DISCLAIMER
This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).
Rabu, 13 Juni 2012
Mendongkrak Kinerja Lewat Pabrik Semen
IMQ, Jakarta — Konsumsi semen per kapita Indonesia lebih kecil daripada negara tetangga seperti China, Thailand, dan Vietnam, karena mereka memiliki proyek infrastruktur yang banyak mengonsumsi semen, seperti di China 45% konsumsi semen untuk proyek infrastruktur.
Pesatnya pertumbuhan penjualan PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) menyebabkan saat ini utilization rate telah di atas 90%, dan untuk memenuhi permintaan yang kuat tersebut Holcim akan membangun pabrik di Tuban, Jawa Timur, dengan kapasitas 1,7 juta ton.
Pabrik ini diharapkan akan beroperasi pada 2013 mendatang sehingga total kapasitas produksi perseroan mencapai 10 juta ton (pabrik di Indonesia) atau meningkat 20% dari kapasitas saat ini. Penambahan kapasitas produksi merupakan ekspansi dalam negeri yang pertama setelah terjadi krisis moneter 1998. Sebelumnya pada 2009, Holcim mengakuisisi sister company yakni pabrik di Malaysia.
Hampir 98% penjualan perseroan ke pasar lokal di mana Pulau Jawa sebagai konsumen terbesar, porsi lokal semakin membesar dalam 10 tahun terakhir sejalan dengan kuatnya permintaan, namun dominasi penjualan ke area Jawa mulai menurun. Hal ini selain untuk diversifikasi juga dikarenakan kuatnya permintaan dari luar Jawa.
"Perlu diingat, perseroan merupakan satu satunya perusahaan semen yang hanya mempunyai pabrik di Jawa, bandingkan dengan Semen Gresik (SMGR) yang mempunyai pabrik di Pulau Jawa, Sumatra dan Sulawesi, Indosemen Tunggal Prakarsa (INTP) mempunyai pabrik di Pulau Jawa dan Kalimantan," ujar Kepala Riset e-Trading Securities Bertrand Raynaldi.
Secara nasional konsumsi semen di wilayah Jawa masih yang terbesar, yakni 55,2% pada tahun lalu, namun persentase ini telah menurun dari 62,5% dibandingkan dengan 2005 lalu. Hal ini dikarenakan pertumbuhan yang lebih cepat dari luar Jawa dibanding dengan Jawa, tingkat pertumbuhan majemuk di Jawa 5,10%, sedangkan di luar Jawa hampir dua kalinya, yakni 10,38%.
Pertumbuhan yang cepat di luar Jawa didorong oleh ‘booming’ harga komoditas seperti kelapa sawit, batubara, karet dan sebagainya.
"Walaupun demikian, kami melihat konsumsi semen ke depan masih akan didominasi Jawa dikarenakan besarnya jumlah penduduk dan banyaknya pembangunan baik proyek infrastruktur maupun pembangunan gedung dan perumahan. Terlihat pada 2011 konsumsi semen di Jawa masih tertinggi, yakni 20,5% disusul oleh Bali-Nusa Tenggara dan Kalimantan," paparnya.
Berdasarkan konsumsi semen per kapita yang tertinggi Kalimantan yakni 243,75 kg sementara Jawa hanya 194 per kg. Hal ini sejalan dengan pendapatan per kapita Kalimantan yang tertinggi dibanding daerah lain dengan pendapatan per kapita Rp51,7 juta dibanding Jawa Rp31,3 juta.
Konsumsi semen perkapita Indonesia lebih kecil dari pada negara tetangga sepeti China, Thailand, dan Vietnam, dikarenakan dinegara tersebut proyek infrastruktur cukup significan mengkonsumsi semen, seperti di China 45% konsumsi semen untuk proyek infrastruktur.
Sebagai pemain terkecil dari 3 besar pemimpin pasar, Holcim memaksimalkan strategi pemasaran dengan menjangkau lebih dalam pasar ritel dengan melalui program kemitraan (franchise) Solusi Rumah. Sampai akhir 2011 jaringan solusi rumah perseroan telah mencapai 399 outlet atau meningkat 34% dari tahun lalu.
Jaringan Solusi Rumah telah memberikan kontribusi 10% kepada penjualan perseroan dan diperkirakan pada tahun ini akan meningkat menjadi 15%.
"Menurut kami Solusi Rumah akan menjadi kekuatan perseroan di masa mendatang dengan penetrasi yang mendalam ke retail sebagai ‘end user’ dan kelebihan ‘sentuhan personal’ yang akan memberikan impak yang besar pada brand awareness dan brand loyalty, fokus penetrasi perseroan ke ‘end user’ retail dikarenakan permintaan semen dari ‘end user’ retail masih mendominasi, di mana 80% penjualan semen adalah dalam kantong sementara sisanya adalah semen curah yang banyak dipakai oleh proyek infrastruktur," ungkapnya.
Berdasarkan pehitungan e-Trading Securities, dengan asumsi risk free rate 6,5%, WACC 11% dan terminal growth rate 5%, maka harga wajar perseroan adalah Rp2.725 per saham yang merefleksikan PER 2012 16,3 kali.
"Kami merekomendasikan beli dengan potensi kenaikan 21%," ungkapnya.
http://www.imq21.com/news/read/70955/20120614/053936/Mendongkrak-Kinerja-Lewat-Pabrik-Semen.html?utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar