DISCLAIMER

This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).

Selasa, 22 Mei 2012

Lewat Bumi Investindo, Bunge Pinang Saham AISA


INILAH.COM, Jakarta - PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) menyatakan, Bunge Agribusiness telah secara resmi memiliki saham perseroan melalui anak usahanya PT Bumi Raya Investindo sebesar 35%.

"Bunge sudah efektif memiliki saham sebesar 35% di PT Bumi Raya Investindo sejak Januari 2012," ujar Sekretaris Perusahaan PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk, Yulianni Liyuwardi, Selasa (22/5/2012).

Lebih lanjut ia mengatakan, saat ini pihaknya memang fokus mengembangkan usaha perkebunan. Pihaknya akan menanam kelapa sawit baru seluas 10 ribu hektar lahan pada 2012. Penanaman kelapa sawit baru akan dilakukan di Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Sumatra Selatan.

Selain itu, saat ini perseroan baru memiliki satu unit pabrik kelapa sawit yang terletak di Kalimantan Selatan. Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi sebesar 45 ton minyak sawit mentah. Yulianni menuturkan, Bunge akan menyetorkan dana sebesar US$43 juta untuk pengembangan usaha perkebunan kelapa sawit. "Bunge memberikan dana sebesar US$43 juta untuk perkebunan," kata Yulianni.

Selain itu, perseroan juga fokus untuk penambahan kapasitas pengolahan beras. Perseroan berencana membangun 18 pabrik pengolahan beras sehingga market share perseroan mencapai 5% dalam waktu lima tahun mendatang. Kapasitas masing-masing pabrik sebesar 120 ribu ton. Saat ini perseroan telah memiliki dua pabrik pengolahan beras di Jawa Barat.

Perseroan berencana membangun dua pabrik pengolahan beras di Jawa Tengah pada 2012. Nilai pembangunan satu pabrik pengolahan beras termasuk silo mencapai US$11 juta. Untuk total pembangunan silo mencapai 120 silo.

Yulianni mengatakan, pabrik pengolahan beras di Jawa Tengah tersebut diharapkan dapat beroperasi pada kuartal kedua tahun 2013. Pembangunan pabrik pengolahan beras diperkirakan memakan waktu selama 9 bulan. 

"Bila empat pabrik tersebut sudah berhasil maka kami akan lihat lagi untuk pembangunan pabrik pengolahan beras selanjutnya. Kami akan membangun pabrik pengolahan beras yang dekat kantong beras nasional," jelas Yulianni.

Dana pembangunan pabrik pengolahan beras di Jawa Tengah berasal dari penawaran umum terbatas yang dilakukan perseroan pada 2011 lalu. Dana hasil penawaran umum terbatas mencapai sekitar Rp700 miliar. Adapun dana hasil penawaran umum terbatas sekitar 60% untuk pengembangan food manufacturing dan 40% untuk membayar utang perseroan kepada pihak ketiga. [hid]


Tidak ada komentar:

Posting Komentar