IMQ, Jakarta — Menteri BUMN Dahlan Iskan mengungkapkan PT Nipress Tbk bersedia menyediakan baterai guna mendukung mobil listrik nasional. Terpilihnya Nipress dikarenakan sekitar 60% produksi perusahaan yang berlokasi di Narogong, Bogor, ini diekspor.
"Kita anggap Nipress menjadi perwakilan sekaligus kebanggan nasional," kata Dahlan Iskan usai mengunjungi pabrik Nipress di Narogong, Bogor, Selasa (12/6).
Ia mengungkapkan baterai merupakan unsur yang paling penting dalam industri mobil listrik. Untuk itu, baterai produksi Nipress dianggap cocok untuk menjalankan mobil listrik nasional, sebab menggunakan baterai jenis Lithium Ferro Phosphate (LiFePO4).
"Teknologi baterai Litnium Ferro Phosphate ini cocok untuk mobil listrik karena jarak tempuhnya bisa 150-160 kilometer (km) dalam sekali charge (pengisian)," ungkapnya.
Dahlan mengakui hingga saat ini, Nipress belum memproduksi jenis baterai tersebut karena tidak ada permintaan dalam negeri. Padahal, Nipress sanggup untuk memproduksinya.
"Secara operasional, SDM, Nipress mampu. Selama ini, belum ada yang pesan baterai tersebut," ujarnya.
Dahlan menceritakan ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan akan menggunakan mobil listrik sebagai mobil kerja, maka secara diam-diam Nipress sudah mempersiapkannya. Untuk kebutuhan mobil listrik nasional ini, Nipress mulai memproduksi baterai jenis LiFePO4 April 2013 mendatang, sebab mobil listrik nasional secara massal akan diproduksi pada periode tersebut sebanyak 10.000 mobil.
Ia meyakini jarak tempuh baterai LiFePO4 akan meningkat dua kali lipat dalam empat tahun mendatang, sehingga mobil listrik nasional akan menjanjikan.
"Kalau bisa jarak tempuhnya 300 km, maka sudah sangat sempurna. Untuk itu, tidak ada alasan lagi menggunakan BBM," paparnya.
Ia membayangkan mobil listrik dengan jarak tempuh 10 km hanya menghabiskan biaya Rp1.000 karena cukup mengisi baterai tersebut. Sementara, mobil yang menggunakan BBM memerlukan dana yang lebih besar. Intinya, manfaat penggunaan mobil listrik dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat.
Saat ini, investasi mobil listrik nasional diperkirakan menelan dana sebesar Rp5 triliun. Adapun empat variannya, terdiri dari sekelas Suziki Carry, sejenis Avanza, sekelas Honda Jazz, serta Mercedes-Benz.
Ia mengharapkan prototipe empat varian mobil ini dapat selesai sebelum 17 Agustus 2012 mendatang, namun sudah dapat digunakan. Prototipe empat varian mobil listrik ini dapat dipamerkan pada Hari Teknologi Nasional, 10 Agustus 2012.
Dahlan mengakui pertumbuhan baterai sangat menjanjikan. Untuk itu, ia menghendaki seluruh BUMN dapat menggunakan mobil listrik tersebut.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar