DISCLAIMER

This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).

Rabu, 23 Mei 2012

Go Public Bank Nagari Terancam Gagal


INILAH.COM, Jakarta – Meskipun belum disetujui pemegang saham, Bank Nagari tetap merencanakan Initial Public Offering (IPO) tahun depan. Namun, rencana itu terancam batal jika pemegang saham menilai Bank Nagari memiliki dana cukup untuk pengembangan usaha.

Saham Bank Nagari dikuasai oleh Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kota, dan Pemerintah Kabupaten di Sumatera Barat. "Jika mereka mengatakan masih memiliki modal yang cukup untuk mengembangkan bisnis Bank, IPO tidak dilanjutkan," ujarnya. Direktur Utama Bank Nagari Suryadi Asmi di Jakarta, Rabu (23/5/2012).

Dia mengutarakan sebelumnya Pemprov sebagai pemegang saham pengendali Bank Nagari mengamatkan jikapun dilakukan IPO, Bank hanya akan melepas 40% saham ke publik. "Tapi itu juga akan tergantung nanti, tidak sekaligus tapi bertahap, apakah akan dimulai dengan 20% terlebih dulu atau 30%, itu tergantung nanti."

Dia juga mengungkapkan pemegang saham akan mengucurkan modal sebesar Rp100 miliar lagi ke Bank Nagari dan diharapkan itu akan cair akhir tahun ini. Adapun posisi modal dasar Bank berdasarkan hasil RUPST April lalu mengalami kenaikan dari Rp1 triliun di 2011 menjadi Rp2 triliun di 2012.

"Kita pun berharap dengan semakin bertumbuhkan bisnis di Bank Nagari ini, pemegang saham bisa menyetorkan modal sebesar Rp150 miliar hingga Rp200 miliar akhir tahun ini," tegasnya. [tjs]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar