DISCLAIMER

This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).
Tampilkan postingan dengan label PBRX. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PBRX. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Juli 2012

Pan Brothers Incar Pendapatan Rp2,8 Triliun


INILAH.COM, Jakarta - PT Pan Brothers Tbk (PBRX) menargetkan pendapatan tahun ini mencapai Rp2,8 triliun.

Demikian mengutip keterangan perseroan, Senin (23/7/2012). Hal ini sejalan dengan penyelesaian dua pabrik baru di Jawa Tengah yang diharapkan dapat beroperasi pada tahun ini. Terget tersebut didukung kapasitas produksi PBRX dapat mencapai 38,5 juta potong.

Selama 2011, total mesin jahit terpasang PBRX mencapai 13.250 unit, mencerminkan penambahan 4.800 unit dari 8.450 unit di tahun sebelumnya. Hal ini terutama dilakukan untuk meningkatkan kapasitas pabrik PT Pancaprima Ekabrothers di Jawa Tengah.

Hasilnya, jumlah pakaian yang diproduksi PBRX melonjak 39% YoY pada 2011 atau mencapai 34 juta potong. PBRX membagi wilayah penjualannya menjadi empat wilayah geografis, antara lain Amerika Serikat, Eropa, domestik dan negara lainnya. Sebagai perusahaan yang berorientasi ekspor, PBRX tetap konsisten dalam menunjukkan kinerja yang sangat baik sehingga membuatnya dapat diandalkan oleh pembeli asing.

http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1885855/pan-brothers-incar-pendapatan-rp28-triliun

Sabtu, 21 Juli 2012

Masuk ritel, PBRX ingin pasarkan merek sendiri


JAKARTA. Bertahan selama tiga dekade memproduksi pakaian jadi untuk sejumlah merek internasional, emiten garmen PT Pan Brothers Tbk siap melebarkan sayap dengan menjajaki bisnis ritel.
Sekretaris Perusahaan Pan Brothers, Iswandeni, mengatakan alasan perseroan berekspansi ke bisnis ritel karena telah menguasai segala sisi produk garmen. "Dan bisnis ritel ini juga sangat prospektif jika masuk ke speciality," kata dia kepada KONTAN, Jumat (20/7).
Emiten dengan kode saham PBRX itu, telah melayani produksi pakaian jadi untuk 25 merek pakaian ternama di dunia, seperti Calvin Klein, Jack Nicklaus, Marks & Spencer, dan Quick Silver.
Pan Brothers memiliki tiga anak usaha, salah satunya PT Pancaprima Ekabrothers yang memasok heavy garment seperti jaket dan mantel untuk Nike, Adidas, dan Hugo Boss.
Adapula PT Hollit International yang baru diakuisisi tahun lalu. Hollit bergerak di bidang pengembangan produk sesuai perkembangan mode, sekaligus menyiapkan bahan baku yang cocok dengan produk itu. Beberapa klien Hollit adalah Calvin Klein Jeans, Armani Jeans, Tommy Hilfiger, dan Guess Inc. Anak usaha lainnya adalah PT Ocean Asia Industry yang memproduksi aneka jenis kain rajut.
Pan Brothers sedang mempertimbangkan beberapa opsi untuk ekspansi ke bisnis ritel, salah satunya dengan membangun in-house brand atau menjual dengan merek sendiri. Ekspansi ini diharapkan sudah bisa mulai direalisasikan tahun depan. Sebagai lini usaha baru, Pan Brothers belum menargetkan muluk-muluk. "Mungkin di tahun kedua dan seterusnya baru memiliki gambaran yang jelas," tutur Iswandeni.
Manajemen menjelaskan bisnis garment manufacture masih akan mendominasi kinerja Pan Brothers dalam beberapa tahun mendatang. Iswandeni enggan menyebutkan kontribusi masing-masing unit bisnisnya terhadap pendapatan perseroan. "Porsi terbesar memang di sektor garmen. Sektor tekstil baru masuk jadi belum maksimal," kata dia.
Demi mengembangkan bisnis ritel, Pan Brothers mengalokasikan dana senilai Rp 35 miliar. Lantaran bisnis ritel ini termasuk lini baru bagi perseroan, maka kendala utamanya adalah persiapan sumber daya manusia. "Saat ini kami sedang menyiapkan organisasi untuk mendukung itu," ungkap Iswandeni.
Manajemen menyatakan ekspansi bisnis ke sektor ritel tidak akan bersaing dengan merek-merek ternama yang sudah mereka tangani. Pan Brothers akan menyiapkan beberapa segmen, baik kelas atas maupun kelas menengah. Perseroan ini selama ini mengerjakan pakaian jadi sejumlah merek papan atas.
Sebagian besar produk Pan Brothers menyasar pasar ekspor seperti Amerika Serikat, Eropa, Kanada, Jepang, Australia, serta beberapa negara di Asia. Sebagai perusahaan dengan eksposur yang besar terhadap kondisi ekonomi global, Pan Brothers tentu rentan terhadap krisis Eropa saat ini.
Menghadapi situasi itu, Pan Brothers mengatur porsi penjualan, dengan menggenjot pasar Asia. "Kami mulai memperbesar porsi Asia. Porsi Asia akan naik terus. Saat ini sudah di atas 10% dengan porsi terbesar pasar Jepang," ungkap Iswandeni.
Kapasitas mesin jahit terpasang Pan Brothers dan anak usahanya di 2012 mencapai 13.250 unit mesin. Pada tahun ini, perseroan tengah menyelesaikan pembangunan dua pabrik pakaian jadi di Boyolali Jawa Tengah. Targetnya, pabrik ini selesai Agustus 2012 dan mulai beroperasi pada akhir 2012. Kehadiran pabrik baru berpotensi menambah produksi hingga 15%.
Iswandeni mengatakan produksi terpasang secara konsolidasi pada 2012 akan mencapai 42 juta potong per tahun. Pan Brothers menargetkan penjualan tahun ini tumbuh 30% menjadi US$ 320 juta. Tapi manajemen enggan mengungkapkan target laba bersih tahun ini.
Selain membentuk usaha baru di bisnis ritel, Pan Brothers tak lupa mengembangkan bisnis hulu. Anak usaha PBRX, PT Ocean Asia Industri, mulai beroperasi tahun ini dan memiliki pabrik tekstil untuk mengerjakan bahan kaos. Sektor hulu akan melengkapi dan memperkuat posisi Pan Brothers di persaingan industri garmen.

Selasa, 15 Mei 2012

Market Wrap - 15/05/2012

Market Review

Setelah sempat mencapai area positif di 4,068.72, IHSG akhirnya kembali melemah hingga ditutup di 4,045.64, turun 7.42 poin atau 0.18%. Sementara itu, indeks LQ-45 dan IDX30 juga masing-masing melemah 0.55 poin dan 0.2 poin.


Tertekannya sentimen pasar masih terkait pada isu Eropa, terutama pada Yunani, Perancis dan Jerman. Gagalnya pembentukan pemerintahan baru di Yunani membuka jalan diadakannya pemilu ulang disana. Jika partai yang anti austerity berhasil memenangi pemilu ulang, dikhawatirkan Yunani akan melanggar kesepakatan yang telah disetujui sebelumnya pada masa pemerintahan sebelumnya. Resiko terbesar adalah apabila Yunani keluar dari euro karena masalah ini.

Jerman dan Perancis juga terancam kehilangan dukungannya terhadap program austerity Eropa setelah pada pemilu kemarin Nicholas Sarkozy dikalahkan oleh Francois Hollande yang tidak pro-austerity. Kanselir Jerman Angela Merkel juga terancam kehilangan kekuasaan setelah partainya menderita kekalahan pada pemilu di salah satu daerah terpadat di Jerman baru-baru ini. Tanpa adanya kedua tokoh ini, dikhawatirkan upaya mendisiplinkan anggaran belanja negara-negara anggota Uni Eropa akan gagal atau terhambat.

Meskipun didera oleh berita-berita negatif, namun angin segar datang dari perekonomian Jerman dimana perekonomian dilaporkan tumbuh 0.5% di triwulan pertama, melebihi ekspektasi para analis yang memprediksi pertumbuhan ekonomi sebesar 0.1%. Sementara ini, berita positif dari Jerman ini berhasil mengangkat sentimen bursa Eropa, dan ada potensi untuk mengangkat sentimen bursa Amerika pula. Jika demikian, maka dapat diperkirakan IHSG akan mampu kembali mencoba menanjak kembali menuju area 4,100.

Dari list saham terekomendasi, hari Selasa ini BBCA dan GJTL terkena level stopnya sehingga BBCA exit di 7700 dengan gains 3.36% dan GJTL terkena stop di 2425, atau -11.63%. JPFA yang masuk list saham terekomendasi hari Selasa berakhir di 4550, turun 1.45%. BISI dan ASRI merupakan dua saham yang berhasil berakhir di zona hijau dengan kenaikan masing-masing 1.23% dan 5.56%, sementara kinerja terburuk datang dari JPFA yang turun 2.67% hari Selasa ini, disusul BKSL yang ditutup di 280, turun 1.75%. ROTI, CPIN, ADHI, MNCN dan BBKP tidak mengalami perubahan, atau stagnan.

Click here to download the full update (PDF)

Pan Brothers Bagi-bagi Dividen


INILAH.COM, Jakarta - Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Pan Brothers Tbk (PBRX) memutuskan menyetujui membagikan total dividen 2011 senilai Rp3,063 miliar.

"Dividen 2011 sebesar Rp1 per saham," ujar Wakil Direktur Utama PT Pan Brothers Anne Sutanto, Selasa (15/5/2012).

Sisa laba bersih akan digunakan untuk menambah cadangan umum sebesar Rp9 miliar. Perseroan mencatatkan laba bersih senilai Rp72,12 miliar pada 2011 dari tahun 2010 senilai Rp35,96 miliar. Penjualan perseroan naik menjadi Rp2,17 triliun pada 2011 dari tahun 2010 senilai Rp1,42 triliun.

Selain itu, perseroan juga akan mengubah dana hasil penawaran umum terbatas (PUT) II dengan menambah penggunaan dana dari dana yang berhasil diefektifkan dan dihemat dari rencana semula. Penggunaan dana yang mengalami perubahan yaitu modal kerja perseroan dari 35.446.064.469 atau setara 8,19% menjadi 57.591.401.243 atau setara 13,31%.

Perseroan juga masuk ke sektor hulu dengan anggaran dana sebesar Rp10 miliar dari PUT II dan sektor hilir dengan memasuki sektor retail apparel senilai Rp35 miliar.

Untuk masuk ke retail, ada sejumlah kemungkinan yang bisa dilakukan. Pertama, kemungkinan membuat dan menggunakan in-house brand. Saat ini sedang diolah dan dipersiapkan akhir tahun 2012 atau paling lambat awal tahun depan brand yang diusung sudah akan diperkenalkan. Kedua, joint venture dengan pemilik global brand. Ketiga, akuisisi brand atau retail business.

Dalam RUPST, perseroan juga mengangkat Murali sebagai Direktur. Susunan dewan komisaris antara lain Komisaris Utama dijabat oleh Lee Wan Ju, Wakil Komisaris Utama dijabat oleh Kawiro Susilo, dan Sutjipto dijabat oleh Komisaris Independen.

Susunan dewan direksi antara lain Ludijanto Setijo sebagai Direktur Utama, Anne Sutanto sebagai Wakil Direktur Utama, Kuo Yu Hsiang, Lucia Setiabudi, Fitri Hartono, Lilik Setijo, dan Murali Krishnan sebagai Direktur. [tjs]

Senin, 30 April 2012

Morning Brief - 01/05/2012

Market Outlook


IHSG berhasil mengakhiri sesi hari Senin dengan hasil positif saat ditutup di 4,180.73, naik 16.75 poin atau 0.4%. Sementara itu, indeks LQ-45 berakhir di 711.38, naik 2.99 poin atau 0.42% dan indeks IDX30 juga berhasil membukukan kenaikan sebesar 0.43% atau 1.53 poin di 359.05.

Empat sektor mengalami penurunan, dipimpin oleh sektor infrastruktur (-0.66%), sektor pertanian dan industri dasar (-0.5%) dan sektor pertambangan (-0.39%). Sektor terbaik pada hari Senin adalah sektor barang konsumsi yang menguat 2.78% diikuti oleh sektor manufaktur yang naik 1.16%.

Sebanyak 133 saham mengalami penguatan, hampir sama jumlahnya dengan 130 saham yang mengalami penurunan. Sisanya, sebanyak 102 saham stagnan atau tidak berubah.

Dari empat saham yang masuk rekomendasi hari Senin, AKRA menjadi satu-satunya yang melemah hingga 0.6% , ditutup di 4,125. RAJA yang juga masuk rekomendasi pada akhirnya berada sama seperti penutupan hari Jumat lalu. Selain itu, BMRI dan MAPI masing-masing menguat 1.37% dan 1.46%.

Di bursa Eropa dan Amerika, saham-saham berjatuhan pada sesi Senin, sehingga hal ini mengindikasikan bahwa ada potensi bagi IHSG untuk terkoreksi juga, walaupun penurunan yang dapat terjadi ini akan sebatas pada support di 4140.

Meskipun demikian, indeks yang ditutup cukup solid pada sesi Senin juga masih berpotensi bergerak naik menuju 4,200. Rentang dalam IHSG sendiri berada di sekitar 4140 hingga 4170.

Minggu, 01 April 2012

Stock Outlook - 02/04/2012

Pan Brothers, Tbk. (PBRX)

LAST @ 470
BUY @ 455-470
STOP: 430
TARGET @ 570 / 640 / 750
RESISTANCES @ 490 / 500 / 515 / 535 / 570 / 640 / 750

Catatan:
Jika ENTRY sesuai dengan rekomendasi tanggal 8 Maret, saat ini posisi BUY PBRX @ 470 masih HOLD, dengan stop di 430 dan target diupdate menjadi 570, 640, dan 750

Intraco Penta, Tbk. (INTA)

LAST @ 950
BUY @ 890-910
STOP: 720->880
TARGET @ 980 / 1030 / 1130


Catatan:
Jika ENTRY sesuai dengan rekomendasi tanggal 9 Maret, saat ini posisi BUY INTA @ 800 masih HOLD, dengan stop di 720 digeser ke 880 dan target diupdate menjadi 980, 1030, dan 1130


Rabu, 07 Maret 2012

Stock Outlook - 8/03/2012

Bhakti Investama, Tbk. (BHIT)

LAST @ 270
BUY @ 265-270
TARGET @ 310 / 335 / 380
RESISTANCES @ 285 / 290 / 295 / 300 / 310 / 335 / 380
STOP @ 240

Pan Brothers, Tbk. (PBRX)

LAST @ 470
BUY @ 455 - 470
TARGET @ 560
RESISTANCES @ 490 / 550 / 560 / 625 / 730
STOP @ 430