DISCLAIMER

This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).

Selasa, 22 Mei 2012

Semen Gresik Bidik Pendapatan Naik 15%


INILAH.COM, Jakarta - PT Semen Gresik Tbk (SMGR) memperkirakan pertumbuhan pendapatan triwulan II 2012 sebesar 15% year on year (yoy).

"Proyeksi kuartal 2 masih bagus. Growth-nya 15 persen dibandingkan kuartal 2 tahun lalu," ujar Direktur Utama Semen Gresik, Dwi Soetjipto di Jakarta, Selasa (22/5/2012).

Keyakinan adanya pertumbuhan ini sehubungan dengan jenis bahan bakar yang digunakan perseroan di pabriknya, yaitu batu bara. Menurutnya, batu bara lebih murah dari segi biaya dibanding menggunakan gas.

"Industri semen pada umumnya pakai batu bara. Jadi pada umumnya tidak terpengaruh dengan gas. Kalau sekarang gas sudah naik, mungkin bisa terpengaruh," tuturnya.

Pada 2011, perseroan mengantongi kenaikan laba sebesar 8% menjadi Rp3,92 triliun dari tahun sebelumnya Rp3,63 triliun. Kenaikan laba diikuti kenaikan pendapatan menjadi Rp16,37 triliun pada 2011, dari tahun sebelumnya Rp14,34 triliun. Beban pokok pendapatan perseroan naik menjadi Rp8,89 triliun pada 2011, dari tahun sebelumnya Rp7,53 triliun.

Laba kotor perseroan naik menjadi Rp7,48 triliun pada 2011, dari tahun sebelumnya Rp6,81 triliun. Dan laba usaha naik menjadi Rp4,89 triliun pada 2011 dari tahun sebelumnya Rp4,5 triliun. [hid]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar