekuensi yang terpaut dengan bisnis itu," kata Harry. [hid]

http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1889088/indosat-akan-lunasi-utang-rp29-triliun

Penyelesaian Penjualan ISAT Rampung Awal Agustus


INILAH.COM, Jakarta - Manajemen PT Indosat Tbk (ISAT) mengaku penyelesaian penjualan menara Indosat ke PT Tower Bersama Infrastructure Tbk akan selesai pada awal Agustus 2012.

"Proses penjualan tower sudah melalui tahap akhir. Penyelesaian penjualan dalam waktu dekat ini," ujar Direktur Utama PT Indosat Tbk Harry Sasongko, Selasa (31/7/2012).

Lebih lanjut Harry menuturkan, dengan penyelesaian penjualan menara Indosat tersebut, pihaknya akan menggunakan dana penjualan menara Indosat untuk membayar utang dolar Amerika Serikat. Penjualan menara Indosat diperkirakan selesai pada awal Agustus 2012.

PT Indosat Tbk (ISAT) telah menandatangani perjanjian dengan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) dan anak perusahaan PT Solusi Menara Indonesia untuk penjualan dan penyewaan kembali 2.500 menara.

Perkiraan nilai total sebesar US$519 juta yang dibagi atas pembayaran dimuka sebesar USD406 juta dan potensi pembayaran maksimal yang ditangguhkan sebesar US$113 juta. PT Indosat Tbk akan menerima pembayaran dalam bentuk saham sekitar 5% dari dari total modal saham TBIG dari penerbitan saham TBIG. [ast]

http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1889107/penyelesaian-penjualan-isat-rampung-awal-agustus

Jumat, 20 Juli 2012

Saham ISAT melaju seiring ekspansi perusahaan

JAKARTA. Pergerakan saham PT Indosat Tbk (ISAT) menarik dicermati. Pada pukul 10.44, saham ISAT 1,11% menjadi Rp 4.550. 

Data Bloomberg menunjukkan, tiga sekuritas yang paling banyak berburu saham ini adalah Kim Eng Securities senilai Rp 717,212 juta, Nomura Indonesia senilai Rp 501 juta, dan Erdikha Sekuritas senilai Rp 445 juta. 

Investor tertarik memborong saham perusahaan halo-halo ini seiring langkah ekspansif perusahaan. Asal tahu saja, Indosat dikabarkan sudah menyiapkan investasi sebesar Rp 6 triliun hingga akhir tahun ini.

"Investasi yang akan dilakukan ISAT yang salah satunya untuk penambahan jaringan jelang puasa dan Lebaran menurut kami merupakan hal yang positif," jelas Kepala Riset eTrading Securities Betrand Reynaldi.

Dia menambahkan, langkah tersebut dapat memberikan dampak positif bagi kinerja keuangan Indosat ke depannya. 
Berdasarkan konsensus, delapan analis merekomendasikan beli, sepuluh analis merekomendasikan tahan, dan tiga analis merekomendasikan jual. Adapun target harga saham ini adalah Rp 5.151 per saham.


http://investasi.kontan.co.id/news/saham-isat-melaju-seiring-ekspansi-perusahaan

Kamis, 05 Juli 2012

Operator seluler berlomba genjot layanan


JAKARTA. Jelang ramadan yang dimulai pertengahan Juli, sejumlah operator telekomunikasi berlomba meningkatkan kapasitas layanan dan meluncurkan produk baru. Peningkatan kapasitas layanan demi mengantisipasi tingginya trafik di tiga layanan utama, yaitu suara atau voice, short message service (sms), dan data.

Direktur Marketing PT XL Axiata Tbk, Joy Wahjudi menuturkan, lonjakan trafik pasti terjadi di saat menjelang lebaran. Itulah sebabnya, XL perlu meningkatkan dua kali lipat kapasitas layanan dari hari biasa. “Peningkatan rata-rata trafik layanan XL selama Ramadhan bisa berkisar 20%-30%,” ujarnya, Kamis (5/7).

Pada hari normal, trafik layanan sms XL mencapai 660 juta sms per hari. Trafik suara mencapai 600 juta menit perhari dan trafik data sebesar 52 terrabyte per hari.

Untuk menampung trafik di hari-hari biasa, XL menyiapkan kapasitas maksimal layanan sms sekitar 1,98 miliar sms per hari. Sementara, untuk kapasitas suara sekitar 1,8 miliar menit per hari, dan data sebesar 100 terrabyte sehari.

Wira Wiguna, GM Performance Management XL, bilang, sebenarnya kapasitas yang ada sekarang sudah mencukupi kebutuhan trafik ramadan. “Tetapi sebagai antisipasi pertumbuhan trafik yang tak terduga, kapasitas layanan akan ditingkatkan dua kali lipat,” imbuhnya.

Dengan peningkatan hingga dua kali lipat, kapasitas maksimal layanan sms pada bulan Ramadhan akan menjadi sekitar 3,96 miliar sms per hari. Sedangkan, kapasitas maksimal layanan suara sebesar 3,6 miliar menit per hari dan data sebesar 200 terrabyte per hari.

Kata Wira, berdasarkan pengalaman, trafik layanan tertinggi akan berada di daerah tujuan mudik seperti kawasan pantai utara (pantura) Jawa, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya.

PT Indosat Tbk juga tak mau kalah. Perusahaan ini juga menambah kapasitas layanan dalam menyambut Ramadhan. Head of Public Relations Indosat Adrian Prasanto mengatakan, untuk trafik suara, Indosat akan meningkatkan kapasitas layanan menjadi 924 juta menit per hari atau naik 140,6% dibanding hari biasa.

Sedangkan, untuk kapasitas sms ditingkatkan menjadi 1,4 miliar sms sehari atau naik 62,41% dari hari biasa. Adapun kapasitas layanan data ditingkatkan menjadi 120 terrabyte per hari atau naik 197,5% .

Perang produk baru

Tak hanya menambah kapasitas layanan. XL juga meluncurkan produk baru dalam menyambut Ramadhan, yakni program promo kartu prabayar XL Sensasi.

Menurut Joy, setelah pelanggan mengaktifkan kartu perdana XL Sensasi, keuntungan yang didapat adalah gratis menelepon selama 60 menit, gratis 100 sms ke semua operator, dan gratis online 10 megabyte (MB) untuk jaringan 3G. Serta gratis akses dan berlangganan layanan Value Added Service (VAS) XL selama 30 hari.

XL, sejak Senin (2/7) lalu, juga sudah menyebar sekitar 4 juta SIM card XL Sensasi ke outlet resminya. XL menargetkan sekitar 1,2 juta pelanggan baru dari program XL Sensasi atau sama dengan 30% dari 4 juta SIM card yang mereka pasarkan.

Sementara, Indosat menggeber tiga paket layanan VAS baru, yaitu Berkah Ramadhan, Berkah I-ring Religi, dan Berkah Mudik.

Group Head Product Development and Management Indosat Sumantri Joko Yuwono bilang, konten layanan baru itu ditujukan untuk mendukung aktivitas pelanggan selama bulan Ramadhan.

http://industri.kontan.co.id/news/operator-seluler-berlomba-genjot-layanan

Kamis, 21 Juni 2012

Indosat Serap Rp3 T dari Lelang Obligasi & Sukuk


INILAH.COM, Jakarta - PT Indosat Tbk (ISAT) menjelaskan selama proses book building penerbitan obligasi dan sukuk senilai Rp2,5 triliun mengalami kelebihan pemesanan hingga Rp3,7 triliun.

Aksi korporasi tersebut telah menerima pernyataan efektif Bapepam-LK pada Rabu (20/6/2012). Dengan demikian kepercayaan investasi dari pasar cukup tinggi. Hal ini khususnya terhadap stabilitas pengelolaan keuangan jangka panjang dari perseroan. Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, Kamis (21/6/2012).

Untuk mengakomodir tingginya permintaan investor, perseroan meningkatkan nominal penerbitan obligasi dari Rp2,5 triliun menjadi Rp3 triliun. Perinciannya adlaah untuk obligasi Indosat VIII seri I senilai Rp1,2 triliun untuk jangka waktu tujuh tahun dengan tingkat bunga 8,625 persen per annum.

Untuk obligasi Indosat VIII seri B senilai Rp1,5 triliun untuk 10 tahun dengan tingkat bunbga 8,875% per annum. Sedangkan sukuk Ijarah Indosat V senilai Rp300 miliar dengan tenor 7 tahun serta cicilan imbalan ijarah sebesar Rp6,4 miliar. Cicilan ini dibayar per kuartalan.

Perseroan berharap penerbitan akan selesai pada 28 Juni 2012. Dengan demikian dapat untuk mendukung pengembangan bisnis perseroan.

http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1874809/indosat-serap-rp3-t-dari-lelang-obligasi-sukuk

Senin, 04 Juni 2012

Surat Utang Indosat US$650 Juta Berbunga 7,3%


INILAH.COM, Jakarta - Anak Usaha PT Indosat Tbk (ISAT) PT Indosat Palapa Company B.V. menyepakati tingkat bunga surat utang senilai US$650 juta sebesar 7,3% yang akan jatuh tempo pada 2020.

Persetujuan dari pemegang surat utang dengan Nomor ISIN US45579PAA84 dan USN44519AA99 (“Surat Hutang”) yang diperlukan untuk mengubah indenture yang merupakan dasar dari diterbitkannya Surat Hutang pada Juli 2010 (“Indenture”). Hal ini sesuai dengan Consent Solicitation Statement dan bahan-bahan lainnya yang terkait, tertanggal 21 Mei 2012 ("Consent Solicitation Statement"). Demikian mengutip keterangan resmi perseroan di BEI, Senin (4/6/2012).

Persetujuan tersebut diberikan sekitar 93% pemegang surat utang. Pada tanggal 7 Februari 2012, Indosat telah menandatangani perjanjian pembelian aset (Perjanjian Pembelian Aset) dengan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TOWR) dan anak perusahaannya PT Solusi Menara Indonesia untuk penjualan dan penyewaan kembali sebanyak 2.500 menara telekomunikasi.

Usulan perubahan yang diajukan adalah untuk mengubah pengecualian-pengecualian yang ada di dalam Indenture. Hal ini terkait Penjualan Menara Yang Diperkenankan untuk memberikan kesempatan kepada Indosat melaksanakan transaksi.

Di dalamnya disebutkan dalam Perjanjian Pembelian Aset dan menambah pengecualian untuk penjualan aset infrastuktur aktif (yaitu fiber, peralatan transmisi dan jaringan akses radio) kepada perusahaan patungan. Indosat akan membuat perjanjian network sharing, tanpa perlu mendapatkan persetujuan dari pemegang Surat Hutang.

http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1868397/surat-utang-indosat-us650-juta-berbunga-73

Senin, 28 Mei 2012

Imbal Hasil Sukuk Ijarah Indosat Maksimal Rp500 M


INILAH.COM, Jakarta - PT Indosat Tbk (ISAT) menawarkan sukuk ijarah Indosat V tahun 2012 dengan sisa imbalan ijarah sebanyak-banyaknya Rp500 miliar.

Obligasi ini terdiri dari dua seri yaitu obligasi seri A berjangka waktu 7 tahun dengan kupon bunga di kisaran 7,875%-8,875% dan obligasi seri B berjangka waktu 10 tahun dengan kupon bunga di kisaran 8,125%-9,125%. Sedangkan sukuk ijarah senilai Rp500 miliar berjangka waktu 7 tahun.

"Untuk imbal hasil sukuk ijarah ekuivalen Rp78.750.000-Rp88.750.000 per Rp1 miliar p.a," tutur Direktur PT Mandiri Sekuritas Iman Rachman, Selasa (29/5/2012).

Selain itu, perseroan juga akan menawarkan kupon bunga obligasi VIII tahun 2012 di kisaran 7,875%-9,125%. PT Indosat Tbk (ISAT) akan menawarkan obligasi VIII tahun 2012 dengan tingkat bunga tetap senilai Rp2 triliun.

Dana yang diperoleh dari penawaran obligasi dan sukuk ijarah akan digunakan untuk pembayaran lisensi jaringan kepada Pemerintah sekitar 65%. Pembayaran lisensi tersebut biaya hak penggunaan izin pita spektrum frekuensi radio penyelenggara jaringan bergerak selular di pita frekuensi radio 800MHz, 900MHz, dan 1.800MHz untuk periode 15 Desember 2012-14 Desember 2012.

Selain itu, dana hasil penawaran sukuk untuk pembelian BSS yang bertujuan untuk menambah kapasitas di area dengan trafik tinggi dan memperluas jangkauan jaringan sebagai upaya untuk mengakuisisi pelanggan baru sekitar 25%, dan sekitar 10% akan digunakan untuk melaksanakan opsi beli atas obligasi Indosat II tahun 2002 sebesar Rp200 miliar. Obligasi Indosat II seri B memiliki jangka waktu 30 tahun dengan tingkat bunga sebesar 16% per tahun yang jatuh tempo pada 6 November 2032.

Obligasi tersebut mendapatkan peringkat AA+ dan AA+ plus syariah untuk obligasi dan sukuk ijarah dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Yang bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi dan sukuk ijarah yaitu PT Mandiri Sekuritas, PT DBS Vickers Securities Indonesia, PT HSBC Securities Indonesia, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Standard Chartered Securities Indonesia. Adapun yang bertindak sebagai wali amanat dan wali amanat sukuk ijarah yaitu PT Bank Rakyat Indonesia Tbk.

Jadwal sementara emisi obligasi yaitu masa penawaran awal pada 29 Mei-8 Juni 2012, tanggal efektif pada 18 Juni 2012, masa penawaran umum pada 20-22 Juni 2012, penjatahan pada 25 Juni 2012, distribusi obligasi dan sukuk ijarah secara elektronik pada 27 Juni 2012, dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 28 Juni 2012. [hid]

http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1866083/imbal-hasil-sukuk-ijarah-indosat-maksimal-rp500-m

Indosat menjual obligasi dua tenor


JAKARTA. PT Indosat Tbk (ISAT) memantapkan langkah dengan menerbitkan surat utang baru. Mulai hari ini (28/5) ISAT memaparkan rencana penerbitan obligasi tersebut dalam prospektus singkat.
Manajemen ISAT menjelaskan akan menawarkan obligasi dengan total nilai Rp 2,5 triliun. ISAT menawarkan obligasi VIII tahun 2012 berbentuk konvensional senilai Rp 2 triliun. Obligasi itu dibagi menjadi dua seri yaitu seri A tenor tujuh tahun dan seri B sepuluh tahun. Sedangkan Rp 500 miliar berbentuk sukuk Ijarah V tahun 2012 satu seri tenor tujuh tahun.
Dana hasil penerbitan 65% untuk membayar lisensi jaringan kepada pemerintah. Yaitu Biaya Hak Penggunaan Izin Pita Spektrum Frekuensi Radio (IPSFR) penyelenggara jaringan bergerak selular di pita frekuensi radio 800 Mhz 900 Mhz dan 1800 Mhz.
Manajemen dalam prospektus bilang, izin digunakan 15 Desember 2012 - 14 Desember 2013. Pembayaran lisensi dilakukan tiap tahun dan bisa diperpanjang dalam 10 tahun.
Dana sebesar 25% digunakan membeli base station subsystem untuk menambah kapasitas di area traffic tinggi dan memperluas jangkauan jaringan. Ini dimaksudkan agar ISAT bisa menambah jumlah pelanggan. Sisanya 10% digunakan membeli obligasi Indosat II Tahun 2002 seri B senilai Rp 200 miliar.
Obligasi konvensional dan sukuk Indosat ini mendapat rating idAA+ dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Karena itu, I Made Adi Saputra Analis Obligasi NC Securities menduga minat pada obligasi ini masih cukup besar. "Rating dan sejarah obligasi Indosat bagus, peminat saya rasa masih cukup besar," tutur dia.
Made menduga obligasi konvesional dan sukuk ISAT tenor tujuh tahun akan menawarkan kupon 8,25% - 9,25%. "Premium sekitar 200 - 300 basis poin (bps)," prediksi dia. Sedangkan seri 10 tahun diproyeksi bisa memberi kupon 8,75% - 9,75% dengan premium 225 - 325 bps.
Peminat obligasi berasal dari investor institusi domestik dan bahkan asing. "Investor bakal menyerbu obligasi tenor paling panjang, karena kupon lebih besar dan lebih mudah trading," ramal Made.
Penawaran awal obligasi ini mulai 29 Mei - 8 Juni 2012, efektif diperoleh 18 Juni, penawaran umum 20 - 22 Juni sedang pencatatan 28 Juni. Penjamin emisi efek obligasi ini PT Mandiri Sekuritas, PT DBS Vickers Securities Indonesia, PT HSBC Securities Indonesia, PT Danareksa Sekuritas dan PT Standart Chartered Securities Indonesia.

Minggu, 27 Mei 2012

Berniat terbitkan obligasi, saham ISAT dilego


JAKARTA. Aksi jual mendominasi transaksi saham PT Indosat Tbk (ISAT) di sesi pagi ini. Investor menghindari saham perusahaan telekomunikasi ini, seiring rencana perusahaan menerbitkan surat utang.

Bloomberg mencatat, hingga saat ini, asing masih mendominasi aksi jual saham ISAT. UBS Securities Indonesia paling banyak melepas saham ini, yaitu mencapai Rp 731,825 juta. Diikuti, Macquarie Capital Securities Indonesia dengan nilai penjualan Rp 192,262 juta.

Tak heran, saham ISAT sudah terpapas 3,53% ke level Rp 4.100 pada pukul 10.07 di Jakarta.

Dalam prospektusnya, emiten telekomunikasi terbesar kedua di tanah air ini berencana menerbitkan obligasi dan sukuk senilai Rp 2,5 triliun. Dana hasil penerbitan surat utang itu antara lain akan digunakan untuk membayar lisensi jaringan, membeli sebuah tower, dan membeli kembali obligasi senilai Rp 200 miliar.

http://investasi.kontan.co.id/news/berniat-terbitkan-obligasi-saham-isat-dilego/2012/05/28

Indosat terbitkan surat utang Rp 2,5 triliun


JAKARTA. PT Indosat Tbk (ISAT) menerbitkan obligasi sebesar Rp 2 triliun dan sukuk dengan sisa imbalan maksimal sebesar Rp 500 miliar. Sebagian besar hasil penawaran surat utang ini akan dipakai untuk pembayaran lisensi jaringan kepada pemerintah.

Dalam prospektus ringkas yang diterbitkan Senin (28/5), Indosat akan menerbitkan obligasi dalam dua seri dengan tingkat bunga tetap. Seri pertama obligasi yang diberi nama Obligasi Indosat VIII Tahun 2012 ini bertenor tujuh tahun. Sedangkan seri lainnya akan jatuh tempo dalam 10 tahun.

Sekitar 65% dari hasil penawaran surat utang ini membayar Biaya Hak Penggunaan Izin Pita Spektrum Frekuensi Radio (PSFR). Biaya ini untuk penyelenggaraan Jaringan Bergerak Selular di Pita Frekuensi Radio 800 MHz, 900 MHz dan 1800 MHz untuk periode 15 Desember 2012-14 Desember 2013.

Sekitar 25% akan digunakan untuk pembelian Base Station Subsystem yang bertujuan menambah kapasitas di area dengan trafik tinggi dan memperluas jangkauan jaringan sebagai upaya untuk mengakuisisi pelanggan baru. Dan sisanya sekitar 10% untuk melaksanakan opsi beli atas Obligasi Indosat III Tahun 2002 seri B sebesar Rp 200 miliar.

ISAT telah menunjuk Mandiri Sekuritas, DBS Vickers Securities Indonesia, HSBC Securities Indonesia, Danareksa Sekuritas dan Standard Chartered Securities Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi dan sukuk ijarah. Sementara Wali Amanat dan wali amanat sukuk ijarah adalah Bank Rakyat Indonesia.

http://investasi.kontan.co.id/news/indosat-terbitkan-surat-utang-rp-25-triliun/2012/05/28