DISCLAIMER

This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).

Senin, 21 Mei 2012

Bumi Resources Tetap Komitmen Turunkan Utang


INILAH.COM, Jakarta - PT Bumi Resources Tbk menegaskan untuk tetap berupaya menurunkan utang perseroan.

Hal itu disampaikan Presiden Komisaris PT Bumi Resources Tbk, Samin Tan, Senin (21/5/2012). "Semua sepakat salah satu yang dilakukan yaitu menurunkan utang BUMI. Seperti kabar yang beredar di pasar 2-3 bulan ini antara lain status PT Bumi Resources Mineral Tbk akan direview sebagai sumber untuk kurangi utang, tapi secara jangka panjang bukan dari penjualan aset," tutur Samin. Dalam laporan keuangan per 31 Desember 2011, utang perseroan sekitar US$3,8 miliar.

Selain itu, perseroan juga akan menggenjot produksi batu bara untuk mencapai kinerja yang baik. Produksi batu akan mencapai 85 juta ton pada 2014.

Sebelumnya hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memutuskan menyetujui membagikan dividen 2011 sebesar 15% dari laba bersih 2011.

"Hasil RUPST PT Bumi Resources Tbk akan membagikan dividen sebesar 15% dari laba bersih 2011. Pembagian dividen sekitar Rp14,31 per saham, pembayaran dividen akan dilakukan akhir Juni," ujar Direktur PT Bumi Resources Tbk, Dileep Srivastava, Senin (21/5/2012).

Dileep menuturkan, pembagian dividen 2011 sekitar 15% dari laba bersih tersebut karena perseroan ingin menurunkan posisi utang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar