DISCLAIMER

This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).

Rabu, 20 Juni 2012

Bayar Utang, Sumalindo Jajaki Rights Issue


INILAH.COM, Jakarta - PT Sumalindo Lestari Jaya Tbk (SULI) menjajaki untuk melakukan penawaran umum terbatas (PUT) atau rights issue senilai Rp120 miliar-Rp150 miliar untuk membiayai modal kerja dan membayar kewajiban perseroan.

"Opsi right issue baru wacana direksi. Bila pemegang saham setuju kita laksanakan rights issue. Kebutuhan pendanaan kita sekitar Rp120 miliar-Rp150 miliar, namun akan dihitung lagi," tutur Wakil Direktur Utama PT Sumalindo Lestari Jaya Tbk, David, Rabu (20/6/2012).

Lebih lanjut ia menuturkan, dana rights issue tersebut digunakan untuk modal kerja, melunasi kewajiban, dan memperpanjang HPH. Adapun kebutuhan modal kerja tersebut sangat dibutuhkan untuk mendongkrak kinerja perseroan. "Bila working capital terpenuhi maka pendapatan dapat naik,kalau tidak pendapatan turun," kata David.

Selain itu, perseroan juga masih terus melakukan rencana divestasi saham anak usaha PT Kalimantan Powerindo untuk mendapatkan dana segar. David mengatakan rencana divestasi tersebut telah dilaksanakan sejak tahun lalu. Namun belum dapat direalisasikan karena ada restrukrisasi utang ke bank CIMB Niaga Tbk. Sebelumnya saham PT Kalimantan Powerindo akan dijual ke PT Bumi Persada Daya. "Kami terus menjajaki divestasi PT Kalimantan Powerindo baik kepada investor lama dan baru," tambah David.

Saat ditanya mengenai pembentukan anak usaha PT Suli Inti Resource, David mengharapkan pihaknya mengembangkan potensi pertambangan di wilayah HPH dan HTI perseroan di Kalimantan Timur. "Kami baru penjajakan saja. Banyak IUP yang berada di wilayah HPH dan HTI kami. Saat ini sedang dalam diskusi untuk mengembangkan pertambangan tersebut karena berkaitan dengan pendanaan dan potensi pertambangan tersebut. Sementara ada 6 IUP yang dijajaki," jelas David.

Perseroan mencatatkan rugi sebesar Rp314,85 miliar pada 2011 dari tahun 2010 untung Rp1,69 miliar. Pendapatan usaha perseroan turun menjadi Rp408,72 miliar pada 2011 dari tahun 2010 Rp592,23 miliar. [hid]

http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1874156/bayar-utang-sumalindo-jajaki-rights-issue

Tidak ada komentar:

Posting Komentar