INILAH.COM, Jakarta - PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) kemungkinan akan masuk dalam Bukit Asam Transpacific Railway (BATR) bila proyek BATR telah matang.
Hal itu disampaikan Managing Director grup Rajawali, Daryoto Setyawan, Rabu (23/5/2012). Daryoto menuturkan, saat ini proyek BATR masih dalam tahap green field. Sehingga perseroan belum melibatkan PT Nusantara Infrstructure Tbk dalam proyek tersebut.
Proyek BATR tersebut menangani proyek kereta api sepanjang 270 KM senilai US$2 miliar dan proyek tambang batu bara bersama PT Tambang Bukit Asam Tbk. BATR merupakan proyek infrastruktur besar yang belum melibatkan META karena masih tahap green field.
"Bila proyek ini sudah matang maka ada kesempatan META untuk mempelajari dan dipersilahkan untuk melirik proyek tersebut. Sinergi ini memang menunggu waktu yang tepat," ujar Darjoto, Rabu (23/5/2012). Grup Rajawali memiliki saam perseroan hingga 23,6% sejak November 2010.
Proyek BATR dimiliki sekitar 90% oleh Rajawali Asia dan 10% oleh PT Tambang Bukit Asam. Dengan konstruksi pengerjaan rel kereta api mulai dilakukan pada 2013 sehingga dapat beroperasi pada 2016. Total nilai proyek ini mencapai US$2 miliar. Pendanaan untuk proyek tersebut sekitar US$1,3 miliar akan didapatkan dari pinjaman yaitu China Development Bank, ICBC, Bank of China and Exim Bank of China.
Sementara itu, PT Nusantara Infrastructure Tbk merupakan perusahaan di bidang investasi dan pengelolaan konsesi infrastruktur. Saat ini perseroan mengoperasikan jalan tol dan pelabuhan laut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar