DISCLAIMER

This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).

Rabu, 23 Mei 2012

Kalbe Farma Bagi Dividen 60% dari Laba 2011


INILAH.COM, Jakarta - Hasil persetujuan para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menyepakati pembagian dividen sebesar 60% dari laba bersih 2011.

Pembagian dividen tunai senilai Rp891 miliar itu merupakan dividen khusus dengan rasio yang lebih tinggi. "Kalbe berkomitmen untuk mencapai kinerja operasional dan keuangan untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham," ujar Direktur dan Corporate Secretary PT Kalbe Farma Tbk, Vidjongtous, Rabu (23/5/2012).

Selain itu pada tahun 2011, Kalbe mencatat total penjualan bersih Rp10,912 triliun atau sebesar 6,7%. Sementara laba bersih mencapai Rp1,4 miliar atau meningkat 15,2% dibanding 2010.

Kemudian seperti diungkap dalam rilisnya PT Kalbe Farma juga mengadakan perbaikan arus kas Perseroan. Hal itu tampak dari meningkatnya arus kas aktivitas operasional perusahaan dari Rp1,2 triliun tahun 2010 menjadi Rp1,4 triliun di tahun 2011.

Disamping itu dalam peningkatan kerja, PT Kalbe Farma Tbk memfokuskan pada distribusi produksi di luar Jawa. Menurut Vidjongtous selama ini banyak tantangan yang dihadapi oleh Kalbe Farma terutama dalam masalah distribusi. Salah satu diantaranya masalah infrastruktur.

"Kendala kami adalah dalam hal infrastruktur, terutama di lalu lintas pelabuhan. Itulah alasannya mengapa kami membuka cabang di luar Jawa seperti Palembang," paparnya.

Adapun untuk pembangunan pabrik, jelas Vidjongtius untuk saat ini sedang dilakukan pembangunan proyek di Pulo Gadung dan Cikarang. [hid]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar