IMQ, Jakarta — Penggunaan belanja modal (capital expenditure/capex) PT Timah Tbk (TINS) baru direalisasikan sekitar 0,024% atau Rp339,867 juta hingga Mei 2012 dari alokasi tahun ini Rp1,4 triliun.
Menurut Sekretaris Perusahaan Timah Agung Nugroho, minimnya penyerapan belanja modal disebabkan Timah fokus pada kegiatan eksplorasi. Pada periode yang sama realisasi biaya operasional (operational expenditure/opex) Timah sudah mencapai Rp21,232 miliar. Penyerapan biaya opex untuk kegiatan eksplorasi pada Mei 2012 secara umum sudah dalam penyelesaian kontrak meter bor pada periode 2012.
"Bor produksi di Perairan Bangka sudah dimulai pada akhir minggu Mei oleh satu kapal bor mitra," kata Agung dalam penjelasannya kepada BEI, Jumat (8/6).
Ia menambahkan pemboran tersebut dilaksanakan di perairan Bangka Barat. Untuk pemboran produksi di Perairan Kundur akan dilaksanakan pada awal Juni ini yang dilaksanakan oleh dua kapal bor mitra. Untuk kapal milik sendiri (Geotin I dan Geotin 2 pada Mei sudah melakukan pengeboran geologi atau prospeksi di kawasan Perairan Kundur.
Untuk pengeboran di darat diarahkan untuk pemantapan atau pemanduan penambangan darat sudah menyelesaikan kontrak meternya pada awal Februari 2012. Sehingga, untuk aktivitas selanjutnya juga tengah dilakukan penyusunan kontrak meter bor darat baru untuk periode 2012.
Sementara, bor pemantapan untuk persiapan Tambang Besar Darat di Bangka Barat masih terus berjalan dan semakin diintensifkan terkait dengan tambahan beberapa unit alat bor mekanik baru. Karena aktivitas pengeboran yang dilaksanakan pada April 2012 masih bersifat pengeboran geologi/prospeksi dan pemantapan, maka belum ada perolehan cadangan timah.
Kapal bor Geotin II setelah melakukan operasi di Perairan Kundur pada Juni ini akan memasuki waktu docking selama kurang lebih 2,5 bulan.
"Penemuan sumber daya sampai Mei ini sebanyak 2.301 ton untuk sumber daya inferred dan 287 ton untuk sumber daya meansured," ujarnya.
Selanjutnya, kegiatan eksplorasi Juni 2012, akan dilakukan pengeboran prospeksi dilaksanakan oleh KS Geotin I dan ditempatkan di perairan Bangka Timur. Sementara, pada periode yang sama akan ditempatkan dua kapal bor mitra di Perairan Bangka Timur dan dua kapal bor mitra di Perairan Kundur.
"Empat kapal bor mitra tersebut melakukan aktivitas pengeboran produksi," paparnya.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar