DISCLAIMER

This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).

Rabu, 23 Mei 2012

Perluas Pabrik, LMPI Menuju Rp500


INILAH.COM, Jakarta – PT Langgeng Makmur Industri (LMPI) akan memperluan pabrik demi mengantisipasi tingginya permintaan menjelang Lebaran.

Menjelang pertengahan tahun ini, permintaan akan produk plastik dan rumah tangga yang dihasilkan LMPI melonjak signifikan. Lonjakan permintaan ini datang dari konsumen dalam negeri dan luar negeri.

Dari dalam negeri, permintaan produk plastik dan rumah tangga bertumbuh sebesar 37%. Sedangkan dari luar negeri, konsumen menyumbang pertumbuhan permintaan sebesar 18% hingga akhir April tahun ini.

Untuk mengantisipasi permintaan yang diperkirakan akan semakin melonjak menjelang Lebaran, maka pihak LMPI akan memperluas lahan pabrik dan menambah jalur produksinya. Dengan perluasan ini, kapasitas produksinya akan meningkat dari 40 ribu ton per tahun menjadi 60 ribu ton per tahun.

Target harga saham LMPI akan mencapai Rp 500 per lembar. Salah satu investor asing pemilik saham LMPI ditengarai sedang merencanakan untuk menyuntik dana segar kepada LMPI untuk rencana perluasan pabriknya itu.

Pada perdagangan Rabu (23/5/2012) kemarin, LMPI ditutup di level Rp 285 atau naik 25 poin (+9.62%) dengan volume senilai lebih dari Rp 3.54 miliar. [ast]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar