DISCLAIMER
This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).
Tampilkan postingan dengan label INTA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INTA. Tampilkan semua postingan
Rabu, 08 Agustus 2012
Laba Intraco Penta Turun Meski Pendapatan Rp1,6 T
INILAH.COM, Jakarta - Pada semester I 2012, PT Intraco Penta Tbk (INTA) meraih pendapatan usaha mencapai Rp1,6 triliun dari Rp1,3 triliun pada periode yang sama 2011.
Demikian mengutip keterangan BEI, Rabu (8/8/2012). Kinerja tersebut terdiri dari perolehan penjualan mencapai Rp1,4 triliun, pendapatan jasa Rp141,7 miliar, pendapatan pembiayaan Rp54,6 miliar, pendapatan manufaktur Rp12,2 miliar dan pendapatan lain-lain 4,2 miliar.
Dengan beban pokok pendapatan Rp1,3 triliun maka laba kotor menjadi Rp303,6 miliar dari Rp196,1 miliar pada periode yang sama 2011. Namun laba sebelum pajak menurun menjadi Rp45,2 miliar dari Rp86,1 miliar di tahu 2011.
Untuk beban pajak mencapai Rp11,9 miliar dari Rp24,8 miiliar. Dengan demikian laba bersih perseroan di bidang penyewaan alat-alat berat mencapai Rp33,3 miliar dari Rp61,2 miliar pada periode yang sama 2011.
Sementara jumlah total aset perseroan mencapai Rp4,2 triliun per 30 Juni 2012 dari Rp3,7 triliun per 31 Desember 2011.
http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1892347/laba-intraco-penta-turun-meski-pendapatan-rp16-t
Rabu, 25 Juli 2012
Inilah Saham Tereliminasi dari Indeks LQ45
INILAH.COM, Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan perubahan terhadap penghuni indeks LQ45. BEI mengeluarkan lima saham dari LQ45 dan memasukan enam saham baru untuk periode Agustus hingga Januari 2013.
Demikian mengutip keterangan resmi BEI, Rabu (25/7/2012). Kelima saham yang harus keluar dari indeks LQ45 adalah saham PT Bank Tabngan Negara (BBTN), saham PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID), saham PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL), saham PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) dan saham PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP).
Sedangkan enam saham penghuni baru indeks LQ45 adalah saham PT Bhakti Investama Tbk (BHIT), saham PT Sentul City Tbk (BKSL), saham PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), saham PT BW Plantations Tbk (BWPT), saham PT Intraco Penta Tbk (INTA) dan saham PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN).
Dengan demikian saham yang masuk dalam daftar LQ45 adalah saham AALI, ADRO, AKRA, ANTM, ASII, ASRI, BBCA, BBNI, BBRI, BDMN, BHIT, BJBR, BKSL, BMRI, BORN, BSDE, BUMI, BWPT, CPIN, ELTY, ENRG, EXCL, GGRM, HRUM, BCIP, INCO, INDF, INDY, INTA, INTP, ITMG, JSMR, KIJA, KLBF, LSIP, MNCN, PGAS, PTBA, SMGR, TINS, TLKM, TRAM, UNTR dan UNVR.
http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1886727/inilah-saham-tereliminasi-dari-indeks-lq45
Kamis, 21 Juni 2012
Batubara anjlok, INTA malah ingin akuisisi tambang
JAKARTA. Anjloknya harga batubara akibat suramnya prospek perekonomian dunia, membuat emiten batubara terancam penurunan kinerja. Namun, bagi PT Intraco Penta Tbk (INTA), penurunan harga batubara bisa menjadi peluang untuk mendapatkan tambang murah. Emiten ini berniat menerbitkan obligasi untuk membiayai rencana akuisisi batubara.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) kemarin (21/6), pemegang saham INTA menyetujui rencana perseroan menerbitkan obligasi ataupun medium term notes untuk keperluan itu. "Rencana penerbitan obligasi sudah mendapat persetujuan dari RUPST. Untuk besar penerbitan dan waktunya akan ditentukan apabila perusahaan membutuhkan dana," ujar Petrus Halim, Presiden Direktur INTA, Kamis (21/6).
Petrus melontar sinyal, dana hasil emisi obligasi itu akan dimanfaatkan sebagai biaya akuisisi tambang batubara di Kalimantan Timur. Untuk memuluskan rencana tersebut, INTA telah membentuk anak usaha khusus di bidang tambang batubara, yakni INTA Resources.
"Bisa jadi obligasi akan kami manfaatkan untuk akusisi tambang batubara. Namun, apabila ada anak usaha yang membutuhkan pendanaan, kami juga bisa menerbitkan obligasi," tutur dia.
Anjloknya harga komiditas termasuk batubara akan dimanfaatkan oleh INTA untuk akusisi tambang tersebut. Menurut Petrus, penurunan harga batubara tersebut akan membuat nilai akusisi menjadi lebih murah.
"Penurunan harga batubara merupakan peluang bagi kami sehingga akan kami pantau penurunan harganya sampai mana. Yang jelas, kami sudah dilengkapi dengan SDM (sumber daya manusia) untuk masuk ke tambang ini, kami juga sudah menguasai peralatan, hanya tinggal menunggu peluang yang tepat untuk masuk," ujar dia.
Petrus melontar sinyal, dana hasil emisi obligasi itu akan dimanfaatkan sebagai biaya akuisisi tambang batubara di Kalimantan Timur. Untuk memuluskan rencana tersebut, INTA telah membentuk anak usaha khusus di bidang tambang batubara, yakni INTA Resources.
"Bisa jadi obligasi akan kami manfaatkan untuk akusisi tambang batubara. Namun, apabila ada anak usaha yang membutuhkan pendanaan, kami juga bisa menerbitkan obligasi," tutur dia.
Anjloknya harga komiditas termasuk batubara akan dimanfaatkan oleh INTA untuk akusisi tambang tersebut. Menurut Petrus, penurunan harga batubara tersebut akan membuat nilai akusisi menjadi lebih murah.
"Penurunan harga batubara merupakan peluang bagi kami sehingga akan kami pantau penurunan harganya sampai mana. Yang jelas, kami sudah dilengkapi dengan SDM (sumber daya manusia) untuk masuk ke tambang ini, kami juga sudah menguasai peralatan, hanya tinggal menunggu peluang yang tepat untuk masuk," ujar dia.
Emiten alat berat ini menargetkan penjualan alat berat bisa mencapai 1.900 unit, tahun 2012. Tahun lalu, penjualan alat berat INTA mencapai 1.585 unit. Di kuartal I ini, penjualan alat berat telah mencapai 415 unit atau naik dibandingkan 28,67% dari penjualan periode yang sama tahun 2011 lalu. "Per Mei penjualan alat berat telah mencapai 450 unit. Penjualan alat berat meningkat sejalan dengan pesatnya bisnis alat berat," imbuh Fred Manibog, Direktur Keuangan INTA.
Intraco Penta Jajaki Rakit Sinotruck
INILAH.COM, Jakarta - PT Intraco Penta Tbk (INTA) masih melakukan feasibility study hingga tahun depan bersama sinotruck dalam pembangunan pabrik perakitan Sinotruck di Indonesia.
"Tahun ini dan tahun depan masih melakukan studi untuk langkah-langkahnya. Dalam MOU juga waktu 3-4 tahun," tutur Direktur PT Intraco Penta Tbk, Jimmy Halim, Kamis (21/6/2012).
Jimmy menuturkan, pelaksanaan feasibility study tersebut telah efektif sejak Februari 2012. Adapun mengenai jumlah kepemilikan saham untuk kerjasama antara grup INTA dan sinotruck tergantung dari penyelesaian feasibility study.
Hal ini melanjutkan kesepakatan antara perseroan dengan China National Heavy Truck Company (CNHTC) yang merupakan induk perusahaan truk merek Sinotruk di Beijing, Cina. Isi dari MoU adalah membentuk perusahaan joint venture guna persiapan pendirian pabrik perakitan Sinotruk di Indonesia yang akan menelan dana sekitar US$100 juta.
Pabrik tersebut rencananya akan merakit kendaraan truk berat di atas 24 ton serta kendaraan truk ringan untuk pasar Indonesia dan ASEAN secara umum. [hid]
http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1874755/intraco-penta-jajaki-rakit-sinotruck
Minggu, 01 April 2012
Stock Outlook - 02/04/2012
Pan Brothers, Tbk. (PBRX)
Intraco Penta, Tbk. (INTA)
LAST @ 470
BUY @ 455-470
STOP: 430
TARGET @ 570 / 640 / 750
RESISTANCES @ 490 / 500 / 515 / 535 / 570 / 640 / 750
Catatan:
Jika ENTRY sesuai dengan rekomendasi tanggal 8 Maret, saat ini posisi BUY PBRX @ 470 masih HOLD, dengan stop di 430 dan target diupdate menjadi 570, 640, dan 750
LAST @ 950
BUY @ 890-910
STOP: 720->880
TARGET @ 980 / 1030 / 1130
Catatan:
Jika ENTRY sesuai dengan rekomendasi tanggal 9 Maret, saat ini posisi BUY INTA @ 800 masih HOLD, dengan stop di 720 digeser ke 880 dan target diupdate menjadi 980, 1030, dan 1130
Kamis, 08 Maret 2012
Stock Outlook - 9/03/2012
Intraco Penta, Tbk. (INTA)
Astra Graphia, Tbk. (ASGR)
RESISTANCES @ 1110 / 1130 / 1170 / 1240 / 1290 / 1470
LAST @ 800
BUY @ 780-800
TARGET @ 880
RESISTANCES @ 840 / 880 / 940 / 980 / 1130
SUPPORTS @ 780 / 750 / 730 / 700 / 570
STOP @ 720
Astra Graphia, Tbk. (ASGR)
LAST @ 1090
BUY @ 1060 - 1080
TARGET @ 1170RESISTANCES @ 1110 / 1130 / 1170 / 1240 / 1290 / 1470
SUPPORTS @ 1000 / 990 / 950 / 900 / 880
STOP @ 980
Langganan:
Postingan (Atom)