DISCLAIMER

This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).
Tampilkan postingan dengan label WIKA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label WIKA. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Juli 2012

Wijaya Karya masuk ke bisnis panas bumi


JAKARTA. Perusahaan konstruksi pelat merah, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) giat menggenjot bisnis pembangkit listrik. Melalui anak usahanya, WIKA Jabar Power, WIKA sedang menggarap proyek pengadaan listrik panas bumi.

Sekretaris Perusahaan WIKA, Natal Argawan menuturkan, WIKA telah mengantongi izin pengelolaan wilayah kerja pertambangan (WKP) Gunung Tampomas di Sumedang, Jawa Barat. "Kami sudah melakukan survei," ujarnya, Jumat (20/7).
Setelah survei tuntas, WIKA akan mengebor (drilling) untuk mencari panas bumi yang bisa menghasilkan listrik. 

Menurut Natal, kegiatan pengeboran sumur eksplorasi panas bumi ini berisiko sangat besar. Untuk itu perlu pembuktian dengan menemukan satu reservoir aktif terlebih dahulu. "Kami harus mengebor dan mengetes sumur untuk mengidentifikasi area yang produktif dari WKP Tampomas," jelasnya.

Untuk tahap pertama, akan dibor dua sumur dari rencana tujuh sumur. Ongkos mengebor satu sumur mencapai US$ 5 juta. Setelah pengeboran selesai, WIKA akan membangun konstruksi pembangkit listrik geotermal.

Namun, Natal belum bisa menargetkan penyelesaian pengeboran dan pembangunan konstruksi tersebut. "Yang jelas, prosesnya bertahap," ujarnya.

Investasi sendiri 

WIKA Jabar Power membutuhkan US$ 110 juta di proyek geotermal ini. Kapasitas pembangkit listrik ini ditargetkan sekitar 40 MW.

Sebagai catatan, Jabar Power adalah perusahaan patungan. WIKA memegang saham mayoritas, yakni sebesar 55 %. Sisanya dipegang PT Jasa Sarana (40%) dan PT Resources Jaya Teknik Management (5%).Kalau sudah beroperasi, listrik dari WIKA ini untuk menyuplai kebutuhan listrik di Sumedang dan sekitarnya selama 30 tahun.

Selain proyek pembangkit listrik yang digarap secara patungan, WIKA juga melakukan investasi sendiri di pembangkit listrik. menurut Direktur Utama WIKA Bintang Perbowo, upaya ini bertujuan menopang kinerja WIKA ke depan. 

"Perseroan harus memikirkan pemasukan lain berupa recurring income, di luar pendapatan dari pengerjaan proyek," ujar Bintang saat berkunjung ke redaksi KONTAN, Kamis (19/7).

WIKA serius berbisnis pembangkit listrik karena kebutuhan listrik di Indonesia sangat besar. Sebagai gambaran, kebutuhan listrik di Sumatera saja mencapai 40.000 MW. "Ada potensi besar di situ," ujar Bintang. 

Natal menuturkan, WIKA juga baru saja mendapatkan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Rawa Minyak berkapasitas 1x25 MW dengan nilai investasinya sebesar Rp 170 miliar.
Pembangunan konstruksi pembangkit ini akan dimulai bulan depan dan selesai setahun kemudian. PLTG ini diperkirakan beroperasi pada pertengahan 2013. 

Dengan adanya PLTG Rawa Minyak ini, WIKA akan memiliki total lima investasi di pembangkit listrik. Dari keempat pembangkit ini akan berkontribusi sebesar 10% terhadap laba bersih WIKA di tahun ini. "Ekspektasi kami, laba bersih tahun ini sebesar Rp 430 miliar," ungkapnya.

Selasa, 10 Juli 2012

Hutama Karya Bangun Kereta Layang Bekasi-Slipi


IMQ, Jakarta —  PT Hutama Karya Persero berencana membangun kereta layang di atas jalan tol Bekasi-Slipi. Konsep pembangunan tersebut sudah ada dan tinggal direalisasikan.

Menteri BUMN Dahlan Iskan mengungkapkan konsep dan ide pembangunan kereta layang sangat menarik. Namun, persetujuan pembangunan kereta layang bukan domainnya melainkan Kementerian Perhubungan.

"Saya sudah lihat konsepnya. Ini bukan domain BUMN tapi Kemenhub," kata Dahlan usai mengunjungi kantor HK di Jakarta, Selasa (10/7).

Dahlan menambahkan persetujuan dari Kementerian Perhubungan sangat diperlukan agar pembangunan kereta layang dapat dilaksanakan. Pembangunan kereta layang ini juga memerlukan dana yang cukup besar sehingga diperlukannya APBN. Namun, ia enggan mengungkapkan berapa dana pembangunan tersebut.

"Ini memerlukan campur tangan pemerintah dan harus mendapatkan APBN. Karena ini beda dengan contra flow," paparnya.

Ia beralasan diperlukannya APBN karena kereta layang tersebut untuk kepentingan publik. Oleh sebab itu, ia optimistis kereta layang dapat mengatasi kemacetan di Ibukota Jakarta.

Sebaliknya, PT Jasa Marga Tbk berencana membangun layang satu arah (contra flow) sepanjang 20 kilometer. Rencana pembangunan tol layang satu arah ini, Jasa Marga akan mengajak PT Adhi Karya Tbk (ADHI) dan Pt Wijaya Karya Tbk (WIKA).

Nantinya, konsorsium BUMN ini akan menanggung biaya pembangunan tol layang tersebut. Diharapkan dengan adanya tol layang contra flow dapat mengurangi kemacetan di daerah tersebut hingga 30%. Tol layang satu arah ini dijadwalkan mengatasi kemacetak jalan tol Cimanggis-Taman Mini Indonesia-Cibubur-Semanggi. Diharapkan 2014 mendatang, tol layang ini sudah dapat beroperasi.

http://www.imq21.com/news/read/76785/20120710/141317/Hutama-Karya-Bangun-Kereta-Layang-Bekasi-Slipi.html

Kamis, 28 Juni 2012

Peringkat Wijaya Karya A+ dengan Outlook Stabil


INILAH.COM, Jakarta - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menetapkan peringkat A+ untuk PT Wijaya Karya Tbk (WIKA).

Demikian seperti dikutip dari siaran pers, Kamis (28/6/2012). Outlook dari peringkat tersebut adalah stabil. Peringkat tersebut mencerminkan posisi perusahaan yang kuat, segmen bisnis yang cukup terdiversfikasi dan kebijakan keuangan yang konservatif dengan tingkat likuiditas yang kuat.

"Namun peringkat tersebut dibatasi oleh potensi resiko dari segmen bisnis baru dan lingkungan bisnis yang relatif volatile pada industri konstruksi dan properti," tutur Analis Pefindo, Rachmadi Kurniawan.

Hingga 31 Desember 2011, pemegang saham perusahaan terdiri dari pemerintah Indonesia sebesar 66,37%, masyarakat sebesar 28,69%, manajemen dan karyawan sebesar 2,02%, dan saham dibeli kembali sebesar 2,92%. [hid]

http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1877109/peringkat-wijaya-karya-a-dengan-outlook-stabil

Kamis, 14 Juni 2012

Pengelolaan aspal akan menjadi bisnis baru WIKA

JAKARTA. PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) akan memiliki bisnis baru. Perusahaan bidang pengembangan infrastruktur ini berencana terjun ke bisnis pengelolaan aspal dengan mengakuisisi PT Sarana Karya.

"Rencana untuk masuk ke bisnis aspal sudah menjadi program WIKA sejak dua tahun yang lalu. Kemudian Kementerian BUMN memberi mandat WIKA untuk mengakuisisi Sarana Karya," kata Natal Argawan saat dihubungi KONTAN, kemarin (14/6). 

Sebagai informasi, PT Sarana Karya merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang industri pertambangan aspal alam di Pulau Buton. 

Adanya PT Sarana Karya ini, akan membuat lini bisnis WIKA berkembang. Tentunya hal ini sejalan dengan usaha perusahaan, yaitu melakukan investasi di bidang infrastruktur. "Pembangunan jalan-kan membutuhkan aspal," terang Natal. 

Akan tetapi, proses akuisisi Sarana Karya agaknya sedikit molor dari target. Natal bilang, proses akuisisi mundur dari semester I menjadi semester II. Mundurnya akuisisi ini menunggu terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) dari Kementerian BUMN selaku pemegang saham. "Sampai saat ini PP belum kelar, jadi kami masih tunggu," terang Natal. 

Menurut Natal, WIKA berpeluang mengakuisisi saham Sarana Karya secara penuh. "Jika PP terbit Juni 2012, maka akuisisi baru bisa dilakukan paling cepat tiga bulan setelahnya, atau sekitar September,” terang Natal.

Sementara itu, rencana semula, proses akuisisi Sarana Karya dilakukan akhir Juni 2012. Namun, karena harus menunggu PP belum terbit, laporan keuangan yang dipakai untuk melancarkan aksi korporasi akan disepakati bersama kedua pihak, termasuk nilai akuisisinya.


http://industri.kontan.co.id/news/pengelolaan-aspal-akan-menjadi-bisnis-baru-wika

Senin, 11 Juni 2012

WIKA raih proyek US$ 182,9 juta dari Chevron


JAKARTA. PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) melalui konsorsium bersama dua perusahaan lain, baru saja memenangkan proyek dari PT Chevron Pacific Indonesia.

Konsorsium yang melibatkan PT Inwha Indonesia dan PT Singgar Mulia itu ditunjuk sebagai kontraktor engineering, procurement and construction (EPC) dalam proyek North Duri Development (NDD) Area 13 Duri, Riau. Penunjukkan pemenang itu telah dilakukan Chevron pada 7 Juni 2012.

Sekretaris Perusahaan WIKA Natal Argawan Pardede dalam keterbukaan informasi yang dirilis Senin (11/6) menyebut, kontrak tersebut diperkirakan bernilai US$ 182,98 juta. Perseroan bersama konsorsium akan menggarap proyek tersebut dalam waktu 30 bulan.

Sebagai catatan, WIKA memegang porsi mayoritas atau sebesar 80% dalam konsorsium tersebut.

http://investasi.kontan.co.id/news/wika-raih-proyek-us-1829-juta-dari-chevron/2012/06/11

Senin, 14 Mei 2012

Market Wrap - 14/05/2012

Market Review


IHSG masih dilanda aksi jual yang berakibat pada terpuruknya indeks sebesar 1.48% atau 61.07 poin hingga ditutup di 4,053.07. Sementara itu, indeks LQ-45 masing-masing melemah 1.39% dan 1.32%. Bursa regional juga cenderung lemah dengan indeks Hang Seng berakhir turun 1.15% dan KOSPI melemah tipis 0.18%. Sebaliknya, indeks Nikkei 225 berhasil menguat 0.23%.

Semua sektor berakhir melemah pada hari Senin, dengan sektor properti memimpin penurunannya (-2.46%), disusul oleh sektor pertanian (-2.26%) dan sektor pertambangan (-2.11%). Penurunan terkecil terjadi di sektor barang konsumsi (-0.19%).

Sentimen pasar masih terkena imbas negatif dari faktor Eropa dimana prospek Yunani bertahan di dalam euro menjadi diragukan setelah hasil pemilu dua pekan lalu. Walaupun tidak seburuk Yunani, Perancis pun menjadi sorotan Uni Eropa setelah Francois Hollande terpilih menggantikan Nicholas Sarkozy. Dikhawatirkan Hollande mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang berpotensi menyeret Perancis ke keterpurukan fiskal dan melanggar kesepakatan batas maksimum defisit yang telah disetujui sebelumnya oleh Uni Eropa.

Faktor negatif juga datang dari Amerika setelah laporan ruginya JP Morgan Chase sebesar US$2 miliar akibat transaksi yang dilakukan pada salah satu divisinya. Kerugian tersebut dikhawatirkan masih dapat membengkak dalam satu hingga dua bulan mendatang. Keraguan pasar akan kinerja ekonomi Amerika, terutama dalam hal penciptaan lapangan kerja juga menjadi batu sandungan bagi sentimen pasar. Pekan ini FOMC akan merilis berita acara pertemuannya yang terakhir dimana pasar berharap akan didapati pernyataan FOMC yang mendukung adanya stimulus ekonomi atau pun yang berhubungan dengan suku bunga. Meskipun demikian, FOMC telah menegaskan sebelumnya bahwa suku bunga di Amerika baru akan dipertimbangkan untuk naik pada akhir 2014.

BBKP yang masuk dalam daftar saham terekomendasi hari Senin ini berakhir di 680, turun 2.86%. Beberapa saham yang tereliminasi akibat terkena stop levelnya hari ini adalah MDLN (+32.86%), BJBR (-13.64%) dan BHIT (-2.33%).

Prospek IHSG ke depannya menjadi negatif setelah pada Senin ini berhasil menembus level 4100 hingga ditutup di 4053.07, melebihi support yang ada di 4060-4065. Terpuruknya indeks ini membuka jalan untuk menuju support krusial selanjutnya, yaitu di 4000. Sebaliknya, untuk resistance diperkirakan penguatan indeks akan terbatas hingga 4100 untuk sementara ini.

Click here to download the full update (PDF)

Kamis, 26 April 2012

Morning Brief - 27/04/2012

Market Outlook


Bursa Eropa dan Amerika ditutup menguat pada hari Kamis malam seiring dengan solidnya data ekonomi di Amerika dan juga karena laporan keuangan dari perusahaan-perusahaan teknologi dilaporkan lebih baik dari ekspektasi. Komoditi logam juga menguat pada sesi perdagangan Kamis.

Data jobless claims sebaliknya dirilis lebih buruk dari ekspektasi, yaitu sebanyak 388,000 klaim, 13,000 lebih tinggi dari ekspektasi para analis.

Namun, setelah penutupan pasar Standard & Poor’s mengumumkan dipangkasnya peringkat kredit Spanyol dari A menjadi BBB+ dengan alasan adanya kekhawatiran Spanyol masih harus menyediakan dukungan fiskal lebih lanjut untuk sektor perbankannya seiring dengan melemahnya perekonomian. Untuk peringkat jangka pendeknya, peringkat Spanyol diturunkan dari A-1 menjadi A-2 sedangkan untuk outlook peringkat jangka panjangnya ditetapkan pada NEGATIF.

Isu dari Spanyol ini diperkirakan bakal menjadi penghambat kenaikan IHSG pada hari Jumat dan berpotensi menjadi ganjalan di pekan mendatang.

Sementara itu, IHSG untuk hari Jumat  ini diperkirakan masih bergerak dalam kisaran yang lebar yaitu 4100-4200 dan meskipun pada hari Kamis sempat mencapai titik tertinggi di atas 4200 namun indeks akhirnya hanya mampu ditutup di 4180, suatu indikasi bahwa indeks masih akan terhambat resistance di 4200-4205.

Sabtu, 14 April 2012

Daily Research - 16/04/2012

Wijaya Karya (Persero), Tbk. (WIKA)

LAST @ 940
BUY @ 920-930
STOP: 870
RESISTANCES @ 950 / 1230*


Catatan:
Jika ENTRY sesuai dengan rekomendasi tanggal 28 Feb, saat ini posisi BUY WIKA @ 730 masih HOLD, dengan stop dinaikkan dari 720 menjadi 870 dan target  1230

Surya Semesta Internusa, Tbk. (SSIA)

LAST @ 1070
BUY @ 1060-1080
STOP: 990
RESISTANCE: 1110* / 1120* / 1140* / 1170*

Catatan:
Jika ENTRY sesuai dengan rekomendasi tanggal 29 Feb, saat ini posisi BUY SSIA @ 920 masih HOLD, dengan stop digeser dari 840 ke 990 dan target diupdate menjadi 1110, 1120, 1140 dan 1170

Catatan:
Resistance dengan tanda '*' dianggap sebagai exit point (target price)


Sabtu, 24 Maret 2012

Stock Outlook - 26/03/2012

Charoen Pokphand Indonesia, Tbk. (CPIN)

LAST @ 2675
BUY @ 2625-2650
TARGET @ 2850 / 3000 / 3575
RESISTANCES @ 2850 / 2875 / 2975 / 3000 / 3350 / 3575
STOP @ 2500

Catatan:
Jika ENTRY sesuai dengan rekomendasi tanggal 28 Februari, saat ini posisi BUY CPIN @ 2550 masih HOLD, dengan stop digeser dari 2340 ke 2500 dan target di 2850, 3000, 3575

Wijaya Karya (Persero), Tbk. (WIKA)

LAST @ 830
BUY @ 800-850
TARGET @ 930 / 1230
RESISTANCES @ 2725 / 2850
SUPPORTS @ 890 / 930 / 950 / 1230
STOP @720

Catatan:
Jika ENTRY sesuai dengan rekomendasi tanggal 28 Februari, saat ini posisi BUY WIKA @ 730 masih HOLD, dengan stop digeser dari 575 ke 720 dan target 930 dan 1230


Senin, 27 Februari 2012

Stock Outlook - 28/02/2012

Charoen Pokphand Indonesia, Tbk. (CPIN)

LAST @ 2,550
BUY @ 2,400-2,550
TARGET @ 3,000 / 3,350 / 3,850
RESISTANCES @ 2,600 / 2,650 / 2,700 / 2,750 / 2,800 / 3,000 / 3,350 / 3,575 / 3,850
STOP @ < 2,350

Wijaya Karya (Persero), Tbk. (WIKA)

LAST @ 740
BUY @ 700 - 730
TARGET @ 935
RESISTANCES @ 780 / 805 / 850 / 880 / 925 / 935 / 1,235

STOP @ < 580