DISCLAIMER

This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).

Senin, 04 Juni 2012

IPO Trisula incar dana maksimal Rp 9 triliun


JAKARTA. PT Trisula International Tbk berencana melakukan penawaran umum perdana saham alias initial public offering (IPO) dengan melepas 300 juta saham ke publik. Direktur Utama Sinarmas Sekuritas Kokaryadi Chandra menuturkan, pihaknya sudah menetapkan kisaran harga saham IPO.

"Kisaran harga IPO Trisula Rp 250-Rp 300 dengan PE 8 kali hingga 10 kali," ujar Kokaryadi. Artinya, dalam hajatan ini, Trisula akan mendapatkan dana segar maksimal sebesar Rp 90 miliar.

Direktur Utama Trisula Internasional, Lisa Tjahjadi menjelaskan, penawaran awal saham ini dilakukan pada 5-7 Juni dengan perkiraan tanggal efektif 15 Juni. Adapun masa panawaran terlaksana pada 19-21 Juni dengan tanggal penjatahan 25 Juni. Periode distribusi dan perdagangan waran pada 27 dan 28 Juni. 

Nantinya, sekitar 37% dana hasil IPO akan digunakan untuk membiayai penambahan toko dan gerai untuk grand JOBB, Jack Nicklaus, UniAsia dan man Club di Jakarta, Tengerang, dan kota-kota di pulau Jawa, Bali dan Sumatera. Sementara 35% lainnya untuk biaya akusisi Trisco yang merupakan perusahaan terafiliasi, di mana Trisula akan mengakuisisi 50% saham Trisco yang dimiliki TNT.

Kemudian, 17% lainnya akan digunakan sebagai biaya pembetukan usaha baru, yang bekerja sama dengan investor asing asal Asia. Sisanya 11% sebagai modal kerja seperti biaya promosi dan iklan.
Untuk melancarkan hajatan tersebut, Trisula sudah menunjuk PT Sinarmas Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar