Seperti yang dikhawatirkan sebelumnya, IHSG kembali tersungkur pada sesi perdagangan hari Senin, sesi perdagangan pertama setelah libur panjang pekan lalu. IHSG berakhir turun 13.72 poin atau 0.65% di 3,940.11, sementara indeks LQ-45 berakhir di 665.02, turun 10.01 poin atau 1.48% dan indeks IDX30 turun 1.72% atau 5.85 poin di 335.46.
Bursa regional sebaliknya tidak terlalu terpuruk dengan indeks Nikkei dan KOSPI berhasil berakhir di zona hijau dengan masing-masing kenaikan 0.26% dan 0.94%. Indeks Hang Seng sebaliknya turun tipis 0.16% atau 29.53 poin.
Di antara sepuluh sektor yang ada, hanya sektor properti yang berakhir positif dengan kenaikan 0.86%. Sembilan sektor lainnya melemah dengan dipimpin oleh sektor aneka industri (-1.78%), sektor keuangan (-1.37%) dan sektor infrastruktur (-1.31%).
Dari daftar saham-saham terekomendasi, TRAM terkena stopnya di 850, sehingga rekomendasi ini berakhir. Sementara itu, dari tujuh rekomendasi terbaru yang dirilis hari ini, enam telah tercapai entry pricenya: PNBN, SCMA, SDRA, TRIM, VIVA dan WINS. PGAS yang pekan lalu belum tercapai entry pricenya juga telah berhasil mencapai entry pricenya di 3850. PNBN memberikan kinerja terbaik hari ini dengan kenaikan 4.76% sedangkan terburuk adalah PGAS dengan penurunan 5.66%.
Penurunan indeks hingga 3,907.51 menunjukkan bahwa sentimen investor masih sangat lemah dan meskipun mengalami rebound menjelang penutupan, indeks masih berpotensi melemah kembali di sesi-sesi mendatang. Support terdekat untuk indeks ada di 3,907.51 (terendah Senin) dan berikutnya di 3,875, 3,854, 3,846, dan 3,838. Resistance terdekat berada di 3,984.73, 4,032.51, 4,071.12, 4,109.73 dan 4,157.51.
Faktor Eropa tetap menjadi faktor negatif yang dominan, terutama Yunani dan Spanyol. Dari dalam negeri, pajak ekspor hasil tambang yang diumumkan pekan lalu juga menjadi katalis negatif terutama pada sektor pertambangan. Dari China dilaporkan bahwa PM Wen Jiabao mengatakan akan memprioritaskan stabilisasi pertumbuhan ekonomi, namun tidak menyinggung mengenai isu inflasi. Pemerintah China diperkirakan akan mengumumkan paket stimulus dalam waktu dekat menurut berita yang dipublikasikan oleh Xinhua.
Walaupun sementara ini kontrak berjangka indeks Amerika menanjak, kenaikan pada indeks-indeks utama seperti Dow Jones dan S&P 500 belum bisa dipastikan merupakan reversal dari penurunan beruntun yang terjadi baru-baru ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar