Tekanan jual kembali melanda IHSG dengan indeks melemah 3.82% atau 145.18 poin hingga ditutup di 3,654.58. Indeks LQ-45 dan IDX 30 juga ikut terbawa arus aksi jual hingga masing-masing melemah 4.01% dan 3.87%. Di bursa regional, indeks Nikkei, Hang Seng dan KOSPI juga melemah masing-masing 1.71%, 2.01% dan 2.8%.
Dari 350 saham yang diperdagangkan hari Senin, hanya 14 saham yang berhasil ditutup di zona hijau. Sebanyak 304 saham lainnya melemah dan 32 saham stagnan. Sektor terlemah pada sesi perdagangan Senin adalah sektor pertambangan (-7.68%), diikuti oleh sektor industri dasar (-5.81%) dan sektor barang pertanian (-5.31%). Penurunan terkecil adalah di sektor barang konsumsi (-1.91%).
Ditutupnya IHSG di bawah level 3700 mengindikasikan bahwa indeks masih berpotensi melemah lebih lanjut yaitu menuju level support berikutnya di 3606.36 yang merupakan support Fibonacci 61.8% dari kenaikan indeks yang dimulai dari 3217.95 hingga berakhir di 4234.73.
Suramnya sentimen pasar pada hari Senin dipicu oleh buruknya data nonfarm payrolls Amerika yang dirilis pada hari Jumat lalu. Selain data payrolls, data ISM manufacturing yang mengukur kinerja sektor manufaktur di Amerika juga dilaporkan meleset di bawah ekspektasi menyusul data PMI untuk sektor manufaktur dari China yang dirilis sebelumnya. Buruknya data ekonomi ini memperburuk sentimen pasar yang masih tertekan oleh isu Eropa dimana pasar merisaukan kondisi fiskal di Spanyol. Walaupun sedikit mereda, kekhawatiran pasar terhadap keadaan serupa di Yunani diperkirakan bakal meningkat dengan semakin dekatnya pelaksanaan pemilu ulang di Yunani pertengahan Juni ini.
Minimnya katalis positif diperkirakan bakal terus menekan indeks hingga mencapai atau mendekati level 3606.36 walaupun bursa saham Amerika Senin malam ini berpotensi terkoreksi setelah terpuruk tajam pada Jumat lalu. Meskipun berpotensi untuk terkoreksi, tanpa adanya resolusi yang solid dari Eropa seputar penanganan krisis fiskal di Spanyol, Yunani dan negara-negara lainnya, kenaikan yang terjadi akan terbatas sebelum pada akhirnya indeks kembali melemah.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar