DISCLAIMER

This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).

Kamis, 24 Mei 2012

Bank Mutiara Dapat SP II dari BEI


INILAH.COM, Jakarta - PT Bank Mutiara Tbk (BCIC) mendapatkan surat peringatan (SP) II dan denda sebesar Rp50 juta dari Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dalam keterbukaannya ke BEI kemarin malam, Direktur Utama Bank Mutiara Maryono menjelaskan hal tersebut disebabkan adanya keterlambatan penyampaian laporan keuangan auditan perseroan tahun 2011 dan laporan interim per 30 Maret 2012. "Namun, laporan keuangan tersebut akan kami sampaikan sesegera mungkin," tukasnya.

Sementara, Anggota Dewan Komisioner LPS Mirza Adityaswara pernah menyampaikan laba unaudited PT Bank Mutiara Tbk tercatat melonjak 49,2% menjadi Rp291 miliar dibandingkan tahun sebelumnya. "Laba Bank Mutiara tercatat sebesar Rp291 miliar pada akhir Desember 2011, naik dibanding tahun 2010 sebesar Rp218 miliar," ucapnya.

Sementara kredit yang disalurkan Bank Mutiara sepanjang 2011 mencapai Rp9,4 triliun, naik 49,2% dibanding tahun 2010 sebesar Rp6,3 triliun. "Ada perbaikan dari sisi NPL (non performing loan atau kredit bermasalah) dari 24,8% (gross) pada 2010 menjadi 5,5% (gross) pada 2011," terangnya.

Lebih jauh Mirza mengatakan, total dana pihak ketiga yang berhasil dihimpun naik 25,84% menjadi Rp11,2 triliun pada Desember 2011, dibanding akhir tahun 2010 sebesar Rp8,9 triliun. Dan rasio pinjaman terhadap simpanan (loan to deposit ratio) naik dari 70,9% di 2010, menjadi 83,9% di 2011.

Adapun total aset Bank Mutiara sebesar Rp13,13 triliun pada 2011, naik dibanding posisi tahun 2010 sebesar Rp10,78 triliun. "Ekuitas naik dari Rp774 miliar menjadi Rp1,002 triliun," tutup Mirza. [ast]

http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1864772/bank-mutiara-dapat-sp-ii-dari-bei

Tidak ada komentar:

Posting Komentar