DISCLAIMER

This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).
Tampilkan postingan dengan label BMRI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BMRI. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Agustus 2012

Market Wrap - 29/08/2012

Market Review


Jakarta Composite Index (JCI) berakhir melemah bersamaan dengan indeks LQ-45 dan IDX30 pada sesi perdagangan hari Rabu. JCI melemah 1.2% sementara indeks LQ-45 dan IDX30 turun masing-masing 1.36% dan 1.37%. Di tingkat regional, tiga indeks utama Asia berakhir mixed dengan indeks Nikkei dan KOSPI berakhir menguat 0.4% dan 0.64% sementara indeks Hang Seng melemah tipis 0.12%.

Hanya dua sektor yang berhasil berakhir menguat: sektor barang konsumsi yang naik 1.03% dan sektor infrastruktur yang menguat 0.29%. Sektor industri dasar melemah tajam 2.51% diikuti oleh sektor keuangan yang turun 2.18%. Sektor pertambangan juga masih tertekan dan terpuruk 2.03%.

Sebanyak 218 saham mengalami penurunan, sementara 58 saham berakhir naik. Sisanya sebanyak 85 saham ditutup stagnan, sama dengan harga penutupan pada sesi hari Selasa kemarin.

Posisi asing pada hari ini berakhir pada kondisi net sell senilai 280.78 miliar.

Dari sepuluh saham terekomendasi, hanya MNCN yang berhasil bertahan pada level penutupan hari Selasa. Sisanya sebanyak sembilan saham ditutup melemah dengan BMRI terdesak hingga mencapai level stopnya setelah turun 4.29%. CPIN mencatat kinerja terburuk kedua dengan penurunan sebesar 3.51% dan DILD pada posisi ketiga setelah tergerus 3.23%. Berdasarkan harga penutupan Rabu, tiga saham saat ini berada pada posisi kritis: TRIM, CPIN, dan DILD.

Penurunan hari Rabu ini salah satunya didorong oleh buruknya sentimen terhadap saham BUMI yang kembali tergerus 11.84% menjadi 670. Kekhawatiran pasar akan prospek saham-saham grup Bakrie menjadi katalis utama penurunan tujuh saham Bakrie beberapa waktu terakhir ini. BNBR, ELTY dan DEWA saat ini telah berada di level 50, sementara ENRG di 92, UNSP di 131 dan BTEL di 136.

Buruknya sentimen lokal disertai oleh netralnya kondisi sentimen di pasar global dimana pasar tengah menantikan hasil pertemuan para banker dunia di Jackson Hole, Wyoming Jumat mendatang. Namun, dikhawatirkan bahwa Ben Bernanke tidak akan menyampaikan statement yang baru mengenai kebijakan moneter di Amerika. Diperkirakan Federal Reserve baru akan mengumumkan kebijakan baru berupa stimulus tambahan, jika ada, pada pertemuan FOMC September mendatang. Di Eropa, sentimen pasar juga cenderung netral hingga September saat Bank Sentral Eropa mulai mengadakan pertemuan rutinnya kembali dan juga saat Pengadilan Tinggi Jerman menyampaikan keputusannya mengenai partisipasi Jerman dalam program austerity di Eropa.

Hingga sore ini kinerja indeks DAX dan FTSE masih berada dalam zona negatif sementara kontrak berjangka S&P yang sebelumnya sempat menguat, kembali berfluktuasi di sekitar posisi awal.


Minggu, 12 Agustus 2012

Recommendations Updates 13 Agustus 2012

Hingga 10 Agustus 2012, dari daftar sepuluh saham terekomendasi yang ada, BMRI mencatatkan kenaikan / gains terbesar yaitu 23.7%, diikuti oleh LSIP yang mencetak gains 14.58% dan berikutnya MNCN di tempat ketiga dengan gains 12.37%. Tiga saham lainnya yang masih bertahan di zona hijau antara lain CLPI (+12%), SMCB (+6.8%) dan ESSA (+2.04%).


KLBF kembali ke level entrynya setelah sempat tertekan hingga mencapai 3675. Sementara itu, BBKP, TRIM dan DILD masih belum mampu keluar dari zona merah. BBKP sementara ini masih merugi 4.29%, sedangkan TRIM dan DILD sebesar 6.8% dan 17.57%.

Beberapa rekomendasi mengalami revisi pada level stop-lossnya maupun pada level-level resistance dan targetnya.


Jumat, 20 Juli 2012

Bank Mandiri Buka Kredit Rp103 M ke Hotel Natour


INILAH.COM, Jakarta - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengucurkan kredit investasi kepada PT Hotel Indonesia Natour (HIN) sebesar Rp103,8 mliar.

Demikian mengutip keterangan resmi perseroan, Kamis (19/7/2012). kredit itu akan digunakan untuk membiayai proyek pembangunan Hotel Grand Inna Bali. Selain untuk pembangunan hotel Grand Inna Kuta Bali, kerjasama Mandiri dan Hotel Indonesia Natour juga telah direalisasikan melalui proyek pembangunan Hotel Grand Inna Muara Padang.

Dalam kerja sama yang ditandatangani pada Desember 2011 tersebut, Bank Mandiri sepakat untuk mengucurkan kredit investasi sebesar Rp101 miliar. Hingga Juni 2012, pembiayaan Bank Mandiri ke sektor perdagangan, restoran dan hotel telah mencapai Rp57 triliun (unaudited), meningkat 45,9% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1884599/bank-mandiri-buka-kredit-rp103-m-ke-hotel-natour

Selasa, 17 Juli 2012

Overweight untuk Sektor Perbankan


INILAH.COM, Jakarta – Laporan keuangan bank umum ke Bank Indonesia (BI) menunjukkan, pada bulan kelima 2012, beberapa perbankan pelat merah membukukan kenaikan laba bersih.

Misalkan saja Bank Negara Indonesia (BBNI) yang mencatatkan laba bersih Rp2,439 triliun per Mei 2012. Angka ini mengalami kenaikan tajam sebesar 47,8% ketimbang periode yang sama 2011 sebesar Rp1,650 triliun.

Sedangkan Bank Tabungan Negara (BBTN) juga berhasil membukukan kinerja yang positif, dengan laba bersih mencapai Rp541 miliar atau naik 47% dari periode yang sama 2011 sebesar Rp368 miliar.

Di posisi selanjutnya ada Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dengan laba bersih naik 24,7% menjadi Rp6,774 triliun.

Terakhir adalah Bank Mandiri (BMRI) yang membukukan laba bersih Rp5,4 triliun pada Mei 2012 atau mengalami kenaikan 1,1%. Rendahnya kenaikan ini dikarenakan adanya pendapatan dari recovery kredit Garuda (GIAA) pada 1Q11.

Pencapaian laba bersih bank-bank tersebut sebagian besar melampaui estimasi pasar. Misalkan saja laba bersih BMRI, yang mewakiliki 40,1% dari laba bersih 2012. Kemudian BBRI dan BBTN yang masing-masing mencapai 42% dan 43,6% dari estimasi pasar. Sedangkan BBNI in line estimasi, yang mewakili 36,9% prediksi pasar.

Dikaitkan dengan estimasi Samuel Sekuritas, pencapaian laba bersih BMRI juga di atas estimasi, yakni 41,9% dari prediksi 2012. Sementara BBRI dan BBNI in line dengan estimasi, yang mewakili 39,6% dan 36,9%.

Dengan positifnya kinerja perbankan, tak heran bila Samuel sekuritas memberi rekomendasi overweight bagi sektor ini. [ast]

http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1883782/overweight-untuk-sektor-perbankan

Kamis, 12 Juli 2012

Semester Dua, Mandiri Sekuritas Tangani 2-3 IPO


INILAH.COM, Jakarta - PT Mandiri Sekuritas akan menangani proses dua hingga tiga penawaran umum saham perdana termasuk penawaran umum saham perdana PT Semen Baturaja pada semester kedua 2012.

Direktur Utama PT Mandiri Sekuritas Harry Supoyo menuturkan, ada dua hingga tiga penawaran umum saham perdana yang akan ditangani pada semester kedua 2012. Seluruhnya akan memakai laporan keuangan Juni 2012.

Adapun perusahaan yang akan melakukan penawaran umum saham perdana tersebut bergerak di sektor infrastruktur dan konsumen. "Ada dua hingga tiga penawaran umum saham perdana yang akan ditangani. Mandat sudah ada tapi penawaran umum saham perdana tersebut butuh proses," ujar Harry, saat ditemui wartawan di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (12/7/2012).

Menurut Harry, penawaran umum saham perdana masih menarik pada semester kedua 2012. Minat investor baik domestik maupun asing dinilai masih cukup tinggi, dengan penawaran umum saham perdana. Hal ini didukung dari perekonomian Indonesia masih baik. Selain itu, sektor konsumer dan infrastruktur dinilai juga masih menarik, karena didukung konsumsi masyarakat Indonesia.

PT Mandiri Sekuritas menargetkan 18 oblligasi dan tujuh penawaran umum saham perdana pada 2012. Nilai penjaminan emisi efek sekitar Rp12 triliun-Rp13 triliun. PT Mandiri Sekuritas baru saja menangani penawaran umum saham perdana PT Bank Jawa Timur Tbk (BJTM) dengan melepas 2,98 miliar saham ke publik dengan harga penawaran Rp430 per saham.

Dana yang diraih dari penawaran umum saham perdana mencapai Rp1,28 triliun. Adapun komposisi investor dalam penawaran umum saham perdana Bank Jatim tersebut, sekitar 70% oleh investor institusi dan 30% asing serta 80% oleh investor lokal dan 20% oleh investor asing. [ast]

http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1881772/semester-dua-mandiri-sekuritas-tangani-2-3-ipo

Jumat, 15 Juni 2012

Bank Mandiri tuntut BLTA karena wanprestasi kredit


JAKARTA. PT Bank Mandiri tbk (BMRI) mengajukan permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) terhadap PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat hari ini, Kamis (14/6). Pasalnya, BLTA dinilai melanggar Perjanjian Kredit nomor KP-CRO/013/PK-KI/2009 (PK 013) yang telah ditandatangani dua belah pihak.
Senior Vice President Special Asset Management Bank Mandiri Agus Sudiarto menjelaskan bahwa pada 2009 Bank Mandiri memberikan fasilitas kredit kepada BLTA sesuai dengan PK 013 namun pada Desember 2011, BLTA mengajukan permohonan pengalihan fasilitas kredit atas sisa utang sebesar Rp250 miliar kepada anak perusahaannya, PT Buana Listya Tama Tbk (BULL).
Selanjutnya pada Januari 2012, BLTA secara sepihak memutuskan untuk menghentikan pembayaran atas semua kewajiban pinjaman kepada seluruh kreditur untuk sementara waktu (debt standstill).
Tapi, Kuasa hukum Bank Mandiri Junaidi Tirtanata mengatakan, pernyataan debt standstill yang dilakukan BLTA merupakan pernyataan sepihak tanpa melibatkan Bank Mandiri. ”Karena itu, Bank Mandiri tidak terikat pada pernyataan debt standstill BLTA yang diumumkan melalui siaran pers pada 26 Januari 2012 lalu,” tegas Junaidi.
Sejak 29 Februari 2012, BLTA tidak memenuhi kewajibannya membayar angsuran pokok pinjaman, sehingga Bank Mandiri terpaksa memberikan somasi atau surat peringatan sebanyak tiga kali agar BLTA memenuhi kewajibannya tersebut. Namun, hal itu tidak ditanggapi dengan baik oleh BLTA. Karena itu, pada akhir Mei 2012, Bank Mandiri menyatakan bahwa BLTA telah melakukan tindakan wanprestasi.
”Sekarang kami serahkan kepada pengadilan proses penyelesaiannya,” papar Junaidi.
Yang jelas, syarat-syarat pengajuan PKPU sudah terpenuhi sesuai UU Kepailitan dan PKPU No. 37 Tahun 2004.

Kamis, 14 Juni 2012

2012, Mandiri Sekuritas Bidik Dana Rp12-13 T

JAKARTA - PT Mandiri Sekuritas menargetkan dana sebesar Rp12 triliun-Rp13 triliun dari bisnis penjamin emisi (underwriter) pada 2012 ini.

"Target IPO kita Rp12 triliun-Rp13 triliun untuk obligasi dan IPO saham," kata Presiden Direktur Mandiri Sekuritas Harry M Supoyo di Jakarta, Kamis (14/6/2012).

Dia melanjutkan, target dana tersebut akan diperoleh anak usaha PT Bank Mandiri Tbk ini dari IPO saham sebanyak delapan perusahaan. Sementara untuk obligasi berasal dari 17 perusahaan. "Jadi total ada 25 perusahaan target kita," imbuhnya.

Sejauh ini, dia menuturkan sudah menggarap sebanyak 10 emisi obligasi. Sementara untuk IPO saham, perseroan baru menuntaskan satu IPO.

Saat ini, Mandiri Sekuritas jugatengah mengejar dua sampai tiga perusahaan Indonesia untuk menerbitkan obligasi berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS). Saat ini, perusahaan-perusahaan tersebut baru dalam proses penjajakan awal.

"Kita kejar tahun ini. Kalau tidak bisa, kita kejar tahun depan," kata dia.

Dia melanjutkan, perusahaan-perusahaan yang tengah mengkaji penerbitan obligasi dolar tersebut bukanlah BUMN. "Semuanya itu perusahaan swasta," ungkap dia. 


http://www.sindonews.com/read/2012/06/14/278/647399/2012-mandiri-sekuritas-bidik-dana-rp12-13-t

Mandiri Berencana Akuisisi Bank


JAKARTA - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berencana mengakuisisi salah satu bank di Indonesia dengan aset mencapai Rp10 triliun-Rp20 triliun. Untuk itu, perseroan telah mempersiapkan dana sebesar Rp66 triliun.

"Melihat kondisi permodalan yang kini mencapai Rp66 triliun, kami yakin bisa merealisasikan rencana akuisisi itu," ungkap Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaeni, usai mengisi Seminar Mandiri CEO Forum bertema "Creating Optimum Growth Through Efficiency Management" di Hotel Pacific Place, Jakarta, Kamis (14/6/2012).

Zulkifli mengatakan, dengan akuisisi bank baru akan memberikan kontribusi terhadap strategi pertumbuhan Bank Mandiri yang fokus pada tiga sektor yakni, sektor wholesale, transaksi ritel, dan perbankan ritel. Meskipun demikian, Zulkifli belum mau mengatakan bank apa yang akan diakuisisi. "Saat ini terus terang belum, kalau akuisisi kami ingin yang signifikan size-nya dikisaran Rp10 triliun-Rp20 triliun," katanya.

Sayangnya, dia belum dapat mengungkapkan bank yang akan diakuisisi tersebut karena terbentur oleh aturan Bapepam. Meski demikian, Zulkifli menjelaskan, pada 11 kontribusi anak-anak usaha Bank Mandiri mencapai 12 persen, sedangkan 2010 hanya sebesar lima persen. "Penambahan anak usaha baru dengan akuisisi akan memperkuat pertumbuhan laba Bank Mandiri," tutup Zulkifli.

http://www.sindonews.com/read/2012/06/14/278/647401/mandiri-berencana-akuisisi-bank

Selasa, 12 Juni 2012

Bank mengerem kredit ke eksportir


JAKARTA. Stress test alias uji ketahanan yang digelar Bank Indonesia (BI) terhadap perbankan kita, memang menunjukkan hasil positif. Kajian yang dipublikasikan pekan lalu itu mengonfirmasikan, krisis ekonomi Eropa tidak berdampak signifikan terhadap perbankan nasional. Kalaupun terkena imbasnya, permodalan bank kuat menyerap semua risiko yang muncul (Harian Kontan, 11 Juni 2012).
Meski akan baik-baik saja, bank semakin hati-hati menyikapi kondisi. Sejumlah bank kembali menegaskan, bakal mengurangi kredit ke perusahaan berorientasi ekspor. Bukan cuma eksportir ke Eropa, juga produsen yang memiliki pangsa pasar di China dan India.
Jika ekonomi kedua negara itu melambat, negara berkembang seperti Indonesia, bakal terkena dampak. Bank hendak menghindari risiko ini dengan mengurangi kredit korporasi. Hal ini sejalan dengan langkah BI dan pemerintah dalam mitigasi risiko.
Salah satu bank yang mengerem kredit korporasi adalah Bank Mandiri. Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri, Pahala Nugraha Mansury mengatakan, pengetatan itu bisa berdampak pada realisasi kredit tahun ini. Pencapaian selama kuartal I-2012 sulit terulang kembali pada semester II-2012.
Pada kuartal I-2012, kredit Bank Mandiri tumbuh 29%. "Kami membidik kenaikan kredit sebesar 22%-24%, mungkin pertumbuhannya akan sekitar itu," kata Pahala, Senin (11/6). Dia tak bersedia menyebutkan sektor usaha yang akan dijauhi dan jumlah pengurangan plafon kredit tiap sektor.
Berdasarkan data BI, penyaluran kredit tambang tumbuh 30% menjadi Rp 85,01 triliun pada Maret 2012. Nilai kredit bermasalah (NPL) naik 54% menjadi Rp 589 miliar. Sedangkan, kredit ke manufaktur tumbuh 27% menjadi Rp 355,77 triliun. NPL naik 9% menjadi Rp 12,28 triliun. Kedua industri ini menjadi ukuran, karena sebagian besar ekspor.
Bank Mandiri juga membatasi kredit valas, kendati likuiditas valas mencapai US$ 1,5 miliar. Perseroan ini meminjam dari luar negeri untuk kecukupan valas hingga beberapa tahun ke depan. "Kami lebih berhati-hati membatasi kredit valas baru, yang sudah komitmen tetap kami salurkan," kata Pahala.
Direktur Korporasi Bank Central Asia (BCA), Dahlia Mansor Ariotedjo, mengatakan, dampak krisis terhadap perbankan semakin terasa jika ekonomi China makin parah. BCA memprediksi, dampak itu terlihat di Juli dan seterusnya. Pengaruh krisis terhadap NPL bakal kelihatan jika pelemahan berjalan selama empat bulan ke depan.
Bank OCBC NISP dan CIMB Niaga pun melakukan hal sama. Keduanya aktif menggelar stress test ke debitur korporasi yang memiliki pasar ekspor.
Pasang alarm tanda krisis di bursa saham
Pemerintah, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) dan Bank Indonesia, menyiapkan benteng penangkal krisis. Bapepam-LK, ambil contoh, memiliki Crisis Management Protocol (CMP). Ini alat deteksi dini gejolak yang terjadi di bursa.
Ketua Bapepam-LK, Nurhaida menjelaskan, ada tahapan dalam CMP, yakni normal, waspada, pra krisis, dan krisis (lihat infografis). Namun, kondisi saat ini masih normal, penurunan tidak lebih dari 5% per hari. "Kalau level waspada, salah satu indeks turun 5%-8% per hari dalam beberapa hari," kata dia.
Di level waspada ini, Bapepam-LK akan berkoordinasi dengan otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI). "Jika indeks turun 10% per hari. baru kami akan suspensi perdagangan, ini bisa dibilang sudah tahap krisis," imbuh Nurhaida.
BI menjaga kestabilan nilai tukar dengan memperbanyak suplai valas. Terakhir, bank sentral mengeluarkan Term Deposit valas. Dengan cara ini, devisa hasil ekspor bisa dimanfaatkan lebih maksimal. n

Senin, 04 Juni 2012

Juni, Mandiri targetkan jumlah ATM 10.500 unit


JAKARTA. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mematok target, jumlah mesin anjungan tunai mandiri (ATM) pada akhir Juni mendatang bisa mencapai 10.500 ATM.

Penambahan ini dilakukan untuk memperkuat jaringan elektronik Bank Mandiri. Dengan begitu, selain meningkatkan kemudahan masyarakat untuk melakukan transaksi keuangan dan penguatan jaringan elektronik, penambahan ini juga merupakan salah satu upaya Bank Mandiri menjadi bank transaksional utama di Indonesia.

"Saat ini, ATM kami sudah yang paling banyak di antara bank-bank lainnya. Kami harapkan Juni ini ATM Mandiri bisa mencapai 10.500 ATM," kata Direktur Utama Mandiri usai peresmian ATM ke-10.093 Mandiri di Tanah Abang, Senin (4/6).

Hingga April 2012, transaksi nasabah melalui jaringan ATM Bank Mandiri mencapai 252 juta transaksi atau tumbuh 20% dibandingkan periode serupa tahun lalu. ATM Bank Mandiri terkoneksi ke lebih 24.000 jaringan ATM Link, 35.000 jaringan ATM Bersama, dan 31.700 jaringan ATM Prima.

http://keuangan.kontan.co.id/news/juni-mandiri-targetkan-jumlah-atm-10.500-unit/2012/06/04

Minggu, 03 Juni 2012

Technicals - 04/06/2012

TECHNICALS


Kalbe Farma Tbk. (KLBF)

Entry price: 3750-3900
Resiko* & Support: 3725 / 3650 / 3550 / <3300*
Target* & Resistance: 4050 / 4150* / 4325 / 4400* / 4800* / 4900


Bank Mandiri Tbk. (BMRI)

Entry price: 6550-6750
Resiko* & Support: 6550 / 6350 / <6000*
Target* & Resistance: 7200 / 7450 / 7550* / 8100* / 8300* / 9000* / 9725*


PP London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP)

Entry price: 2300-2400
Resiko* & Support: 2375 / 2250 / 2050 / <2000*
Target* & Resistance: 2550* / 2675* / 2850* / 2950* / 3150*


Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR)

Entry price: 4800-5000
Resiko* & Support: 4800 / 4550 / 4250 / <3950*
Target* & Resistance: 5300* / 5400 / 5450* / 5500 / 5750*

Click here to download the full update (PDF)

Senin, 28 Mei 2012

Mandiri Sekuritas Tangani 12 Emisi Perusahaan


IMQ, Jakarta —  Direktur Utama PT Mandiri Sekuritas Imam Rahman mengungkapkan dalam pipeline terdapat 20 perusahaan yang ditangani baik penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) maupun penerbitan surat utang. Saat ini, sudah delapan perusahaan yang berhasil ditangani.

"Di pipeline kita sih 20 perusahaan di mana 7 sudah selesai dan 1 perusahaan kita belum terima duitnya," ujar Imam usai acara public expose Indosat di Jakarta, Selasa (29/5).

Ia mengakui dalam waktu dekan ini, Mandiri Sekuritas akan menangani IPO PT Kobexindo Tractor yang diperkirakan menawarkan saham maksimal 858 juta lembar saham. 

Selain itu, Mandiri Sekuritas juga dipercayakan menangani penerbitan surat utang PT Indosat Tbk senilai Rp2,5 triliun. 

Selain IPO Kobexindo dan obligasi Indosat, Imam enggan membeberkan perusahaan mana yang akan ditangani hingga akhir tahun ini. 

"Nanti saja, kalau memang perusahaan itu sudah memberikan duitnya kepada kita," paparnya.

Sepanjang 2011, Mandiri Sekuritas melakukan penjaminan emisi sebesar Rp12,13 triliun yang berasal dari dana IPO Rp3,98 triliun dan surat utang Rp8,15 triliun. 

Menyoal kabar IPO PT Semen Baturaja Persero yang dipercayakan kepada Mandiri Sekuritas, ia enggan membeberkannya. Namun, ia menyambut positif bila Mandiri Sekuritas dapat dilibatkan dalam penjaminan penawaran saham perdana BUMN semen tersebut.

Minggu, 27 Mei 2012

BANK MANDIRI Perluas Jaringan Treasury


JAKARTA: Bank Mandiri meresmikan empat Layanan Operasional Regional Treasury Marketing di empat kota besar, Batam, Solo, Denpasar dan Medan.

Dengan hadirnya Regionla Treasury Marketing Batam, RTM Solo dan RTM Denpasar, jumlah Dealing Room menjadi  11 unit.

Sebelumnya, Bank Mandiri telah memiliki jaringan yang cukup luas, berupa 8 RTM Dealing Room,  59 RTM Kubikal dan 21 RTM Signage, serta 29 Sub RTM yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Bank Mandiri juga menambah fasilitas baru berupa Treasury Gallery di Jakarta, Medan dan Surabaya, sebagai sarana bagi nasabah untuk mendapatkan informasi terkait dengan business treasury dan kondisi pasar pada umumnya.


Direktur Treasury, Financial Institutions &  Special Asset management Royke Tumilaar mengatakan  perseroan akan selalu mengembangkan layanan dan teknologi pendukung transaksi forex, yaitu melalui pengembangan sistem Mandiri e-FX.

"Melalui sistem tersebut jaringan Bank Mandiri dapat melakukan dealing secara online namun tetap aman, cepat dan akurat.  Mandiri e-FX selain terdapat pada sebagian besar kantor cabang Bank Mandiri, juga diimplementasikan di setiap Treasury Gallery”, ujarnya hari ini Senin 28 Mei 2012m

Diharapkan fasiltas baru tersebut dapat meningkatkan transaksi valas dan surat berharga, yang tentunya turut mendukung pencapaian target baik Fee Based Income (FBI) dan Net Interest Income (NII) Bank Mandiri secara keseluruhan, serta penguatan market share yang semakin besar.


”Kami optimis pendapatan FBI dan NII pada tahun 2012 akan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan volume dan frekuensi transaksi baik dari valuta asing maupun surat berharga”, tambahnya.

Produk dan layanan yang menjadi backbone adalah transaksi valuta asing (valas) dan surat berharga. Adapun produk dan layanan lainnya berupa produk lindung nilai (yaitu transaksi forward, swap, FX option, interest rate swap, dan cross currency swap), produk investasi (pada instrumen obligasi korporasi dan US Treasury bonds) serta customized products (produk treasury lain yang didesain sesuai kebutuhan nasabah).

“Melalui variasi jasa dan produk treasury yang dimiliki, kami optimis dapat memberikan nilai tambah yang optimal kepada seluruh nasabah treasury kami”, tutur Royke.


Sampai dengan 31 Maret 2012, pendapatan bunga yang berhasil diperoleh Bank Mandiri sebesar Rp. 8,77 trilliun atau naik 13.27% dari pendapatan bunga pada periode yang sama tahun 2011  dan pendapatan operasional selain bunga sebesar Rp. 3,68 triliun atau meningkat 25.51% jika dibandingkan dengan perolehan Bank Mandiri periode yang sama tahun 2011. (arh)

http://www.bisnis.com/articles/bank-mandiri-perluas-jaringan-treasury

Selasa, 22 Mei 2012

Bank Syariah Mandiri bukukan laba Rp 192,72 miliar


JAKARTA. Laba bersih Bank Syariah Mandiri (BSM) pada kuartal pertama 2012 tumbuh 42,87% menjadi Rp 192,72 miliar dibandingkan periode serupa tahun lalu sebesar Rp 134,89 miliar. 

Pendorong utama kenaikan laba bersih BSM adalah pendapatan margin dan bagi hasil yang pada akhir Maret 2012 mencapai Rp1,07 triliun atau naik 24,76% dibandingkan posisi Maret 2011 sebesar Rp860 miliar.

Pendapatan margin dan bagi hasil itu bersumber dari pembiayaan yang disalurkan BSM. Per Maret 2012, anak usaha PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) ini menyalurkan pembiayaan sebesar Rp37,44 triliun atau naik 38,21% dibandingkan pembiayaan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 27,09 triliun.

Publikasi kinerja keuangan BSM yang dirilis, Selasa (22/5) memperlihatkan dari sisi aset bank tumbuh 36,8% menjadi Rp 49,62 triliun per akhir Maret 2012 dibandingkan akhir Maret 2011 sebesar Rp 36,27 triliun. Peningkatan aset itu ditopang pula oleh meningkatnya Dana Pihak Ketiga (DPK) dari Rp 32,23 triliun Maret 2011 menjadi Rp42,91 triliun pada Maret 2012. 

Di sisi lain, modal BSM pun semakin kuat dengan adanya peningkatan ekuitas sekitar 38,78% dari Rp 2,35 triliun pada 31 Maret 2011 menjadi Rp 3,27 triliun pada Maret 2012. Peningkatan ekuitas tersebut terjadi karena adanya peningkatan modal disetor dan laba perusahaan. 

Sepanjang 2011, Bank Mandiri selaku pemegang saham mayoritas menyuntikkan modal ke BSM sebanyak dua kali, yakni pada 21 Maret 2011 sebesar Rp 200 miliar dan pada 29 Desember 2011 sebesar Rp 300 miliar. Suntikan modal tersebut menjadikan modal disetor BSM sebesar Rp 1,158 triliun dibanding posisi semula Rp 658,24 miliar.


Senin, 14 Mei 2012

Market Wrap - 14/05/2012

Market Review


IHSG masih dilanda aksi jual yang berakibat pada terpuruknya indeks sebesar 1.48% atau 61.07 poin hingga ditutup di 4,053.07. Sementara itu, indeks LQ-45 masing-masing melemah 1.39% dan 1.32%. Bursa regional juga cenderung lemah dengan indeks Hang Seng berakhir turun 1.15% dan KOSPI melemah tipis 0.18%. Sebaliknya, indeks Nikkei 225 berhasil menguat 0.23%.

Semua sektor berakhir melemah pada hari Senin, dengan sektor properti memimpin penurunannya (-2.46%), disusul oleh sektor pertanian (-2.26%) dan sektor pertambangan (-2.11%). Penurunan terkecil terjadi di sektor barang konsumsi (-0.19%).

Sentimen pasar masih terkena imbas negatif dari faktor Eropa dimana prospek Yunani bertahan di dalam euro menjadi diragukan setelah hasil pemilu dua pekan lalu. Walaupun tidak seburuk Yunani, Perancis pun menjadi sorotan Uni Eropa setelah Francois Hollande terpilih menggantikan Nicholas Sarkozy. Dikhawatirkan Hollande mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang berpotensi menyeret Perancis ke keterpurukan fiskal dan melanggar kesepakatan batas maksimum defisit yang telah disetujui sebelumnya oleh Uni Eropa.

Faktor negatif juga datang dari Amerika setelah laporan ruginya JP Morgan Chase sebesar US$2 miliar akibat transaksi yang dilakukan pada salah satu divisinya. Kerugian tersebut dikhawatirkan masih dapat membengkak dalam satu hingga dua bulan mendatang. Keraguan pasar akan kinerja ekonomi Amerika, terutama dalam hal penciptaan lapangan kerja juga menjadi batu sandungan bagi sentimen pasar. Pekan ini FOMC akan merilis berita acara pertemuannya yang terakhir dimana pasar berharap akan didapati pernyataan FOMC yang mendukung adanya stimulus ekonomi atau pun yang berhubungan dengan suku bunga. Meskipun demikian, FOMC telah menegaskan sebelumnya bahwa suku bunga di Amerika baru akan dipertimbangkan untuk naik pada akhir 2014.

BBKP yang masuk dalam daftar saham terekomendasi hari Senin ini berakhir di 680, turun 2.86%. Beberapa saham yang tereliminasi akibat terkena stop levelnya hari ini adalah MDLN (+32.86%), BJBR (-13.64%) dan BHIT (-2.33%).

Prospek IHSG ke depannya menjadi negatif setelah pada Senin ini berhasil menembus level 4100 hingga ditutup di 4053.07, melebihi support yang ada di 4060-4065. Terpuruknya indeks ini membuka jalan untuk menuju support krusial selanjutnya, yaitu di 4000. Sebaliknya, untuk resistance diperkirakan penguatan indeks akan terbatas hingga 4100 untuk sementara ini.

Click here to download the full update (PDF)

Minggu, 29 April 2012

Morning Brief - 30/04/2012

Market Outlook


IHSG ditutup melemah pada hari Jumat di 4,163.98, turun 16.32 poin atau 0.39%, sementara itu indeks LQ-45 berakhir di 708.39, turun 3.81 poin atau 0.53%. Indeks IDX30 yang baru saja dirilis juga melemah hingga 0.56% atau 2.02 poin di 357.52.

Dari 10 sektor yang ada, hanya 3 yang menguat, yaitu infrastruktur (+2.13%), properti (+0.31%) dan pertanian (+0.14%). Sektor terlemah pada hari Jumat adalah sektor keuangan (-1.67%), diikuti oleh sektor barang konsumsi dan pertanian.

Sepanjang sesi pertama indeks mengalami penurunan dan meskipun menjelang sesi pertama selesai sempat terjadi koreksi, namun memasuki sesi kedua indeks kembali terjatuh hingga sempat mencapai 4,155.34 sebelum akhirnya ditutup di 4,163.98.

Posisi penutupan ini tidak menguntungkan bagi indeks untuk sesi selanjutnya. Namun, positifnya bursa Eropa dan Amerika pada hari Jumat setidaknya memberikan faktor penyeimbang. Diperkirakan hari Senin mendatang IHSG masih akan berfluktuasi antara kisaran 4100-4200 dengan bias ke atas. Support terdekat saat ini masih berada di sekitar 4140-4150an.

Senin, 16 April 2012

Morning Brief - 17/04/2012


Market Outlook

Data penjualan ritel Amerika membawa indeks Dow Jones menguat pada sesi perdagangan Senin sementara melemahnya saham Apple, Inc. (AAPL) mendorong indeks S&P 500 dan NASDAQ hingga berakhir di zona merah. Di Eropa, indeks DAX Jerman dan FTSE 100 Inggris berhasil menguat akibat imbas dari data penjualan ritel Amerika.

Penjualan ritel bulan Maret di Amerika dilaporkan naik 0.8%, hampir tiga kali lebih besar daripada ekspektasi para analis, sedangkan saham AAPL kembali turun untuk kelima kalinya berturut-turut di tengah spekulasi bahwa permintaan terhadap iPad bakal menurun dan juga sehubungan dengan isu bahwa para operator jaringan akan mengurangi subsidi mereka terhadap iPhone sehingga hal ini akan berdampak pada menurunnya tingkat keuntungan dari iPhone yang merupakan produk AAPL yang paling laris.

Memasuki hari Selasa, IHSG diperkirakan masih akan berfluktuasi dalam kisaran 4109/4111 hingga 4171 dengan tendensi mixed hingga naik.

Click here to download the full update (PDF)

Rabu, 28 Maret 2012

Stock Outlook - 29/03/2012

Bank Mandiri (Persero), Tbk. (BMRI)

LAST @ 6850
BUY @ 6700-6800
STOP: 6600
TARGET @ 7050 / 7150 / 7250 / 7400 / 7600
RESISTANCES @ 6950 / 7050 / 7150 / 7250 / 7400 / 7600

Catatan:
Jika ENTRY sesuai dengan rekomendasi tanggal 6 Maret, saat ini posisi BUY BMRI @ 6400 masih HOLD, dengan stop digeser dari 5950 ke 6000 dan target diupdate menjadi 7050, 7150, 7250, 7400, dan 7600

Kimia Farma, Tbk. (KAEF)

LAST @ 450
BUY @ 435-445
STOP: 410
TARGET @ 470 / 475 / 490 / 525 / 550
RESISTANCES @ 470 / 475 / 480 / 490 / 500 / 525 / 550


Catatan:
Jika ENTRY sesuai dengan rekomendasi tanggal 6 Maret, saat ini posisi BUY KAEF @ 425 masih HOLD, dengan stop digeser dari 385 ke 410 dan target diupdate menjadi 470, 475, 490, 525 dan 550


Senin, 05 Maret 2012

Stock Outlook - 6/03/2012

Bank Mandiri (Persero), Tbk. (BMRI)

LAST @ 6500
BUY @ 6350 - 6400
TARGET @ 6700 / 6800 / 6900 / 7000
RESISTANCES @ 6500 / 6550 / 6600 / 6700 / 6850 / 6900 / 7050 / 7150 / 7400
STOP @ < 6000
SUPPORT @ 6350 / 6000 / 5650 / 5100

Kimia Farma, Tbk. (KAEF)

LAST @ 420
BUY @ 415 - 425
TARGET @ 545
RESISTANCES @ 440 / 445 / 455 / 465 / 480 / 545 / 625 / 725
STOP @ < 390