DISCLAIMER

This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).

Kamis, 07 Juni 2012

Morning Brief - 8 Juni 2012

Market Outlook


Dipangkasnya suku bunga di China secara mendadak pada hari Kamis kemarin mendorong indeks Dow Jones kembali ke zona hijau. DJIA ditutup di 12,461, naik 46.17 poin atau 0.37%. Namun kenaikan indeks Dow Jones ini tidak disertai oleh naiknya indeks S&P 500 dan indeks NASDAQ yang masing-masing justru terkoreksi 0.01% dan 0.48%. Di Eropa, indeks FTSE 100 dan DAX 30 ditutup di area positif, naik masing-masing 1.18% dan 0.82%.

Penurunan suku bunga di China ini adalah yang pertama kalinya sejak 2008 dan diperkirakan tindakan ini diambil untuk menjaga stabilitas ekonomi China, terutama terhadap dampak negatif dari krisis yang melanda zona euro. Suku bunga pinjaman satu-tahun diturunkan 25 basis poin dari 6.56% menjadi 6.31% sementara suku bunga deposito juga diturunkan dalam besaran yang sama yaitu 25 basis poin menjadi 3.25%. Sebelumnya, pada tanggal 5 Juni lalu Australia juga telah memangkas suku bunganya seiring dengan memburuknya situasi di Eropa. Selanjutnya, presiden ECB Mario Draghi juga membuka jalan untuk adanya penurunan suku bunga di Eropa pada konferensi pers yang diadakan setelah pertemuan ECB pada tanggal 6 Juni.

Dari Ben Bernanke, pimpinan Federal Reserve, juga disebutkan bahwa para pembuat kebijakan siap untuk bertindak walaupun tidak disebutkan secara spesifik kapan mereka akan bertindak. Sehari sebelumnya, wakil Ben Bernanke di Federal Reserve yaitu Janet Yellen mengatakan bahwa perekonomian Amerika saat ini rentan dan memungkinkan untuk diberikannya stimulus moneter tambahan. Namun untuk Federal Reserve, opsi yang tersedia cenderung adalah pembelian obligasi jangka panjang, bukan penurunan suku bunga.

Berubahnya haluan China dengan pemotongan suku bunga ini akan memberikan tekanan lebih lanjut pada Amerika dan Eropa untuk segera bertindak seandainya krisis di Eropa semakin memburuk. Saat ini yang dikhawatirkan oleh para investor adalah keluarnya Yunani dari euro dan juga mengenai kemungkinan Spanyol terpaksa harus mengajukan permintaan bailout. Kamis kemarin Fitch Ratings memangkas peringkat kredit Spanyol menjadi BBB atau turun tiga level hingga saat ini hanya dua level dari status “junk”. Hingga kini masih dievaluasi seberapa besar dana yang dibutuhkan oleh Spanyol untuk melakukan rekapitalisasi perbankan di sana.

Jerman sendiri sebagai perekonomian terkuat di Eropa saat ini sedang berupaya membentuk institusi pengawasan anggaran di Eropa yang diharapkan dapat menanggulangi potensi terjadinya defisit besar-besaran seperti yang terjadi baru-baru ini. Yang menjadi halangan adalah tingkat penolakan negara-negara anggota Uni Eropa seperti Prancis dan Inggris yang enggan melepas kebebasan mereka untuk menentukan anggaran belanja negaranya secara independen.

Memasuki sesi terakhir pekan ini, IHSG diperkirakan terkena imbas positif dari turunnya suku bunga di China. Kenaikan indeks hari Kamis kemarin berhasil menembus level resistance di 3864, namun masih belum mampu melewati kurva exponential moving average 200 hari di 3914. Sementara itu resistance berikutnya berada di 3939 dan 4006. Support untuk IHSG berikutnya diperkirakan berada di 3804.68, 3772.33 dan 3738 hingga 3700.

Click here to download the full update (PDF)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar