DISCLAIMER
This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).
Tampilkan postingan dengan label BWPT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BWPT. Tampilkan semua postingan
Senin, 06 Agustus 2012
Peringkat Obligasi BWPT Tetap Stabil
INILAH.COM, Jakarta - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menurunkan peringkat menjadi A- dari A untuk PT BW Plantation Tbk (BWPT). Peringkat tersebut juga berlaku obligasi I/2010. Prospek peringkat perusahaan adalah stabil.
Analis Pefindo Bogi Yudianto menuturkan, penurunan peringkat ini terutama disebabkan oleh penambahan utang yang signifikan melebihi proyeksi dan secara signifikan juga berdampak terhadap melemahnya perlindungan terhadap arus kas. Peringkat tersebut mencerminkan manajemen operasi perusahaan yang baik, profil perkebunan yang baik dan masih kuatnya permintaan terhadap minyak kelapa sawit.
"Peringkat tersebut dibatas oleh struktur modal perusahaan lebih agresif dan perlindungan arus kas moderat, resiko terkait ekspansi bisnis BWPT yang cukup besar, serta ekposur bisnis perusahaan pada cuaca buruk," tutur Bogi dalam siaran pers, Senin (6/8/2012).
Pada akhir Juni 2012, total area milik perusahaan termasuk plasma mencapai 109.053 hektar terdiri dari 63.237 hektar area perkebunan kelapa sawit dan 45.893 hektar area yang belum ditanami. Perseroan memiliki dua pabrik pengolahan kelapa sawit yang berlokasi di Kalimantan Tengah. [hid]
http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1891311/peringkat-obligasi-bwpt-tetap-stabil
Rabu, 25 Juli 2012
Inilah Saham Tereliminasi dari Indeks LQ45
INILAH.COM, Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan perubahan terhadap penghuni indeks LQ45. BEI mengeluarkan lima saham dari LQ45 dan memasukan enam saham baru untuk periode Agustus hingga Januari 2013.
Demikian mengutip keterangan resmi BEI, Rabu (25/7/2012). Kelima saham yang harus keluar dari indeks LQ45 adalah saham PT Bank Tabngan Negara (BBTN), saham PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID), saham PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL), saham PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) dan saham PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP).
Sedangkan enam saham penghuni baru indeks LQ45 adalah saham PT Bhakti Investama Tbk (BHIT), saham PT Sentul City Tbk (BKSL), saham PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), saham PT BW Plantations Tbk (BWPT), saham PT Intraco Penta Tbk (INTA) dan saham PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN).
Dengan demikian saham yang masuk dalam daftar LQ45 adalah saham AALI, ADRO, AKRA, ANTM, ASII, ASRI, BBCA, BBNI, BBRI, BDMN, BHIT, BJBR, BKSL, BMRI, BORN, BSDE, BUMI, BWPT, CPIN, ELTY, ENRG, EXCL, GGRM, HRUM, BCIP, INCO, INDF, INDY, INTA, INTP, ITMG, JSMR, KIJA, KLBF, LSIP, MNCN, PGAS, PTBA, SMGR, TINS, TLKM, TRAM, UNTR dan UNVR.
http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1886727/inilah-saham-tereliminasi-dari-indeks-lq45
Selasa, 26 Juni 2012
Produksi sawit BWPT hanya tumbuh 0,5%
JAKARTA. Kinerja produksi PT BW Plantation Tbk (BWPT) terbilang stagnan. Di semester I-2012, emiten perkebunan ini baru mampu memproduksi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) sekitar 60.000 ton. Jumlah tersebut relatif sama dengan volume produksi semester I-2011 yang sebanyak 59.683 ton.
Produksi CPO yang tidak terlalu bagus terjadi seiring stagnannya produksi tandan buah segar (TBS). Hingga semester I-2012, BWPT memperkirakan produksi TBS mencapai 250.000 ton. Pencapaian tersebut hanya naik tipis dari periode sama tahun lalu yang tercatat 242.851 ton.
Kelik Irwantono, Sekretaris Perusahaan BWPT menuturkan, volume produksi yang stagnan memang biasa terjadi di semester I seiring kondisi cuaca dan beberapa faktor lainnya. "Volume produksi biasanya akan meningkat signifikan pada semester II," kata Kelik, Selasa (26/6).
Optimisme itu didukung oleh beberapa proyek ekspansi yang dilakukan BWPT. Di 2012, BWPT hanya berencana melakukan penanaman baru atas lahan seluas 5.000 ha. Proyek itu pun akan dilakukan secara bertahap dalam empat tahun ke depan.
BWPT memang sedang melakukan konsolidasi produksi tandan buah segar (TBS) dengan kapasitas pabrik kelapa sawit (PKS) yang dimiliknya. Hal itu diperkuat oleh luas tanaman menghasilkan BWPT yang cukup memadai. Saat ini, luas lahan tertanam BWPT sudah seluas 62.699 ha atau 59,71% dari total landbank.
Dari jumlah itu, luas tanaman menghasilkan BWPT baru sebanyak 27.627 ha. BWPT optimis luas lahan tertanam akan bertambah menjadi 42.000 ha di 2012 dan 52.000 ha di tahun 2013. Pertumbuhan luas tanaman menghasilkan yang terbilang signifikan membuat BWPT harus terus menambah jumlah PKS yang dimilikinya.
Akhir tahun ini, BWPT berencana membangun dua unit PKS di wilayah Kalimantan Timur. Rencananya, pabrik itu akan memiliki kapasitas produksi minyak sawit mentah sebanyak 45 ton per jam dan bisa ditingkatkan menjadi 90 ton per jam.
Untuk membangun satu unit PKS, BWPT harus menggelontorkan investasi sebesar Rp 125 miliar yang juga diambil dari capex 2012. Proyek ini merupakan kelanjutan dari ekspansi pabrik yang dilakukan BWPT. Tahun lalu, BWPT sudah membangun satu unit PKS berkapasitas 30 ton per jam.
PKS ini direncanakan mulai beroperasi mulai kuartal III tahun ini.
Kondisi tersebut membuat BWPT tetap optimis mencapai target produksi tahun ini. Sebelumnya, BWPT memang optimis bisa memproduksi CPO sebanyak 122.745 hingga 128.082 ton, atau naik 15%-20% dari realisasi 2011 yang tercatat 106.735 ton.
http://investasi.kontan.co.id/news/produksi-sawit-bwpt-hanya-tumbuh-05/2012/06/27
BWPT dihantui penurunan harga jual CPO
JAKARTA. PT BW Plantation Tbk (BWPT) tetap optimistis target produksi crude palm oil (CPO) tahun ini mampu tercapai sesuai target yakni sebanyak 122.745 ton hingga 128.082 ton. Jika tercapai, angka itu merepresentasikan pertumbuhan produksi 15%-20% dibandingkan realisasi tahun 2011.
Namun, emiten perkebunan ini dihantui lesunya harga jual CPO di pasar. Abdul Halim Ashari, Direktur Utama BWPT menuturkan, harga jual rata-rata CPO saat ini berada di sekitar Rp 7.700 per kg, turun dibandingkan tahun lalu yang masih di atas Rp 7.800 per kg.
BWPT memang tidak bisa berbuat apa-apa terkait harga jual CPO karena ditentukan oleh mekanisme pasar global. Saat ini, permintaan CPO dunia sedang turun seiring dengan memburuknya perekonomian di Eropa dan Amerika.
Di sisi lain, pasokan CPO dari beberapa negara eksportir seperti Malaysia dan Indonesia tetap tinggi. Imbasnya, harga jual rata-rata CPO dunia terus turun. "Harga jual rata-rata memang turun, tapi sejauh ini masih dalam ekspektasi kami," kata Abdul, di Jakarta, Selasa (26/6).
Penurunan harga jual rata-rata CPO di pasar global membuat manajemen BWPT enggan membeberkan target pendapatan dan laba bersih yang ingin dicapai di tahun ini.
BWPT hanya optimis bisa mempertahankan margin laba bersih di level 30% di akhir 2012 nanti. Hingga Maret 2012, BWPT sudah memperoleh laba bersih senilai Rp 82,26 miliar, tumbuh 52,03% dari periode sama 2011 yang tercatat Rp 54,11 miliar.
Hal itu ditopang kenaikan pendapatan usaha 55,12% dari Rp 172,54 miliar menjadi Rp 267,65 miliar.
http://investasi.kontan.co.id/news/bwpt-dihantui-penurunan-harga-jual-cpo
Dividen BW Plantation Rp12 per Saham
INILAH.COM, Jakarta - PT BW Plantation Tbk (BWPT) akan membagikan dividen 2011 sebesar Rp48,06 miliar dengan Rp12 per saham.
Hal itu telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BWPT, Selasa (26/6/2012). Jumlah dividen 2011 itu sebesar 15% dari laba bersih 2011 senilai Rp320,39 miliar. "Dividen akan dibagikan sekitar Agustus 2012," tutur Direktur Utama PT BW Plantation Tbk Abdul Halim Ashari.
Perseroan mencatatkan penjualan naik 24,7% menjadi Rp888,30 miliar pada 2011 dari 2010 senilai Rp712,17 miliar. Laba bersih naik 31,25% menjadi Rp320,39 miliar.
Saham BWPT pada hari ini berakhir naik Rp20 ke Rp1.470 dengan volume 37.453 saham senilai Rp27,2 miliar sebanyak 1.160 kali transaksi.
http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1876353/dividen-bw-plantation-rp12-per-saham
Sabtu, 21 April 2012
Morning Brief - 23/04/2012
Market Outlook
IHSG
ditutup menguat 17.65 poin atau 0.42% pada hari Jumat lalu di 4,181.37,
sementara indeks LQ-45 ditutup naik 0.58% atau 4.09 poin di 713.06.
Tiga
sektor gagal membukukan kenaikan pada hari Jumat adalah sektor perdagangan
(-0.18%), sektor pertanian (-0.15%) dan sektor pertambangan (-0.02%). Sebaliknya, sektor yang menampilkan kinerja
terbaik hari Jumat adalah sektor barang konsumsi (+1.13%), sektor aneka industri
(+0.93%) dan sektor manufaktur (+0.8%).
Di
Eropa dan Amerika, saham-saham cenderung berakhir positif dengan indeks Dow
Jones ditutup naik 65.16 poin atau 0.5% di 13,029.3 sedangkan indeks FTSE 100
Inggris ditutup menguat 0.48% atau 27.6 poin di 5,772.15. Indeks DAX Jerman
ditutup di 6,750.12, naik 1.18% atau 78.9 poin.
ASGR
yang masuk rekomendasi hari Jumat ditutup di 1370 setelah sempat melemah hingga
1340; sedangkan untuk BJBR terjadi kenaikan hingga 1100 sebelum akhirnya
ditutup di 1090. Kedua saham ini tetap dipertahankan (HOLD) dengan target dan
stop loss yang sama untuk sesi pekan depan.
Ditutupnya
IHSG di level intraday high pada hari Jumat memberikan indikasi positif bagi
proyeksi pergerakan hari Senin. Ditambah dengan adanya kenaikan pada bursa
Amerika dan Eropa. Fokus pada hari Senin akan tertuju pada resistance di 4185
dan 4200-4205, sementara untuk supportnya diperkirakan tekanan jual akan
tertahan di level support di sekitar 4140-4150. Support utama dari indeks tetap
berada di 4109/4111.
Langganan:
Postingan (Atom)