DISCLAIMER

This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).

Rabu, 11 Juli 2012

Kejutan, Korsel ikut pangkas bunga


SEOUL. Muramnya kondisi ekonomi global merambat ke Asia. Ini memicu bank sentral di Asia mengambil langkah stimulus untuk mendorong ekonominya. Yang terbaru, hari ini Bank of Korea (BOK) ikut memangkas suku bunga untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun.
BOK memotong bunga acuan sebesar 25 basis poin sehingga menjadi 3%. Langkah pemotongan pertama sejak 2009 ini mengejutkan karena tak diduga sebelumnya. Hanya tiga dari 26 analis dalam survei Reuters yang memprediksi pemangkasan bunga Korsel ini.
Pejabat BOK belum menjelaskan alasan pemangkasan ini. Tapi Gubernur BOK Kim Choong-soo akan menggelar konferensi pers pukul 11:20 siang ini waktu Seoul.
“Kami memperkirakan pemangkasan 25 basis poin lagi di Oktober menjadi 2,75% dan BOK akan tetap menjaga 2,75% sepanjang 2013,” kata Young Sun Kwon, Ekonom Nomura International yang telah memprediksi BOK bakal memotong bunga tahun ini.
Pemangkasan bunga BOK mengakhiri siklus pengetatan moneter Korsel yang berawal di Juli 2010. Sejak itu, BOK telah menaikkan bunga sebanyak 125 basis poin atau 1,25%. Namun demikian, kenaikan tersebut masih kurang dari pemangkasan 3,25% yang terjadi sepanjang krisis keuangan global tahun 2008-2009.
Bulan lalu, Kementerian Keuangan Korsel memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi negeri ginseng tahun ini menjadi 3,3% dari 3,7%. Angka itu cuma sedikit lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi tahun lalu yang sebesar 3,6% , juga pertumbuhan ekonomi Korsel rata-rata dalam lima tahun terakhir sebesar 3,5%.
BOK juga diprediksi akan merevisi turun proyeksi pertumbuhan ekonomi Korsel yang saat ini masih di angka 3,5%.
Tak hanya Korsel saja yang cemas. Di dunia, bank-bank sentral dari Eropa, Brazil, dan China secara berbarengan telah memangkas suku bunga dalam seminggu terakhir. China memangkas bunga untuk kedua kalinya dalam satu bulan demi memberi energi pada ekonomi domestiknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar