DISCLAIMER

This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).

Minggu, 20 Mei 2012

Morning Brief - 21 Mei 2012


Market Outlook

Menjelang sesi perdagangan hari Senin, IHSG diperkirakan masih akan cenderung mengalami tekanan akibat buruknya sentimen pasar selama sepekan terakhir. Bursa global mengakhiri hari Jumat dengan indeks Dow Jones ditutup melemah ke 12,369.40 atau turun 73.11 poin. Indeks NASDAQ dan S&P juga gagal menguat dan ditutup masing-masing di 2,778.79 dan 1,295.22.

Bursa Eropa juga memerah akibat masih adanya ketidakpastian politik di Yunani yang dikhawatirkan dapat berujung pada keluarnya Yunani dari euro. Selain itu, memburuknya kondisi sistem perbankan di Spanyol juga menambah deretan katalis negatif yang terus melanda sentimen pasar. Yield dari obligasi 10-tahun Spanyol pekan lalu sempat naik mencapai 6.5%, pertama kali sejak 29 November 2011 sementara yield obligasi 10-tahun Italia juga ikut menanjak hingga mencapai 5.78%. Level yield 6% dianggap sebagai batasan signifikan dimana yield dianggap terlalu tinggi sehingga berpotensi negatif terhadap sentimen para investor.

Pertemuan G8 pada akhir pekan menegaskan bahwa Yunani harus bertahan dalam euro dan memenuhi kewajibannya untuk dalam mengurangi biaya-biaya  sebagaimana telah disepakati beberapa bulan yang lalu. Berdasarkan survey dari Bloomberg 10 Mei lalu, lebih dari 50% investor memprediksikan Yunani akan keluar dari euro.

IPO Facebook Inc. yang berlangsung hari Jumat lalu juga gagal menjadi katalis positif dan sebaliknya hasil IPO ini dianggap mengecewakan karena kenaikan harga saham Facebook hanyalah sebesar 0.6%, jauh dari ekspektasi pasar, bahkan FB sempat kembali ke harga awal yaitu $38. Meskipun demikian, penjualan 421.2 juta saham Facebook berhasil meraup $16 miliar dana segar bagi FB dan meningkatkan nilai pasarnya menjadi $104.2 miliar.

Secara keseluruhan, pekan mendatang masih akan diwarnai oleh kekhawatiran pasar akan prospek keluarnya Yunani dari euro, berkurangnya dukungan terhadap program austerity Eropa akibat tergesernya Nicholas Sarkozy dan terancamnya posisi Angela Merkel sebagai kanselir Jerman. Selain itu juga kesehatan perbankan Spanyol semakin dipertanyakan akhir-akhir ini, terutama setelah sektor perbankan Spanyol terkena downgrade.

Faktor Amerika juga berpengaruh karena meskipun perekonomian tumbuh, namun pertumbuhannya tidak sesuai dengan ekspektasi pasar. Berlalunya earnings season yang berhasil menahan tekanan jual di bursa Amerika juga berpotensi negatif bagi sentimen pasar. Di tingkat regional, perlambatan ekonomi China menjadi faktor negatif utama di tingkatan regional. 

Dari dalam negeri, masalah pengenaan pajak ekspor komoditi dan belum pastinya kenaikan harga BBM menjadi dua katalis negatif bagi investor di Indonesia. Perkembangan terakhir seputar pengenaan pajak ekspor adalah dimana kementrian keuangan mengumumkan bahwa dari 14 kategori mineral yang diajukan sebelumnya bulan ini, jumlah tersebut ditambah hingga menjadi 65 kategori, namun diluar batubara. Pajak yang akan dikenakan ini adalah sebesar 20%. Yang termasuk dalam regulasi ini adalah 21 bijih logam, 10 bijih non-logam, dan 34 bijih sedimen batuan. Secara rata-rata, jumlah pajak yang dikenakan adalah 20%. Pengenaan pajak ini akan mendatangkan pemasukan sebesar US$2 miliar bagi pemerintah dimana nilai ekspor tahunan adalah US$10 miliar per tahun. Selain itu, regulasi ini juga mewajibkan pemegang ijin pertambangan harus mengajukan surat rekomendasi kepada kementerian ESDM sebelum mengekspor bijih mineral. Permintaan ekspor ini baru akan disetujui apabila perusahaan-perusahaan yang mengajukannya telah memenuhi persyaratan-persyaratan tertentu seperti memiliki ijin “clean and clear” sebagai bukti bahwa mereka telah mematuhi prosedur yang telah diatur dalam Undang-undang Mineral dan Batubara.

Click here to download the full update (PDF)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar