IMQ, Jakarta — PT Infomedia Nusantara (Infomedia) diproyeksikan dapat meningkatkan kontribusi melalui pendapatan kepada PT Telkom Indonesia Tbk sekitar 14%. Hal ini didukung melalui kerjasama Infomedia dengan Espin Multimedia Pty.Ltd melalui bisnis Business Process Outsourcing (BPO) Offshore.
Menurut Direktur Utama Telkom Arief Yahya bisnis BPO akan tumbuh besar. Telkom mendukung penuh kerjasama ini, yang diwujudkan dengan kolaborasi joint marketing di mana dalam jangka pendek kerja sama Infomedia-Espin ini juga akan menjadi bagian dari project Quick Win Centre of Excellence Telkom Corporate University dari Direktorat Human Capital & General Affair Telkom, dengan target penempatan 5 employee offshore di Representatife Office Melbourne pada September 2012.
Untuk jangka menengah, portofolio layanan BPO offshore sangat diharapkan menjadi new growth revenue engine, yang akan menyumbangkan revenue baru bagi Infomedia secara signifikan.
“Target sebesar Rp2 triliun diyakini dapat diraih Infomedia dengan mudah pada 2015 nanti, sehingga sumbangan revenue yang dapat diberikan kepada Telkom pun dapat meningkat menjadi 14% dari total revenue Telkom,” ujar Arief Yahya dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (6/6).
Ia menekankan Infomedia selama ini diposisikan sebagai Indonesia’s Offshore BPO Hub, yang didukung BPO suppliers yang baik layaknya AdMedika dan Metrasys serta anak perusahaan lainnya maupun dari mitra potensial lainnya di Indonesia untuk melayani pasar international.
"Melalui Kick Off Program Pengembangan BPO Offshore yang telah dilakukan dapat memberikan sumbangsih bagi kemajuan bisnis perusahaan masing-masing pihak di masa yang akan datang, dan menjadi momen bagi Infomedia untuk menjadi penyedia layanan Business Process Outsourcing yang berkualitas prima bagi pelanggan, baik di wilayah Indonesia maupun dalam kancah internasional," ungkapnya.
Direktur Utama Infomedia Eddi Kurnia menambahkan melalui kerjasama ini dapat memberikan keuntungan kepada perseroan sekitar Rp15 miliar dalam tahun pertama. BPO merupakan kebutuhan para pelaku bisnis dengan berbagai manfaat yang akan diperoleh, yakni penghematan biaya dimana perusahaan dapat fokus pada inti bisnis dan kemudahan akses sumber daya yang tidak dimiliki oleh perusahaan.
Menurut Laporan ICD April 201, pertumbuhan market BOPO Asia Pasific pada kurun 2010-2015 diperkirakan mencapai CAGR 9,1% dengan total nilai US$45 miliar pada 2015. Perusahaan BPO di Asia, ditengarai kini mulai menjadi perusahaan BPO yang mumpuni dengan berbagai kompetensi yang dimilikinya.
CEO Espin Multimedia Pty.Ltd, Siam Permata Nugraha bertekad mendukung program pencapaian target dalam melakukan ekspansi bisnis BPO Infomedia di luar negeri Infomedia yang dimulai dari Australia terlebih dahulu.
"Hal ini karena pasar Australia memiliki demand tinggi, ditandai dengan banyaknya perusahaan-perusahaan Australia yang mengurangi pegawainya dalam jumlah besar, yang kemudian mengalihkan pekerjaannya ke perusahaan-perusahaan BPO Offshore di luar Australia, seperti India dan Filipina," kata Siam.
Ia mengharapkan Indonesia melalui Infomedia dapat dipandang sejajar dengan -bahkan melebihi- Filipina maupun India oleh pihak internasional dalam hal pengelolaan bisnis BPO.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar