DISCLAIMER
This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).
Tampilkan postingan dengan label AKRA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AKRA. Tampilkan semua postingan
Senin, 20 Agustus 2012
Sabtu, 21 Juli 2012
Bos AKR Corporindo Lepas 200 Ribu Saham
INILAH.COM, Jakarta - Presiden Direktur PT AKR Corporindo Tbk (AKR) Suresh Vembu melepas kepemilikan sahamnya senilai Rp785 juta, dengan alasan keperluan pribadi.
Berdasarkan keterangan tertulis perseroan di Jakarta, Sabtu (21/7/2012), jumlah saham yang dimilikinya dalam AKR mencapai 640 ribu lembar saham.
Suresh melepas saham sebanyak 200 ribu lembar, dengan nilai Rp3.925 per saham, pada 10 Juli 2012. Angka tersebut setara dengan Rp785 juta. Saham tersebut dilepas Suresh untuk keperluan pribadi.
Adapun komposisi kepemilikan saham berdasarkan laporan keuangan perseroan 2011, yaitu PT Arthakencana Rayatama 2.280.640.320 saham (59,67%), Haryanto Adikoesoemo 13.808.000 saham (0,36%), Soegiarto Adikoesoemo 11.590.000 saham (0,3%), Jimmy Tandyo 6.400.000 saham (0,17%), Bambang Soetiono 816.000 saham (0,02%), Suresh Vembu 757.000 saham (0,02%), dan masyarakat dengan kepemilikan kurang dari 5% 1.507.974.680 saham (39,46%).
http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1885093/bos-akr-corporindo-lepas-200-ribu-saham
Senin, 02 Juli 2012
Morning Brief - 3 Juli 2012
Market Preview
Indeks saham Amerika cenderung melemah setelah dirilisnya data ISM untuk sektor manufaktur menunjukkan bahwa sektor ini melemah untuk pertama kalinya dalam tiga tahun terakhir. Indeks ISM untuk bulan Juni dilaporkan turun dari 53.5 menjadi 49.7, sementara survey Bloomberg sebelumnya memprediksi indeks ini di 52.0.
Sementara itu, data pengeluaran konstruksi menguat 0.9% di bulan Mei dan mencapai level tertinggi dalam hampir 2.5 tahun terakhir. Kenaikan ini dipicu oleh melonjaknya investasi di sektor perumahan dan proyek pemerintah federal. Kenaikan bulan April direvisi menjadi 0.6% dari 0.3% yang dilaporkan sebelumnya. Data ini juga melebihi ekspektasi para analis yang sebelumnya memprediksi kenaikan sebesar 0.2%.
Masuknya ISM ke area kontraksi dan melonjaknya pengeluaran konstruksi berakhir pada pergerakan yang mixed terhadap indeks saham Amerika. Indeks Dow Jones berakhir turun 0.07%, sedangkan indeks S&P dan NASDAQ masih melanjutkan kenaikannya sebesar masing-masing 0.25% dan 0.55%. Bursa Eropa sendiri ditutup menguat signifikan dengan indeks FTSE dan DAX masing-masing menanjak 1.25% dan 1.24%.
Memasuki sesi perdagangan hari Selasa, indeks diperkirakan akan terkonsolidasi antara 3900 hingga 4000 setelah indeks Dow Jones terhenti kenaikannya semalam. Kenaikan tipis pada indeks S&P dan NASDAQ juga mengindikasikan bahwa kenaikan indeks kemungkinan telah mencapai fase konsolidasi. Hal ini diperkuat dengan ditutupnya bursa Amerika pada hari Rabu besok untuk peringatan hari kemerdekaan Amerika.
Dari sisi teknikal, JCI berhasil mencapai zona resistancenya di 3990-4012, dengan level intraday tertinggi di 3997.32. Indeks hanya mencatat level terendah di 3972.36 sehingga hal ini sementara ini memberikan indikasi positif bagi pergerakan indeks pada sesi perdagangan hari Selasa ini. Target bagi indeks berikutnya adalah resistance di 4012 yang bila berhasil dilewati akan membuka jalan untuk penguatan selanjutnya ke pertengahan 4000 hingga mendekati 4100. Support untuk saat ini berada di 3970, 3953, 3939, 3925, dan 3908. Support paling krusial untuk pekan ini tetap berada di 3843.
Indeks saham Amerika cenderung melemah setelah dirilisnya data ISM untuk sektor manufaktur menunjukkan bahwa sektor ini melemah untuk pertama kalinya dalam tiga tahun terakhir. Indeks ISM untuk bulan Juni dilaporkan turun dari 53.5 menjadi 49.7, sementara survey Bloomberg sebelumnya memprediksi indeks ini di 52.0.
Sementara itu, data pengeluaran konstruksi menguat 0.9% di bulan Mei dan mencapai level tertinggi dalam hampir 2.5 tahun terakhir. Kenaikan ini dipicu oleh melonjaknya investasi di sektor perumahan dan proyek pemerintah federal. Kenaikan bulan April direvisi menjadi 0.6% dari 0.3% yang dilaporkan sebelumnya. Data ini juga melebihi ekspektasi para analis yang sebelumnya memprediksi kenaikan sebesar 0.2%.
Masuknya ISM ke area kontraksi dan melonjaknya pengeluaran konstruksi berakhir pada pergerakan yang mixed terhadap indeks saham Amerika. Indeks Dow Jones berakhir turun 0.07%, sedangkan indeks S&P dan NASDAQ masih melanjutkan kenaikannya sebesar masing-masing 0.25% dan 0.55%. Bursa Eropa sendiri ditutup menguat signifikan dengan indeks FTSE dan DAX masing-masing menanjak 1.25% dan 1.24%.
Memasuki sesi perdagangan hari Selasa, indeks diperkirakan akan terkonsolidasi antara 3900 hingga 4000 setelah indeks Dow Jones terhenti kenaikannya semalam. Kenaikan tipis pada indeks S&P dan NASDAQ juga mengindikasikan bahwa kenaikan indeks kemungkinan telah mencapai fase konsolidasi. Hal ini diperkuat dengan ditutupnya bursa Amerika pada hari Rabu besok untuk peringatan hari kemerdekaan Amerika.
Dari sisi teknikal, JCI berhasil mencapai zona resistancenya di 3990-4012, dengan level intraday tertinggi di 3997.32. Indeks hanya mencatat level terendah di 3972.36 sehingga hal ini sementara ini memberikan indikasi positif bagi pergerakan indeks pada sesi perdagangan hari Selasa ini. Target bagi indeks berikutnya adalah resistance di 4012 yang bila berhasil dilewati akan membuka jalan untuk penguatan selanjutnya ke pertengahan 4000 hingga mendekati 4100. Support untuk saat ini berada di 3970, 3953, 3939, 3925, dan 3908. Support paling krusial untuk pekan ini tetap berada di 3843.
Minggu, 20 Mei 2012
Direktur AKRA Dapat Dana Rp1,53M
INILAH.COM, Jakarta - Direktur PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) Suresh Vembu memperoleh dana sebesar Rp1,53 miliar dari hasil penjualan saham sebesar 400 ribu saham seharga Rp3.825.
Hal itu disampaikan manajemen AKRA dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (17/5/2012). Dengan penjualan saham tersebut kepemilikan saham Suresh Vembu menjadi 640 ribu saham. Transaksi penjualan saham tersebut dilakukan pada 11 Mei 2012. Tujuan dari transaksi tersebut untuk keperluan pribadi.
Selasa, 15 Mei 2012
AKR Tuntaskan Akuisisi Jabal Nor
INILAH.COM, Jakarta - PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) akan menambah saham PT Jabal Nor menjadi 59,4%. Pembelian saham perusahaan pertambangan itu diperkirakan selesai dalam bulan ini atau selambatnya Juni 2012.
Hal itu disampaikan Direktur Utama PT AKR Corporindo Tbk Haryanto Adikoesoemo, saat paparan publik perseroan, Selasa (15/5/2012). "Saat ini kami memiliki saham sebesar 33,4% di PT Jabal Nor, dan kami akan tambah menjadi 59,4%, diharapkan selesai pada Mei-Juni 2012," ujar Haryanto.
Namun demikian, Haryanto tidak menjelaskan lebih detail mengenai pembelian saham itu. Yang pasti, dana pembelian saham PT Jabal Nor akan berasal dari kas internal. PT Jabal Nor bergerak di bidang infrastruktur logistik untuk batu bara di Kalimantan Selatan.
Selain itu, perseroan menargetkan distribusi bahan bakar minyak (BBM) sebesar 2,4 juta -2,5 juta kilo liter pada 2012. "Kalau distribusi untuk subsidi hanya 3%-4%, dan 96% untuk nonsubsidi," tutur Haryanto.
Perseroan juga sedang membangun floating storage untuk 71.500 kilo liter. Sebelumnya floating storage yang dimiliki berkapasitas 48.750 kilo liter untuk. Sedangkan penyimpanan untuk bahan kimia sebesar 100 ribu kilo liter. "Pembangun tersebut baru selesai 3/4, diharapkan keseluruhannya akan selesai pada akhir tahun 2012 dan awal tahun depan," tegas Haryanto. [tjs]
http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1861505/akr-tuntaskan-akuisisi-jabal-nor
AKR Beli Tanker dan 2 Kapal Tongkang
INILAH.COM, Jakarta - PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) membeli tiga kapal terdiri dari kapal tanker dan tongkang untuk mendukung penjualan bahan bakar minyak (BBM) masing-masing senilai US$5 juta dan Rp50 miliar.
"Kami membeli kapal tanker senilai US$5 juta dan dua kapal tongkang senilai Rp50 miliar, dana pembelian kapal dari dana internal," kata Direktur Utama PT AKR Corporindo Tbk Haryanto Adikoesoemo, Selasa (15/5/2012).
Haryanto mengatakan, pembelian kapal tersebut untuk mendukung penjualan BBM. "Pembelian ini untuk fungsi delivery (pengangkutan) untuk mendukung penjualan BBM," ujar Haryanto.
Selain itu, perseroan akan menjual batu bara ke China sebesar 62 ribu ton pada akhir Mei 2012. Sebelumnya, perusahaan juga telah menjual batu bara ke India sebesar 54 ribu ton pada akhir Maret 2012.
Haryanto menambahkan, perseroan memiliki lima kuasa pertambangan (KP) di mana satu kuasa pertambangan diperkirakan memiliki cadangan batu bara sebesar 12 juta ton. Perseroan memiliki lima KP di Barito Utara, Kalimantan Tengah. Ditargetkan, produksi batu bara mencapai 1juta ton pada 2012. Harga penjualan batu bara perseroan diperkirakan sekitar US$70-US$72. "Sebagian besar penjualan batu bara atau sekitar 70% sudah dikontrak oleh international trader, dan sisanya di pasar spot," tutur Haryanto. [tjs]
AKRA Bagi Dividen Total Rp360 Per Saham
IMQ, Jakarta — Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menyetujui pembagian dividen tahun buku 2011 senilai total Rp360 per lembar saham atau senilai Rp1,37 triliun.
Presiden Direktur AKRA, Haryanto Adikoesoemo, mengatakan pembagian dividen ini merupakan 59,85% dari raihan laba bersih yang diperoleh sepanjang 2011 yang tercatat sebesar Rp2,29 triliun.
“Pembagian dividen ini akan dilakukan sekitar bulan Juli 2012 atau Agustus 2012 mendatang, di mana penetapan tanggal Daftar Pemegang Saham (recording date) pada 11 Juni 2012,” katanya di sela Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Selasa (15/5).
Haryanto menambahkan untuk nilai total dividen ini terdiri dari dividen interim sebesar Rp135 per saham atau senilai Rp512,046 miliar yang telah dibagikan pada 22 Februari 2011 lalu.
Selain itu, perseroan juga kembali melakukan pembagian dividen interim pada Juli 2011 senilai Rp200 per saham atau sekitar Rp764,397 miliar.
"Perseroan masih melakukan pembayaran dividen final senilai Rp25 per saham atau sebesar Rp96,28 miliar," terangnya.
Untuk sisa laba bersih 2011 ini, lanjutnya, perseroan akan mengalokasikan senilai Rp200 juta untuk dana cadangan. Sementara senilai Rp920,49 miliar akan digunakan sebagai modal kerja dan laba ditahan.
Selain itu, pemegang saham perseroan juga menyetujui pengangkatan anggota dewan komisaris dan dewan direksi untuk masa jabatan hingga penutupan RUPS Tahunan pada 2015.
Susunan komisaris terdiri dari Soegiarto Adikoesoemo sebagai Komisaris Utama, Sabirin Saiman sebagai Komisaris dan I Nyoman Mastra sebagai Komisaris Independen.
Untuk jabatan Presiden Direktur tetap dipegang oleh Haryanto Adikoesoemo, sedangkan anggota direksi terdiri dari Jimmy Tandyo, Bambang Soetiono, Arief Budiman Utomo, Mery Sofi, Suresh Vembu, dan Nery Polim.
Minggu, 29 April 2012
Morning Brief - 30/04/2012
Market Outlook
IHSG ditutup melemah pada hari Jumat di 4,163.98, turun 16.32 poin atau 0.39%, sementara itu indeks LQ-45 berakhir di 708.39, turun 3.81 poin atau 0.53%. Indeks IDX30 yang baru saja dirilis juga melemah hingga 0.56% atau 2.02 poin di 357.52.
Dari 10 sektor yang ada, hanya 3 yang menguat, yaitu infrastruktur (+2.13%), properti (+0.31%) dan pertanian (+0.14%). Sektor terlemah pada hari Jumat adalah sektor keuangan (-1.67%), diikuti oleh sektor barang konsumsi dan pertanian.
Sepanjang sesi pertama indeks mengalami penurunan dan meskipun menjelang sesi pertama selesai sempat terjadi koreksi, namun memasuki sesi kedua indeks kembali terjatuh hingga sempat mencapai 4,155.34 sebelum akhirnya ditutup di 4,163.98.
Posisi penutupan ini tidak menguntungkan bagi indeks untuk sesi selanjutnya. Namun, positifnya bursa Eropa dan Amerika pada hari Jumat setidaknya memberikan faktor penyeimbang. Diperkirakan hari Senin mendatang IHSG masih akan berfluktuasi antara kisaran 4100-4200 dengan bias ke atas. Support terdekat saat ini masih berada di sekitar 4140-4150an.
IHSG ditutup melemah pada hari Jumat di 4,163.98, turun 16.32 poin atau 0.39%, sementara itu indeks LQ-45 berakhir di 708.39, turun 3.81 poin atau 0.53%. Indeks IDX30 yang baru saja dirilis juga melemah hingga 0.56% atau 2.02 poin di 357.52.
Dari 10 sektor yang ada, hanya 3 yang menguat, yaitu infrastruktur (+2.13%), properti (+0.31%) dan pertanian (+0.14%). Sektor terlemah pada hari Jumat adalah sektor keuangan (-1.67%), diikuti oleh sektor barang konsumsi dan pertanian.
Sepanjang sesi pertama indeks mengalami penurunan dan meskipun menjelang sesi pertama selesai sempat terjadi koreksi, namun memasuki sesi kedua indeks kembali terjatuh hingga sempat mencapai 4,155.34 sebelum akhirnya ditutup di 4,163.98.
Posisi penutupan ini tidak menguntungkan bagi indeks untuk sesi selanjutnya. Namun, positifnya bursa Eropa dan Amerika pada hari Jumat setidaknya memberikan faktor penyeimbang. Diperkirakan hari Senin mendatang IHSG masih akan berfluktuasi antara kisaran 4100-4200 dengan bias ke atas. Support terdekat saat ini masih berada di sekitar 4140-4150an.
Senin, 16 April 2012
Morning Brief - 17/04/2012
Market Outlook
Data
penjualan ritel Amerika membawa indeks Dow Jones menguat pada sesi perdagangan Senin
sementara melemahnya saham Apple, Inc. (AAPL) mendorong indeks S&P 500 dan
NASDAQ hingga berakhir di zona merah. Di Eropa, indeks DAX Jerman dan FTSE 100
Inggris berhasil menguat akibat imbas dari data penjualan ritel Amerika.
Penjualan
ritel bulan Maret di Amerika dilaporkan naik 0.8%, hampir tiga kali lebih besar
daripada ekspektasi para analis, sedangkan saham AAPL kembali turun untuk kelima
kalinya berturut-turut di tengah spekulasi bahwa permintaan terhadap iPad bakal
menurun dan juga sehubungan dengan isu bahwa para operator jaringan akan mengurangi
subsidi mereka terhadap iPhone sehingga hal ini akan berdampak pada menurunnya tingkat
keuntungan dari iPhone yang merupakan produk AAPL yang paling laris.
Memasuki
hari Selasa, IHSG diperkirakan masih akan berfluktuasi dalam kisaran 4109/4111
hingga 4171 dengan tendensi mixed hingga naik.
Selasa, 27 Maret 2012
Stock Outlook - 28/03/2012
AKR Corporindo, Tbk. (AKRA)
Perusahaan Gas Negara (Persero), Tbk. (PGAS)
RESISTANCES @ 3850 / 3900 / 3950 / 4000 / 4050 / 4175
LAST @ 4300
BUY @ 4175-4250
STOP: 3875
TARGET @ 4525 / 4900 / 5025
RESISTANCES @ 4350 / 4525 / 4900 / 5025
Catatan:
Jika ENTRY sesuai dengan rekomendasi tanggal 2 Maret, saat ini posisi BUY AKRA @ 3700 masih HOLD, dengan stop digeser dari 3475 ke 3875 dan target diupdate menjadi 4525, 4900, dan 5025
LAST @ 3825
BUY @ 3725-3775
STOP: 3550
TARGET @ 3900 / 4000 / 4175RESISTANCES @ 3850 / 3900 / 3950 / 4000 / 4050 / 4175
Catatan:
Jika ENTRY sesuai dengan rekomendasi tanggal 5 Maret, saat ini posisi BUY PGAS @ 3750 masih HOLD, dengan stop digeser dari 3425 ke 3550 dan target diupdate menjadi 3900, 4000 dan 4175
Kamis, 01 Maret 2012
Stock Outlook - 2/03/2012
AKR Corporindo, Tbk. (AKRA)
Semen Gresik (Persero), Tbk. (SMGR)
RESISTANCES @ 11,400 / 11,650 / 12,000 / 12,350 / 12,600
LAST @ 3,700
BUY @ 3,600 - 3,700
TARGET @ 3,950 / 4,200 / 4,525
RESISTANCES @ 3,625 / 3,675 / 3,725 / 3,750 / 3,825
STOP @ < 3,500
SUPPORT @ 3,550 / 3,325 / 3,250 / 3,075 / 2,750
LAST @ 11,200
BUY @ 11,000 - 11,300
TARGET @ 12,000RESISTANCES @ 11,400 / 11,650 / 12,000 / 12,350 / 12,600
STOP @ < 10,400
SUPPORT @ 10,400 / 10,300 / 10,200 / 9,600 / 9,500
Langganan:
Postingan (Atom)





