INILAH.COM, Jakarta - Hasil persetujuan para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menyepakati pembagian dividen sebesar 60% dari laba bersih 2011.
Pembagian dividen tunai senilai Rp891 miliar itu merupakan dividen khusus dengan rasio yang lebih tinggi. "Kalbe berkomitmen untuk mencapai kinerja operasional dan keuangan untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham," ujar Direktur dan Corporate Secretary PT Kalbe Farma Tbk, Vidjongtous, Rabu (23/5/2012).
Selain itu pada tahun 2011, Kalbe mencatat total penjualan bersih Rp10,912 triliun atau sebesar 6,7%. Sementara laba bersih mencapai Rp1,4 miliar atau meningkat 15,2% dibanding 2010.
Kemudian seperti diungkap dalam rilisnya PT Kalbe Farma juga mengadakan perbaikan arus kas Perseroan. Hal itu tampak dari meningkatnya arus kas aktivitas operasional perusahaan dari Rp1,2 triliun tahun 2010 menjadi Rp1,4 triliun di tahun 2011.
Disamping itu dalam peningkatan kerja, PT Kalbe Farma Tbk memfokuskan pada distribusi produksi di luar Jawa. Menurut Vidjongtous selama ini banyak tantangan yang dihadapi oleh Kalbe Farma terutama dalam masalah distribusi. Salah satu diantaranya masalah infrastruktur.
"Kendala kami adalah dalam hal infrastruktur, terutama di lalu lintas pelabuhan. Itulah alasannya mengapa kami membuka cabang di luar Jawa seperti Palembang," paparnya.
Adapun untuk pembangunan pabrik, jelas Vidjongtius untuk saat ini sedang dilakukan pembangunan proyek di Pulo Gadung dan Cikarang. [hid]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar