DISCLAIMER
This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).
Senin, 11 Juni 2012
Pefindo: Risiko Pembiayaan BTEL Naik
INILAH.COM, Jakarta - PT Bakrie Telecom Tbk neraih peringkat BB untuk korporasi dan obligasi I Tahun 2007 sebesar Rp650 miliar yang akan jatuh tempo 4 September 2012 dari Pefindo.
Peringkat ini mencerminkan meningkatnya risiko pembiayaan kembali untuk obligasi perusahaan karena kesiapan perusahaan untuk melunasi obligasi yang akan jatuh tempo masih tidak pasti.
Penetapan peringkat ini dalam rangka mematuhi peraturan, yang mensyaratkan penetapan peringkat 9 hari sebelum tanggal jatuh tempo obligasi. BTEL mengoperasikan teknologi CDMA 2000 1x pada frekuensi 80 MHz. Pada 31 Maret 2012, BTEL dimiliki oleh PT Bakrie & Brothers Tbk sekitar 17,6% dan publik 82,4%.
Dalam tiga bulan pertama di 2012, BTEL membukukan kerugian bersih Rp355,62 miliar. Hal ini disebabkan adanya rugi kurs sebesar Rp56,466 miliar. Pendapatan usaha juga turun menjadi Rp526,599 miliar.
Menyoal penerbitan non-preemptive rights, BTEL menetapkan harga Rp265 per saham dengan mengeluarkan 2,8 miliar lembar saham setara 10%. Dana yang diperoleh pembayaran awal Rp650 miliar utang jatuh tempo pada September 2012 dan membiayai penukaran saham dengan Sampoerna Strategic.
BTEL masih akan fokus mengembangkan layanan voice (suara) dan SMS pada tahun ini. Namun, secara bersamaan siap meningkatkan layanan data yang belakangan ini tren penggunaannya di Tanah Air tumbuh pesat.
http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1870998/pefindo-risiko-pembiayaan-btel-naik
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar