SEOUL. Muramnya kondisi ekonomi global merambat ke Asia. Ini memicu bank sentral di Asia mengambil langkah stimulus untuk mendorong ekonominya. Yang terbaru, hari ini Bank of Korea (BOK) ikut memangkas suku bunga untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun.
BOK memotong bunga acuan sebesar 25 basis poin sehingga menjadi 3%. Langkah pemotongan pertama sejak 2009 ini mengejutkan karena tak diduga sebelumnya. Hanya tiga dari 26 analis dalam survei Reuters yang memprediksi pemangkasan bunga Korsel ini.
Pejabat BOK belum menjelaskan alasan pemangkasan ini. Tapi Gubernur BOK Kim Choong-soo akan menggelar konferensi pers pukul 11:20 siang ini waktu Seoul.
“Kami memperkirakan pemangkasan 25 basis poin lagi di Oktober menjadi 2,75% dan BOK akan tetap menjaga 2,75% sepanjang 2013,” kata Young Sun Kwon, Ekonom Nomura International yang telah memprediksi BOK bakal memotong bunga tahun ini.
Pemangkasan bunga BOK mengakhiri siklus pengetatan moneter Korsel yang berawal di Juli 2010. Sejak itu, BOK telah menaikkan bunga sebanyak 125 basis poin atau 1,25%. Namun demikian, kenaikan tersebut masih kurang dari pemangkasan 3,25% yang terjadi sepanjang krisis keuangan global tahun 2008-2009.
Bulan lalu, Kementerian Keuangan Korsel memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi negeri ginseng tahun ini menjadi 3,3% dari 3,7%. Angka itu cuma sedikit lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi tahun lalu yang sebesar 3,6% , juga pertumbuhan ekonomi Korsel rata-rata dalam lima tahun terakhir sebesar 3,5%.
BOK juga diprediksi akan merevisi turun proyeksi pertumbuhan ekonomi Korsel yang saat ini masih di angka 3,5%.
Tak hanya Korsel saja yang cemas. Di dunia, bank-bank sentral dari Eropa, Brazil, dan China secara berbarengan telah memangkas suku bunga dalam seminggu terakhir. China memangkas bunga untuk kedua kalinya dalam satu bulan demi memberi energi pada ekonomi domestiknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar