DISCLAIMER
This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).
Rabu, 06 Juni 2012
Reswara Raih Kontrak Penjualan Batubara dari China
IMQ, Jakarta — Anak usaha PT ABM Investama Tbk (ABMM), PT Reswara Minergi Hartama (Reswara) meraih kontrak penjualan batubara sebesar 500 ribu metrik ton dari Guangzhou Huaneng Trading Co. Ltd untuk periode pengiriman yang direncanakan pada bulan Juni hingga Desember 2012.
Presiden Direktur Reswara, Harry Asmar mengatakan kontrak dengan Guangzhou Huaneng Trading Co. Ltd adalah kontrak keempat perseroan pada 2012.
“Batubara ini diproduksi oleh PT Tunas Inti Abadi (TIA), anak usaha Reswara dari wilayah konsesi di Kalimantan Selatan dengan nama dagang TIA Compliant Coal (TCC),” katanya dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (6/6).
Guangzhou Huaneng Trading Co. Ltd adalah perusahaan pengimpor batubara dari Indonesia ke Cina sejak 2010, seiring dengan pertumbuhan permintaan batubara di Cina.
Batubara dari kontrak penjualan dengan Reswara akan digunakan untuk memasok kebutuhan dua perusahaan pembangkit listrik di daerah Guangdong, Cina.
Harry menambahkan dengan raihan kontrak ini, Reswara berhasil mengamankan empat kontrak penjualan batubara sebesar 3,8 juta metrik ton atau 68% dari total target penjualan perusahaan untuk 2012 sebesar 5,5 juta metrik ton.
“Perseroan sangat gembira dapat mengamankan target penjualan hingga 68% di pertengahan tahun ini, ditengah melambatnya permintaan batu bara dalam beberapa bulan terakhir,” jelasnya.
Meskipun demikian lanjut Harry, pihaknya tetap optimis dalam jangka panjang permintaan akan tetap menunjukkan tren positif karena kebutuhan batubara sebagai pengganti minyak bumi.
http://www.imq21.com/news/read/69381/20120606/150442/Reswara-Raih-Kontrak-Penjualan-Batubara-dari-China.html
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar