DISCLAIMER

This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).

Rabu, 23 Mei 2012

LCGP Fokuskan Bisnis ke Sektor Migas


IMQ, Jakarta —  PT Laguna Cipta Griya Tbk (LCGP) akan memfokuskan bisnisnya pada sektor migas setelah meninggalkan bisnis utama sebelumnya yaitu pada sektor properti.

Direktur LCGP, Danny Boestami mengungkapkan pada 2012 ini perseroan akan memulai produksi pada konsesi tambang yang ada pada daerah Langsa, Nangroe Aceh Darussalam (NAD). 

"Bisnis perseroan nanti sepenuhnya akan fokus pada oil and gas," katanya ketika ditemui wartawan di Jakarta, Rabu (23/5).

Danny menambahkan mulai berproduksinya wilayah tambang Langsa ini diharapkan telah dapat beroperasi pada September 2012 mendatang, dimana untuk tahap awalnya diprediksi memiliki kapasitas produksi sekitar 2 ribu barel per hari. 

"Meski demikian hingga akhir 2012 ini diproyeksikan kapasitas produksi secara rata-rata kapasitas yang baru dapat direalisasikan mencapai 650 barel per hari," terangnya.

Untuk langkah terjun pada sektor migas ini lanjutnya, perseroan berencana akan menerbitkan saham baru (right issue) sebanyak 3,659 miliar lembar dengan harga Rp100 per lembar sahamnya.

"Perseroan berharap dapat meraup dana segar sekitar Rp365,95 miliar yang akan digunakan sebagai dana penyertaan dalam kerjasamanya dengan Blue Sky Langsa Ltd melalui skema Joint Operation Agreement (JOA)," tuturnya.

Ia menambahkan secara keseluruhan penyertaan yang dibutuhkan untuk JOA dengan Blue Sky Langsa Ltd ini adalah sekitar US$48 juta. 

"Dengan berpindah bisnis dari properti ke oil and gas, perseroan berharap meraih pendapatan pada tahun ini mencapai Rp108 miliar atau melesat dibanding periode yang sama 2011 sebesar Rp5 miliar," jelasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar