IMQ, Jakarta — Pefindo menegaskan peringkat 'AA-' untuk PT Medco Energi Internasional Tbk, serta rencana penerbitan obligasi III-2012 sebesar Rp1,5 triliun.
Menurut analis Pefindo Niken Indriarsih dana hasil penerbitan obligasi ini untuk akuisisi, refinancing dan kebutuhan perseroan. Prospek dari peringkat tersebut adalah stabil dari negatif yang mencerminkan profil keuangan perseroan lebih baik dipacu penerapan kebijakan keuangan.
"Peringkat ini juga menceminkan harga minyak mentah yang masih menguntungkan sebab Medco E&P terus fokus dan posisi likuditas yang kuat," kata Niken dalam risetnya Rabu (23/5).
Namun, peringkat dibatasi oleh resiko perusahaan yang menjalankan eksplorasi dan kegagalan produksi serta minyak dan cadangan yang kian menipis.
Medco adalah perusahaan minyak dan gas terbesar di Indonesia. Perusahaan milik Hilmi Panigoro ini bergerak di bidang hilir (ethanol, LPG, distribusi diesel dengan berkecepatan tinggi), dan pembangkut listrik.
Pada 2011, pendapatan perseroan dihasilkan dari minyak dan gas sebesar 70%, hilir 20% dan pembangkit listrik 8%, serta kontrak 1%. Adapun struktur pemegang saam perseroan, antara lain Encore Energy Pte. Ltd (50,7%), saham treasury (11,7%) dan publik (37,6%). Encore Energy dimiliki oleh keluarga Panigoro, melalui Encore International (60,6%), dan Mitsubishi Corp (39,4%).
Tahun lalu laba bersih Medco tercatat sebesar $89,22 juta atau naik 1% dibandingkan dengan 2010 yang mencapai $88,16 juta. Laba cenderung stagnan karena volume penjualan yang flat.
Medco mencatatkan pendapatan pada 2011 sebesar US$1,143 miliar atau naik 23% dibanding dengan tahun lalu US$929,85 juta. Kontribusi terbesar datang dari naiknya penjualan minyak dan gas sebesar US$800,48 juta. Migas mengkontribusikan 70% dari total penjualan dan pendapatan usaha, sementara sisanya $342,82 berasal dari kegiatan usaha non migas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar