DISCLAIMER

This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).

Selasa, 05 Juni 2012

ARII Refinancing Utang Demi Kurangi Beban Bunga


INILAH.COM, Jakarta - PT Atlas Resources Tbk (ARII) akan merefinancing utang untuk mengurangi beban bunga pinjaman dengan mengeluarkan obligasi.

"Penerbitan obligasi ini untuk refinancing utang. Dengan alasan mengurangi beban bunga pinjaman tersebut, bunga pinjaman sekitar 6%-7% dengan tenor 3-5 tahun, " tutur Direktur PT Atlas Resources Tbk Dono Bustami, saat paparan publik perseroan, Selasa (5/6/2012).

Lebih lanjut ia menuturkan, penerbitan obligasi tersebut mendapatkan tenor lebih panjang di atas 5 tahun. Saat ini, perseroan memiliki total outstanding sekitar US$97 juta.

PT Atlas Resources Tbk melakukan penawaran obligasi I tahun 2012 senilai Rp1,20 triliun. Obligasi tersebut ditawarkan dengan nilai 100% dari nilai pokok obligasi dan diterbitkan tanpa warkat. Tenor obligasi terdiri dari tiga seri berjangka waktu 3-7 tahun. Bunga obligasi dibayarkan setiap tiga bulan sejak tanggal emisi.

Dana penerbitan obligasi itu untuk pembiayaan kembali pinjaman bank termasuk pada pembayarang bunga yang masih terutang dan biaya pelunasan pinjaman sekitar 65% dan sekitar 35% digunakan untuk belanja modal dan modal kerja Perseroan.

Komposisi belanja modal dan modal kerja itu untuk belanja modal sehubungan dengan pengembangan infrastruktur di Hub Muba, Hub Berau, Hub Kubar, dan Hub Oku sekitar 25% dan sekitar 10% akan digunakan untuk modal kerja dan pengembangan sumber daya manusia.

Selain itu, perseroan telah memenangkan kontrak supply batu bara lebih dari 3 juta ton per tahun selama 20 tahun. Perseroan telah mensupply sekitar 640 ribu ton. Untuk target harga rata-rata penjualan batu bara diperkirakan sekitar US$78 hingga akhir tahun 2012.

Perseroan telah memproduksi batu bara sekitar 1,28 juta ton pada akhir tahun 2011. Perseroan mencatatkan pendapatan Rp799,3miliar dan EBITDA perseroan sebesar Rp162,3 miliar pada 2011.

Sejak 2007, perseroan telah mengembangkan portofolio wilayah pertambangan dari 3 menjadi 17 dengan luas area sekitar 200 ribu hektar yang tersebar di Indonesia. Wilayah IUP yang telah berproduksi Berau Bara Energi, Diva Kencana Borneo, Gorby Putra Utama, dan Hanson Energy Martapura. [ast]

http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1868792/arii-refinancing-utang-demi-kurangi-beban-bunga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar