Optimisme yang terjadi di bursa regional pada hari Senin kemarin gagal dipertahankan pada sesi perdagangan di Eropa dan Amerika. Indeks Dow Jones berakhir turun 1.14% atau 142.97 poin di 12,411.2 sementara indeks S&P 500 dan NASDAQ juga berakhir di zona merah, masing-masing turun 1.26% dan 1.7%. Di Eropa, indeks berakhir mixed dengan FTSE 100 turun tipis 0.05% sedangkan indeks DAX 30 berakhir menguat tipis 0.17%.
Sebelumnya, di Asia sentimen investor cenderung positif setelah Spanyol mendapatkan dana bantuan dari Eropa sebesar 100 miliar euro untuk program rekapitalisasi perbankannya. Spanyol masih menunggu hasil kalkulasi dari lembaga independen mengenai berapa jumlah pasti yang dibutuhkannya untuk mengatasi krisis yang terjadi di sana terutama di sektor perbankan. Laporan IMF juga masih dinantikan sehubungan dengan angka yang sama.
Namun, optimisme pasar terhadap langkah yang diambil oleh Eropa ini hanyalah berumur pendek. Pemberian bailout pada Spanyol dipandang bukanlah suatu solusi terhadap krisis yang dihadapi oleh Eropa karena tidak ada jaminan bahwa setelah dana ini digunakan krisis akan selesai. Tanggal 17 Juni mendatang juga akan dilangsungkan pemilu ulang di Yunani dimana sentimen pasar akan kembali berpotensi tertekan apabila masih belum bisa terbentuk pemerintahan baru di Yunani. Selain itu, apabila partai yang memenangi pemilu nanti adalah partai yang anti-austerity dikhawatirkan eksistensi Yunani dalam euro akan terancam meskipun dari pihak Yunani sendiri keluar dari euro bukanlah opsi yang diinginkan baik oleh kubu pro-austerity maupun kubu anti-austerity.
Di luar isu Eropa pun masih terdapat ganjalan lainnya. Data-data ekonomi China yang baru-baru ini dirilis memberikan kerisauan akan prospek perekonomian di China. Apakah akan terjadi hard landing ataukah hanya akan terjadi soft landing terhadap perekonomian China? Di Amerika, pasar akan menunggu respon dari FOMC terhadap hasil pemilu Yunani dan juga respon sehubungan dengan perkembangan terakhir di Spanyol dan juga di China. Pimpinan Federal Reserve Ben Bernanke akan memimpin jalannya rapat FOMC pada tanggal 19 hingga 20 Juni mendatang. Data-data ekonomi di Amerika juga cenderung memburuk, apalagi setelah dirilisnya data nonfarm payrolls baru-baru ini. Namun, diprediksi bahwa pertemuan FOMC mendatang tidak akan menghasilkan suatu hal baru yang signifikan karena Fed sampai saat ini akan cenderung mempertahankan suku bunganya pada level yang sama, setidaknya hingga akhir tahun 2014.
Menjelang dibukanya pasar pada hari Selasa ini, diperkirakan indeks akan terkoreksi terutama setelah mengalami kenaikan pada hari Senin. IHSG mencapai titik tertinggi di 3,879.81, mendekati level resistance di 3,914. Resistance berikutnya berada di 3,939, 3975, 4005, 4079, dan 4,249. Sementara itu, support berada di 3,862, 3,851, 3,842, 3,834 dan 3,823. Tekanan jual diprediksi akan menyeret indeks pada perdagangan hari Selasa seiring dengan melemahnya indeks Dow Jones setelah premium yang timbul dari dilakukannya bailout terhadap sektor perbankan Spanyol mulai memudar. Tidak tertutup pula kemungkinan indeks kembali ke posisi awal yaitu di sekitar 3805.33, level terendah Jumat lalu. Namun, mulai positifnya kembali indikator MACD yang disertai kenaikan volume pada hari Senin setidaknya mengindikasikan bahwa masih ada peluang bagi indeks untuk menguat kembali pada sesi hari Selasa. Perimbangan ini diperkirakan akan menjadikan indeks cenderung bergerak mixed namun dengan bias negatif.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar