DISCLAIMER
This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).
Senin, 04 Juni 2012
Rights Issue BTN Peroleh Dana Rp2,45 Triliun
JAKARTA - Kementerian BUMN memperkirakan penerimaan dana dari rights issue melalui secondary public offering PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk sebesar Rp2,45 triliun dengan asumsi Rp1.620 per saham.
"Dengan asumsi harga rights issue Rp1.620 per saham dari jumlah saham yang dilepas sebanyak 1,52 miliar lembar saham maka diproyeksikan dana yang diperoleh sekitar Rp2,45 triliun," kata Deputi Menteri BUMN Bidang Privatisasi dan Perencanaan Strategis, di sela Rapat Kerja Komisi VI DPR-RI dengan Menteri BUMN di Gedung MPR/DPR, Senin.
Menurut Pandu, berdasarkan arahan Komite Privatisasi dan rekomendasi Menteri Keuangan, jumlah penerbitan saham baru BTN mencapai maksimal 12,91%.
Jumlah penerbitan saham baru tersebut, termasuk alokasi untuk program MESOP (manajement employee stock option programme) sebanyak 238.627.500 lembar saham yang belum dieksekusi.
Saat ini kepemilikan saham pemerintah pada BTN sebanyak 72,91%, sedangkan selebihnya atau 27,08% milik publik. "Dengan menggunakan laporan keuangan April 2012, diharapkan rights issue BTN dapat terlaksana pada Oktober 2012," kata Pandu.
Ia menambahkan, alasan pemerintah mendorong privatisasi BTN antara lain untuk kebutuhan permodalan dalam rangka mendukung ekspansi kredit perumahan. "Dana hasil rights issue BTN akan digunakan untuk mendukung ekspansi kredit perumahan yang diperkirakan tumbuh rata-rata 26% per tahun," ujarnya.
Pada tahun 2012 BTN menargetkan total kredit yang disalurkan mencapai Rp80 triliun, naik dari realisasi penyaluran kredit 2011 sebesar Rp63,6 triliun.
Adapun pendapatan bunga bersih pada 2012 diproyeksikan sebesar Rp4,71 triliun, melonjak dari tahun 2011 sebesar Rp3,79 triliun.
Saat bersamaan BTN yang sudah go public sejak akhir tahun 2009 ini, juga memproyeksikan laba bersih 2012 sebesar Rp1,25 triliun, melonjak dari laba bersih 2011 sebesar Rp1,12 triliun. (ant/gor)
http://www.investor.co.id/home/rights-issue-btn-peroleh-dana-rp245-triliun/37587
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar