Pernyataan dari PM Italia Mario Monti bahwa Yunani kemungkinan akan bertahan di euro sementara para pemimpin Eropa mendukung dikeluarkannya obligasi gabungan Eropa menjadi pemicu membaiknya sentimen pasar menjelang penutupan sesi perdagangan hari Kamis yang sempat tertekan akibat berita bahwa sektor manufaktur di China berpotensi untuk kembali mengalami kontraksi. Menurut Monti, Eropa dapat mengeluarkan obligasi euro segera dan juga bahwa Italia dapat membantu mendorong Jerman untuk mendukung ide utang kolektif dan juga mengutamakan kepentingan bersama bagi seluruh Eropa. Namun, data ekonomi dari Amerika sendiri kurang menggembirakan. Sektor manufaktur di Amerika meskipun masih mengalami ekspansi, tingkat pertumbuhannya menurun hingga paling lambat dalam tiga bulan terakhir. Data pemesanan durable goods (terutama untuk komputer, mesin dan perlengkapan besar) di bulan April dilaporkan melemah untuk dua bulan berturut-turut.
Di Yunani, pemilu ulang pada tanggal 17 Juni mendatang akan mampu menentukan apakah Yunani akan tetap bertahan di euro atau keluar dari euro. Jajak pendapat sementara menunjukkan partai anti-austerity yaitu Syriza mendapatkan dukungan 30% saat ini, naik dari 28% yang diraih pekan sebelumnya. Partai Demokrasi Baru juga berhasil meningkatkan dukungannya dari 24% menjadi 26%. Hasil polling lainnya menunjukkan bahwa 85% dari responden menginginkan Yunani tetap menjadi bagian dari euro dibandingkan dengan 12% yang menolak. Namun, hasil polling juga menunjukkan bahwa 62% dari responden menolak ketentuan-ketentuan bailout sementara 28% menyetujuinya.
Menjelang sesi perdagangan hari Jumat, IHSG diperkirakan bakal kembali berfluktuasi di antara level 4000 hingga 4100. Pernyataan Mario Monti diharapkan akan mampu menahan tekanan jual yang masih cukup dominan pada sesi perdagangan hari Kamis walaupun menjelang penutupan indeks berhasil mengalami rebound.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar