DISCLAIMER

This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).

Rabu, 20 Juni 2012

BNBR ajukan opsi restrukturisasi utang ke CS


JAKARTA. PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) mengaku sudah mengajukan tiga hingga empat opsi untuk merestrukturisasi utang kepada pada kreditur, yang dipimpin Credit Suisse AG. Perusahaan group Bakrie ini tercatat berutang sebesar US$ 437 juta kepada para kreditur tersebut.

"Saat ini masih proses dengan pihak kreditur. Pembicaraannya sudah lebih dari 50%. Lagipula mereka yakin, kami bisa menyelesaikan utang tersebut," kata Direktur Keuangan BNBR Eddy Soeparno di Jakarta, Rabu (20/6). Sebelumnya, pihak kreditur telah memberikan waktu hingga Juli kepada BNBR untuk membahas soal utang tersebut.

Eddy pun menyiratkan, pihaknya belum akan melunasi utang tersebut. Jadi, bisa saja BNBR malah akan menambah saham jaminan untuk kembali menyetarakan dengan pinjaman yang didapat perusahaan sebelumnya.

Seperti yang diketahui, utang CS ini dijaminkan dengan saham Bumi Plc. Sayangnya, saat ini harga saham Bumi Plc yang tercatat di bursa efek London terpangkas jeblok. “Kreditur mendukung usulan kami untuk menyelesaikan utang tersebut. Apalagi saat ini saham Bumi Plc sedang turun,” imbuhnya.

Namun, Eddy belum mau mengungkapkan apa saja opsi yang diajukan BNBR. Pasalnya, saat ini, pihaknya sedang melakukan pembicaraan terhadap sekitar 20 kreditur. "Jumlah kreditur sekitar 20-an yang terdiri dari perbankan, lembaga keuangan, dana pensiun dan beberapa lainnya. Jadikan mereka punya keinginan beda-beda," pungkasnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar