DISCLAIMER

This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).
Tampilkan postingan dengan label SMCB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SMCB. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Oktober 2012

Market Wrap - 03/10/2012

Market Review


Setelah sempat menguat hingga mencapai 4267.84, Jakarta Composite Index (JCI) akhirnya ditutup melemah 5.33 poin atau 0.13% di 4251.51. Penurunan JCI ini juga diikuti oleh turunnya indeks LQ-45 sebesar 0.01% meskipun indeks IDX30 berhasil menguat tipis 0.02%. Sementara itu, indeks Nikkei juga ditutup melemah 0.45% namun indeks Hang Seng sebaliknya menanjak tipis 0.23%.

Sebanyak 107 saham berhasil mencatatkan kenaikan sedangkan 151 saham berakhir melemah. Sisanya sebanyak 104 saham ditutup stagnan. Posisi transaksi asing berakhir pada net sell senilai Rp.28.28 miliar.

Anjloknya harga CPO dunia berdampak pada penurunan tajam pada sektor pertanian yaitu sebesar 3.8%. Selain itu, sektor pertambangan juga berakhir melemah 2.1% setelah data PMI China kembali memicu pesimisme pasar setelah dilaporkan turun dari 56.3 menjadi 53.7 untuk periode September.

Dari Eropa juga dilaporkan bahwa indeks PMI sektor jasa untuk Italia, Jerman, Perancis dan zona euro tetap berada di zona kontraksi (< 50), sementara di Inggris indeks PMI sektor jasa juga dilaporkan melemah. Data penjualan ritel zona euro yang juga dirilis pada hari ini menunjukkan masih lesunya tingkat konsumsi di zona euro pada bulan Agustus lalu. Penjualan dilaporkan hanya naik 0.1% dari bulan sebelumnya, namun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya mengalami penurunan 1.3%.

Malam ini, angka ADP employment akan dirilis dengan ekspektasi adanya penambahan 140 ribu lapangan kerja di sektor swasta, turun dari 201 ribu yang dilaporkan bulan sebelumnya.

Sembilan saham terekomendasi hari ini mencatakan hasil yang mixed. ARNA, ASGR, INDS, dan SMCB berhasil menguat sementara BBCA, DART, ESSA dan MDLN melemah. KLBF berakhir stagnan setelah sempat menguat hingga 4600. SMCB yang ditutup di 3150 berhasil mencapai target akhirnya di 3175 dan ditutup dengan gain sebesar 23.3%. Dengan berakhirnya rekomendasi SMCB maka ada delapan saham yang tersisa.

Pergerakan pasar Amerika dan Eropa malam ini  akan menentukan arah pergerakan indeks pada hari Kamis besok. Isu yang masih mendapatkan perhatian pasar adalah Spanyol dimana PM Mariano Rajoy kemarin mengatakan tidak berencana untuk mengajukan permintaan bailout ke Eropa dalam waktu dekat, sementara pergerakan saham Apple, Inc. berdampak pada sentimen pasar Amerika pada Selasa malam lalu.

Data ekonomi yang akan dirilis hari ini di Amerika juga akan menentukan arah sentimen pasar besok dimana angka ADP akan menjadi acuan data nonfarm payrolls yang akan dirilis Jumat mendatang.

Sementara, support untuk JCI tetap berada di 4190-4200 dan resistance berada di 4273 dan 4335.

Selasa, 02 Oktober 2012

Morning Brief - 3 Oktober 2012

Market Preview


Setelah sempat tertekan oleh isu dari Spanyol, indeks saham-saham di Amerika berbalik rebound seiring dengan terjadinya rebound pada saham Apple Inc. (AAPL) pada saat-saat terakhir menjelang penutupan sesi perdagangan hari Selasa.

Indeks FTSE dan DAX berakhir melemah masing-masing 0.19% dan 0.28%, sedangkan indeks Dow masih berada di zona merah dengan penurunan 0.24% sementara indeks S&P 500 dan NASDAQ ditutup menguat 0.09% dan 0.21%.

Pernyataan dari PM Spanyol Mariano Rajoy menjadi batu sandungan bagi sentimen investor setelah dirinya mengatakan tidak memiliki rencana untuk mengajukan permintaan bailout tambahan untuk Spanyol dalam waktu dekat. Hal ini berlawanan dengan spekulasi di pasar bahwa Spanyol saat ini tengah menyiapkan permintaan bailout. Hari Selasa kemarin para pemimpin regional di Spanyol tengah bertemu untuk membicarakan apakah Spanyol akan mengajukan permintaan bailout atau tidak.

Sementara itu di Australia, bank sentral Australia Reserve Bank of Australia secara tak terduga memangkas suku bunganya sebesar 25 basis poin hingga menjadi 3.25%, terendah sejak 2009.

Dari paparan publik BUMI dikabarkan bahwa BUMI kemungkinan akan menjual salah satu anak usahanya dan melakukan aksi korporasi rights issue sebagai bagian dari rencana percepatan pelunasan utang perseroan.

PT Fajar Bumi Sakti, menurut CorSec Dileep Srivastava tengah dipertimbangkan untuk dijual. Sedangkan mengenai keterkaitan BUMI dengan upaya penyelidikan yang tengah dilakukan oleh Bumi Plc., BUMI mengatakan masih belum mendapat kejelasan dan menambahkan bahwa laporan keuangan BUMI selalu mengikuti aturan standar pemerintah Indonesia. BRAU yang tersangkut juga dalam masalah ini dalam paparan publik yang terpisah juga mengatakan bahwa pihaknya belum mendapatkan keterangan dari Bumi Plc. dan juga menyebutkan bahwa BRAU tidak terlibat dalam masalah ini.

Nathan Rothschild, salah seorang pendiri Bumi Plc. yang juga merupakan pemilik 29% dari saham BUMI tengah melakukan penyelidikan yang terfokus pada dana pengembangan ekstensi yang terdapat di BUMI dan juga terhadap aset dari BRAU yang disebutkan mengalami mark-down hingga nol pada salah satu laporan keuangan Bumi Plc. untuk periode yang berakhir 31 Desember lalu.

Isu Spanyol, hasil paparan publik BRAU dan BUMI dan reboundnya bursa Amerika semalam akan menjadi katalis pasar pada hari Rabu ini. Dampak dari isu Spanyol diperkirakan akan negatif sementara dampak dari pergerakan pasar Eropa dan Amerika diperkirakan cenderung mixed. Hasil paparan publik BUMI dan BRAU cenderung tidak memberikan informasi yang baru dan hal ini nantinya akan lebih dipengaruhi oleh hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Nat Rothschild terhadap BUMI (dan BRAU).

Pengganti MNCN yang keluar dari daftar rekomendasi harian setelah mencapai exit pointnya di 2,675 akan ditentukan kemudian. SMCB juga terus mendekat ke target akhirnya di 3,175, sama halnya dengan ARNA yang menyisakan target di 1,150.

Rabu ini, indeks diperkirakan bergerak mixed dengan support di 4190-4200 sementara resistance berada di 4250-4273 hingga selanjutnya di 4335.


Minggu, 12 Agustus 2012

Recommendations Updates 13 Agustus 2012

Hingga 10 Agustus 2012, dari daftar sepuluh saham terekomendasi yang ada, BMRI mencatatkan kenaikan / gains terbesar yaitu 23.7%, diikuti oleh LSIP yang mencetak gains 14.58% dan berikutnya MNCN di tempat ketiga dengan gains 12.37%. Tiga saham lainnya yang masih bertahan di zona hijau antara lain CLPI (+12%), SMCB (+6.8%) dan ESSA (+2.04%).


KLBF kembali ke level entrynya setelah sempat tertekan hingga mencapai 3675. Sementara itu, BBKP, TRIM dan DILD masih belum mampu keluar dari zona merah. BBKP sementara ini masih merugi 4.29%, sedangkan TRIM dan DILD sebesar 6.8% dan 17.57%.

Beberapa rekomendasi mengalami revisi pada level stop-lossnya maupun pada level-level resistance dan targetnya.


Sabtu, 11 Agustus 2012

Perpres lahan terbit, SMCB melejit 5,7%


JAKARTA. Saham PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) melaju paling kencang di antara emiten semen lainnya hari ini. Setelah pemerintah menerbitkan peraturan presiden tentang pengadaan lahan, saham-saham semen langsung menanjak.
Saham produsen semen terbesar ketiga Indonesia ini sempat melesat 5,7% menjadi Rp 2.775, level tertinggi sejak 11 Mei. Pada pukul 13.35, SMCB berada di harga Rp 2.750.
Emiten semen lainnya, PT Semen Gresik Tbk (SMGR) hanya naik 0,4% dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) naik 1,75%. SMGR adalah produsen semen terbesar pertama, sedang INTP terbesar kedua.
“Terbitnya aturan itu mendukung pengembangan proyek infrastruktur. Ini akan menambah konsumsi semen,” ujar Kartika Wulandari, analis PT Andalan Artha Advisindo Sekuritas kepada Bloomberg.
Pada Selasa (7/8), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meneken perpres itu. Salah satu isinya, pemerintah menegaskan, durasi waktu keseluruhan penyelenggaraan pembebasan tanah untuk kepentingan umum paling lama 583 hari. Maklum, ia memasang target untuk menggandakan belanja infrastruktur menjadi US$ 140 miliar demi mendorong ekonomi tumbuh 6,6% di akhir masa jabatannya tahun 2014.
Holcim Indonesia dan Semen Gresik tengah memacu kapasitas produksinya di tengah program percepatan infrastruktur pemerintah. Pabrik ketiga Holcim akan mulai berproduksi tahun depan. Bulan lalu, Semen Gresik mengungkapkan rencananya untuk membangun dua pabrik semen di Jawa dan Sumatera senilai Rp 7 triliun.
Analis PT Kim Eng Securities Katarina Setiawan menyatakan bahwa aturan baru ini juga akan memberi keuntungan bagi emiten tol dan konstruksi.

Rabu, 08 Agustus 2012

Holcim Bagi Dividen Rp32 per Saham


INILAH.COM, Jakarta - PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) telah menyetujui dividen sementara senilai Rp32 per saham berdasarkan laba perusahaan semester pertama 2012.

Demikian seperti dikutip dari siaran pers, Rabu (8/8/2012). Dividen tersebut dibagaikan untuk 7.662.900.000 saham atau Rp245,21 miliar. Pembayaran dividen dilakukan pada 20 Spetember 2012 bagi pemegang saham yang namanya terdaftar dalam daftar pemegang saham yang berhak atas dividen pada 6 September 2012.

Relationship Management Director Holcim Rusli Setiawan mengatakan, pasar bahan bangunan di Indonesia masih menjanjikan. Prospek pertumbuhan bagus seiring dengan angka permintaan semen meningkat 15% dibanding periode sama tahun lalu menjadi 25,9 juta ton selama semester pertama.

"Hanya sedikit di bawah angka pertumbuhan dalam negeri yang tercatat 18% pada 2011. Di tengah ketatnya persaingan Holcim kembali memperbesar pangsa pasarnya kali dari 15,5% pada 2011 menjadi 15,85 pada 2012," tambah Rusli.

Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya juga menyiapkan strategi jangka menengah dan pendek. Pembangunan pabrik baru di Tuban, Jawa Timur masih sesuai jadwal. "Setelah pabrik ini beroperasi pada 2013 nanti, kapasitas produksi perusahaan akan bertambah 1,7 juta ton per tahun," kata Rusli.

Rusli mengatakan, pihaknya sedang menyusun rencana ekpansi lain termasuk membangun kiln line tambahan, cement mill grinding facility baru serta silo dan unit pengemasan di sejumlah daerah. Hal itu untuk meningkatkan pasokan baik ke pasar lokal dan pasar di luar Jawa mengingat perekonomian Indonesia dan permintaan semen dalam negeri terus tumbuh. [hid]

http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1892183/holcim-bagi-dividen-rp32-per-saham

Rabu, 01 Agustus 2012

Morning Brief - 2 Agustus 2012

Market Preview


Pertemuan FOMC dari Federal Reserve berlalu tanpa menghasilkan suatu keputusan yang signifikan, sehingga hal ini mengecewakan sebagian investor yang sebelumnya mengharapkan bakal adanya keputusan mengenai pemberian stimulus bagi perekonomian Amerika. Sebelumnya, harapan pasar terhadap adanya stimulus muncul setelah data-data ekonomi dari Amerika gagal menunjukkan adanya kemajuan dalam pertumbuhan ekonomi. Sebaliknya, justru diindikasikan bahwa bursa tenaga kerja di Amerika memburuk disertai dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi.

Indeks Dow Jones ditutup melemah 0.25%, S&P 500 turun 0.29%, sedangkan indeks NASDAQ berakhir melemah 0.66%. Di Eropa, indeks berakhir mixed dengan indeks FTSE menanjak 1.38%, tetapi indeks DAX turun 0.26%.

Kamis ini giliran bank sentral Eropa (European Central Bank) yang akan melangsungkan pertemuannya. Pasar menantikan langkah apakah yang akan ditempuh oleh ECB sehubungan dengan pernyataan dari presiden ECB Mario Draghi pekan lalu yang mengatakan akan berupaya semaksimal mungkin mempertahankan eksistensi euro. Diperkirakan pada pertemuan kali ini ECB memiliki beberapa alternatif yang dapat dikeluarkannya. Salah satunya adalah dengan memperbesar nilai obligasi yang dibelinya di pasar untuk menahan semakin menanjaknya yield obligasi, terutama obligasi Spanyol dan Italia. Alternatif lainnya adalah dengan memangkas suku bunga kembali, namun ada pula alternatif lainnya yaitu tidak mengambil tindakan apapun.

Dikhawatirkan apabila ECB gagal merealisasikan komitmennya dalam upayanya mempertahankan euro, pasar akan kembali melakukan aksi jual seperti yang terjadi sebelumnya pekan lalu.

Data ekonomi yang dirilis baru-baru ini cenderung mixed. Angka penciptaan lapangan kerja di sektor swasta berhasil melebihi ekspektasi dimana 163 ribu lapangan kerja berhasil ditambahkan di bulan Juli, sementara ekspektasi pasar berada di angka 120 ribu. Meskipun demikian, angka ini masih berada di bawah bulan sebelumnya yaitu 172 ribu. Cukup solidnya angka ADP ini mengindikasikan bahwa angka nonfarm payrolls pun berpotensi untuk berada di level yang cukup solid. Sebaliknya, data indeks ISM untuk sektor manufaktur kembali berada di zona kontraksi untuk dua bulan berturut-turut. Di bulan Juli indeks memang sempat naik dari 49.7 menjadi 49.8, namun angka ini selain berada di bawah ekspektasi (50.2) juga berada di bawah level 50. Apabila indeks di bawah 50 maka terjadi kontraksi pada aktivitas manufaktur sedangkan di atas 50 berarti terjadi ekspansi atau peningkatan pada aktivitas manufaktur.

Paska ECB, perhatian pasar akan tertuju pada dirilisnya data nonfarm payrolls di Amerika. Berdasarkan prediksi pasar, payrolls di bulan Juli meningkat dari 80 ribu menjadi 100 ribu, sementara angka pengangguran diperkirakan tetap berada di 8.2%.

Koreksi JCI diperkirakan bakal berlanjut di hari Kamis ini dengan rentang pergerakan JCI diperkirakan berada di antara 4100 hingga 4150. Di bawah 4100 support berada di 4080 sedangkan jika berhasil menembus 4150 indeks akan melanjutkan kenaikannya dimana target berikutnya berada di 4200.


Rabu, 13 Juni 2012

Mendongkrak Kinerja Lewat Pabrik Semen


IMQ, Jakarta —  Konsumsi semen per kapita Indonesia lebih kecil daripada negara tetangga seperti China, Thailand, dan Vietnam, karena mereka memiliki proyek infrastruktur yang banyak mengonsumsi semen, seperti di China 45% konsumsi semen untuk proyek infrastruktur.

Pesatnya pertumbuhan penjualan PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) menyebabkan saat ini utilization rate telah di atas 90%, dan untuk memenuhi permintaan yang kuat tersebut Holcim akan membangun pabrik di Tuban, Jawa Timur, dengan kapasitas 1,7 juta ton.

Pabrik ini diharapkan akan beroperasi pada 2013 mendatang sehingga total kapasitas produksi perseroan mencapai 10 juta ton (pabrik di Indonesia) atau meningkat 20% dari kapasitas saat ini. Penambahan kapasitas produksi merupakan ekspansi dalam negeri yang pertama setelah terjadi krisis moneter 1998. Sebelumnya pada 2009, Holcim mengakuisisi sister company yakni pabrik di Malaysia.

Hampir 98% penjualan perseroan ke pasar lokal di mana Pulau Jawa sebagai konsumen terbesar, porsi lokal semakin membesar dalam 10 tahun terakhir sejalan dengan kuatnya permintaan, namun dominasi penjualan ke area Jawa mulai menurun. Hal ini selain untuk diversifikasi juga dikarenakan kuatnya permintaan dari luar Jawa.

"Perlu diingat, perseroan merupakan satu satunya perusahaan semen yang hanya mempunyai pabrik di Jawa, bandingkan dengan Semen Gresik (SMGR) yang mempunyai pabrik di Pulau Jawa, Sumatra dan Sulawesi, Indosemen Tunggal Prakarsa (INTP) mempunyai pabrik di Pulau Jawa dan Kalimantan," ujar Kepala Riset e-Trading Securities Bertrand Raynaldi.

Secara nasional konsumsi semen di wilayah Jawa masih yang terbesar, yakni 55,2% pada tahun lalu, namun persentase ini telah menurun dari 62,5% dibandingkan dengan 2005 lalu. Hal ini dikarenakan pertumbuhan yang lebih cepat dari luar Jawa dibanding dengan Jawa, tingkat pertumbuhan majemuk di Jawa 5,10%, sedangkan di luar Jawa hampir dua kalinya, yakni 10,38%.

Pertumbuhan yang cepat di luar Jawa didorong oleh ‘booming’ harga komoditas seperti kelapa sawit, batubara, karet dan sebagainya.

"Walaupun demikian, kami melihat konsumsi semen ke depan masih akan didominasi Jawa dikarenakan besarnya jumlah penduduk dan banyaknya pembangunan baik proyek infrastruktur maupun pembangunan gedung dan perumahan. Terlihat pada 2011 konsumsi semen di Jawa masih tertinggi, yakni 20,5% disusul oleh Bali-Nusa Tenggara dan Kalimantan," paparnya.

Berdasarkan konsumsi semen per kapita yang tertinggi Kalimantan yakni 243,75 kg sementara Jawa hanya 194 per kg. Hal ini sejalan dengan pendapatan per kapita Kalimantan yang tertinggi dibanding daerah lain dengan pendapatan per kapita Rp51,7 juta dibanding Jawa Rp31,3 juta.

Konsumsi semen perkapita Indonesia lebih kecil dari pada negara tetangga sepeti China, Thailand, dan Vietnam, dikarenakan dinegara tersebut proyek infrastruktur cukup significan mengkonsumsi semen, seperti di China 45% konsumsi semen untuk proyek infrastruktur.

Sebagai pemain terkecil dari 3 besar pemimpin pasar, Holcim memaksimalkan strategi pemasaran dengan menjangkau lebih dalam pasar ritel dengan melalui program kemitraan (franchise) Solusi Rumah. Sampai akhir 2011 jaringan solusi rumah perseroan telah mencapai 399 outlet atau meningkat 34% dari tahun lalu.

Jaringan Solusi Rumah telah memberikan kontribusi 10% kepada penjualan perseroan dan diperkirakan pada tahun ini akan meningkat menjadi 15%.

"Menurut kami Solusi Rumah akan menjadi kekuatan perseroan di masa mendatang dengan penetrasi yang mendalam ke retail sebagai ‘end user’ dan kelebihan ‘sentuhan personal’ yang akan memberikan impak yang besar pada brand awareness dan brand loyalty, fokus penetrasi perseroan ke ‘end user’ retail dikarenakan permintaan semen dari ‘end user’ retail masih mendominasi, di mana 80% penjualan semen adalah dalam kantong sementara sisanya adalah semen curah yang banyak dipakai oleh proyek infrastruktur," ungkapnya.

Berdasarkan pehitungan e-Trading Securities, dengan asumsi risk free rate 6,5%, WACC 11% dan terminal growth rate 5%, maka harga wajar perseroan adalah Rp2.725 per saham yang merefleksikan PER 2012 16,3 kali.

"Kami merekomendasikan beli dengan potensi kenaikan 21%," ungkapnya.

http://www.imq21.com/news/read/70955/20120614/053936/Mendongkrak-Kinerja-Lewat-Pabrik-Semen.html?utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter

Selasa, 08 Mei 2012

Morning Brief - 9 Mei 2012

Market Outlook


Dinamika politik di Eropa kembali menjadi katalis negatif bagi pergerakan saham di Eropa dan Amerika pada hari Selasa.

Indeks Dow Jones tersungkur kembali di bawah level 13,000 sedangkan indeks S&P 500 dan NASDAQ juga ditutup melemah masing-masing 0.43% dan 0.39%. Di Eropa sendiri indeks FTSE 100 terkoreksi tajam hingga turun 100.51 poin atau 1.78% dan seiring dengan itu indeks DAX 30 juga melemah hingga hampir 2% di 6,444.74.

Isu yang bersirkulasi di kalangan para investor tetap didominasi oleh isu Eropa, terutama Yunani. Yunani terancam terhempas ke situasi yang tidak menentu setelah hasil pemilu akhir pekan lalu menempatkan partai Demokrasi Baru dan partai PASOK yang pro-austerity pada posisi yang sulit sementara posisi partai-partai yang anti-austerity justru mendapatkan dukungan yang naik cukup signifikan.

Pihak Jerman sendiri pada hari Selasa kemarin memperingatkan Yunani bahwa jika segala persyaratan yang telah disepakati sebelumnya antara Yunani dan Troika (IMF, ECB dan Uni Eropa) harus dilaksanakan jika Yunani masih menginginkan bantuan dana dari Eropa terus berjalan.

Kerisauan Jerman juga datang dari hasil pemilu di Perancis. Pengganti Nicholas Sarkozy, yaitu Francois Hollande, dikhawatirkan belum tentu mau ataupun belum tentu bisa bekerja sama dengan KanselirJerman Angela Merkel dalam upayanya membawa Eropa keluar dari krisis.

Buruknya kinerja bursa Eropa dan Amerika pada sesi Selasa mengindikasikan bahwa sesi Rabu IHSG akan berjuang untuk menghindar dari zona merah. Namun, seperti telah dikatakan sebelumnya, pergerakan IHSG telah kembali ke rentang fluktuasi harga sebelumnya yaitu antara 4100-4200 dengan rentang yang lebih sempit yaitu antara 4170 hingga 4200 saat ini.

Rabu, 25 April 2012

Morning Brief - 26/04/2012

Market Outlook


Melesatnya saham Apple, Inc. (AAPL) pada hari Rabu dan pernyataan dari Federal Reserve sehubungan dengan kebijakan moneternya menjadi dua faktor pendorong kenaikan ketiga indeks utama Amerika pada sesi perdagangan Rabu.

Indeks Dow Jones menanjak 89.16 poin atau 0.69% ke 13,090.72, indeks S&P 500 juga naik 18.72 poinatau 1.36% di 1,390.69 sedangkan indeks NASDAQ yang paling terkena imbas kenaikan AAPL meroket 68.03 poin atau 2.3% menjadi 3,029.63.

AAPL naik tajam 8.9% menjadi $610 per lembarnya setelah perusahaan teknologi raksasa ini melaporkan earnings untuk triwulan kedua tahun fiskalnya dan juga pendapatannya yang jauh melebihi ekspektasi.

Sementara itu, berakhirnya pertemuan rutin FOMC dari Federal Reserve setelah berlangsung selama dua hari menghasilkan penegasan kembali komitmen Federal Reserve dalam mempertahankan suku bunga yang saat ini rendah hingga akhir 2014. Jika dibutuhkan, menurut pimpinan Federal Reserve Ben Bernanke, FOMC tidak akan ragu-ragu untuk melakukan pelonggaran moneter lebih lanjut.

Meskipun sentiment dari bursa Eropa dan Amerika pada Rabu malam tergolong positif, IHSG diperkirakan masih akan berfluktuasi dalam kisaran yang sama, yaitu 4,140 hingga 4,170 dengan batas luarnya di antara 4,109/4,111 dan 4,200/4,205.

Rabu, 11 April 2012

Daily Research - 12/04/2012

Global Mediacom, Tbk. (BMTR)

LAST @ 1590
BUY @ 1570-1600
STOP: 1130=>1530
RESISTANCES @ 1640* / 1690* / 1760*
Catatan:
Jika ENTRY sesuai dengan rekomendasi tanggal 23 Feb, saat ini posisi BUY BMTR @ 1230 masih HOLD, dengan stop digeser dari 1130 ke 1530 dan target  diupdate menjadi 1640, 1690, dan 1760

Holcim Indonesia, Tbk. (SMCB)

LAST @ 2450
BUY @ 2375-2425
STOP: 2175
RESISTANCE: 2725* / 2850*

Catatan:
Jika ENTRY sesuai dengan rekomendasi tanggal 24 Feb, saat ini posisi BUY SMCB @ 2350 masih HOLD, dengan stop tetap di 2175 dan target tetap di 2725 dan 2850

Catatan:
Resistance dengan tanda '*' dianggap sebagai exit point (target price)


Rabu, 21 Maret 2012

Stock Outlook - 22/03/2012

Nippon Indosari Corpindo, Tbk. (ROTI)

LAST @ 3475
BUY @ 3400-3450
TARGET @ 3875 / 4325 / 5050
RESISTANCES @ 3875 / 4175 / 4325 / 5050
SUPPORTS @ 3425 / 3350 / 3150 / 2625
STOP @ 3125

Catatan:
Jika ENTRY sesuai dengan rekomendasi tanggal 27 Februari, saat ini posisi BUY ROTI @ 3500 masih HOLD, dengan stop di 3125 dan target diupdate menjadi 3875, 4325, 5050

Holcim Indonesia, Tbk. (SMCB)

LAST @ 2500
BUY @ 2400-2450
TARGET @ 2725 / 2850
RESISTANCES @ 2725 / 2850
SUPPORTS @ 2450 / 2350 / 2250 / 2200 / 2050
STOP @2175

Catatan:
Jika ENTRY sesuai dengan rekomendasi tanggal 24 Februari, saat ini posisi BUY SMCB @ 2350 masih HOLD, dengan stop di 2175 dan target 2725 dan 2850


Minggu, 26 Februari 2012

Stock Outlook - 24/02/2012

Summarecon Agung, Tbk. (SMRA)

LAST @ 1,300
BUY @ 1,230-1,280
TARGET @ 1,370-1,380
RESISTANCES @ 1,330 / 1,350 / 1,370 / 1,450
STOP @ <1,100

Holcim Indonesia, Tbk. (SMCB)

LAST @ 2,375
BUY @ 2,250 - 2,350
TARGET @ 2,950
RESISTANCES @ 2,400 / 2,575 / 2,725 / 2,950

STOP @ <2,200