Indeks Dow Jones berhasil membukukan kenaikan terbaiknya tahun ini pada sesi perdagangan hari Rabu setelah ditutup di 12,414.80, naik 286.64 poin atau 2.37%. Indeks S&P 500 dan indeks NASDAQ juga secara serentak menguat masing-masing 2.3% dan 2.4%. Bergairahnya bursa Amerika juga dialami oleh bursa Eropa dimana indeks FTSE 100 dan indeks DAX 30 berhasil mencatat kenaikan masing-masing 2.36% dan 2.09%.
IHSG yang pada hari Rabu membukukan kenaikan tajam sebesar 3.32% diprediksi akan kembali menguat pada sesi perdagangan hari Kamis ini mengikuti bursa saham Jepang yang hingga saat tulisan ini disusun telah mencatat kenaikan sekitar 1%.
Membaiknya sentimen pasar ini sebagian besar disebabkan oleh pernyataan bank sentral Eropa atau ECB lewat presidennya, Mario Draghi yang menyebutkan bahwa ECB siap mengambil tindakan jika krisis di Eropa menjadi berlarut-larut. Dikatakan juga bahwa beberapa anggota dewan ECB mengajukan usulan untuk dilakukannya pemangkasan suku bunga pada pertemuan rutin ECB yang dilangsungkan Rabu kemarin. Namun, menurut Draghi ECB memiliki keterbatasan opsi untuk menanggulangi krisis fiskal di Eropa yang dikhawatirkan akan mendorong Spanyol menuju diperlukannya bailout seperti yang telah dialami oleh Yunani dan Portugal.
Alat-alat moneter ECB yang tersedia antara lain pemotongan suku bunga yang saat ini sudah berada di level 1%, pembelian obligasi dan melakukan suntikan likuiditas di pasar. ECB hingga saat ini tetap berprinsip bahwa tugas utamanya adalah untuk memastikan terjadinya stabilitas harga di zona euro. Draghi sendiri mempertanyakan efektivitas pemotongan suku bunga lebih lanjut dan langkah penyuntikan likuiditas. Menurutnya, beberapa permasalahan yang dihadapi di Eropa saat ini tidak ada hubungannya dengan kebijakan moneter.
Dari Amerika sendiri, wakil Ben Bernanke di Federal Reserve yaitu Janet Yellen juga mengindikasikan bahwa Federal Reserve akan bertindak untuk melindungi perekonomian Amerika apabila krisis di Eropa semakin memburuk. Baik Draghi maupun Yellen mengindikasikan bahwa kecil kemungkinan akan terjadi stimulus lewat kebijakan moneter dalam waktu dekat, mereka mengatakan bahwa tekanan yang saat ini terjadi di pasar akibat isu Eropa dapat membahayakan perekonomian masing-masing dan pasar mengasumsikan bahwa kedua bank sentral ini berpotensi menurunkan tingkat suku bunga.
Spekulasi mengenai adanya kemungkinan diturunkannya suku bunga di Eropa maupun Amerika inilah yang menjadi pemicu melesatnya indeks saham dunia pada hari Rabu kemarin.
IHSG hari ini diperkirakan akan kembali menguat dengan resistance pertama berada di 3864, 3939.00 dan 4006 sementara support berada di 3711.81, 3697.18, dan 3685.36.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar