INILAH.COM, Jakarta – Meskipun belum disetujui pemegang saham, Bank Nagari tetap merencanakan Initial Public Offering (IPO) tahun depan. Namun, rencana itu terancam batal jika pemegang saham menilai Bank Nagari memiliki dana cukup untuk pengembangan usaha.
Saham Bank Nagari dikuasai oleh Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kota, dan Pemerintah Kabupaten di Sumatera Barat. "Jika mereka mengatakan masih memiliki modal yang cukup untuk mengembangkan bisnis Bank, IPO tidak dilanjutkan," ujarnya. Direktur Utama Bank Nagari Suryadi Asmi di Jakarta, Rabu (23/5/2012).
Dia mengutarakan sebelumnya Pemprov sebagai pemegang saham pengendali Bank Nagari mengamatkan jikapun dilakukan IPO, Bank hanya akan melepas 40% saham ke publik. "Tapi itu juga akan tergantung nanti, tidak sekaligus tapi bertahap, apakah akan dimulai dengan 20% terlebih dulu atau 30%, itu tergantung nanti."
Dia juga mengungkapkan pemegang saham akan mengucurkan modal sebesar Rp100 miliar lagi ke Bank Nagari dan diharapkan itu akan cair akhir tahun ini. Adapun posisi modal dasar Bank berdasarkan hasil RUPST April lalu mengalami kenaikan dari Rp1 triliun di 2011 menjadi Rp2 triliun di 2012.
"Kita pun berharap dengan semakin bertumbuhkan bisnis di Bank Nagari ini, pemegang saham bisa menyetorkan modal sebesar Rp150 miliar hingga Rp200 miliar akhir tahun ini," tegasnya. [tjs]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar