DISCLAIMER

This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).

Selasa, 22 Mei 2012

INDS incar laba bersih Rp 149,47 miliar


JAKARTA. PT Indospring Tbk (INDS) menargetkan perolehan laba bersih 2012 sebesar Rp 149,47 miliar. Angka tersebut meningkat sekitar 24,12% dibandingkan realisasi laba bersih 2011 yang sebesar Rp 120,42 miliar.

Dalam keterbukaan informasi yang diberikan perusahaan hari ini (22/5), disebutkan peningkatan laba bersih ini akan didorong dengan target peningkatan penjualan 2012 yang mencapai Rp 1,57 triliun atau naik 27,7% jika dibandingkan perolehan penjualan di 2011 yang tercatat sebanyak Rp 1,23 triliun.

“Kami yakin industri otomotif akan stabil sehingga permintaan akan spare part juga stabil bahkan akan cenderung meningkat,” kata Direktur INDS, Bambang Hero Sanyoto.

Produsen per kendaraan ini pun masih mengandalkan pasar lokal untuk memasarkan produknya. Sekitar 68% hasil produknya dijual ke pasar domestik, dan sisanya sekitar 32% untuk ke pasar ekspor.

Pasar domestik sendiri diperkirakan bisa menyumbang penjualan hingga sekitar Rp 1,07 triliun, sementara ekspor dipercaya akan menyumbang sebanyak 32% atau sebanyak Rp 504,25 miliar.

“Meski begitu kami juga tetap mewaspadai kenaikan harga komoditas dan perlambatan permintaan komoditi,” pungkasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar