DISCLAIMER
This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).
Senin, 04 Juni 2012
Rights Issue Kimia Farma Dipatok Rp530/Saham
IMQ, Jakarta — PT Kimia Farma Tbk (KAEF) akan menerbitkan saham baru (rights issue) sebanyak 2.033.500.000 lembar saham dengan perkiraan harga Rp530 per lembar. Dana yang berhasil dihimpun diperkirakan sebesar Rp1,077 triliun.
Menurut Deputi Menteri BUMN Bidang Restrukturisasi dan Perencanaan Strategis Pandu Djayanto, privatisasi Kimia Farma dilakukan mengingat kebutuhan permodalan untuk pengembangan usaha dan penambahan modal, privatisasi juga mendorong kinerja perseroan pada 2015 di mana pertumbuhan penjualan diperkirakan 20,74%, serta komposisi kepemilikan publik setelah rights issue sebesar 29,97% akan diperoleh insentif pajak pada 2015 sebesar 3,2%.
"Rights issue Kimia Farma ini masuk dalam program privatisasi 2012," kata Pandu ditemui di gedung DPR MPR RI, Jakarta.
Ia menuturkan dana perolehan rights issue akan dipergunakan untuk relokasi pabrik Bandung Rp250 miliar, renovasi pabrik Jakarta Rp250 miliar, JV dengan Tian Jin produk steril Rp90 miliar, pembangunan RS Liver Center Rp60 miliar, pembangunan pabrik herbal Rp50 miliar, pembangunan gudang KFTD Rp50 miliar, penambahan modal KF Apotek Rp100 miliar, penambahan modal kerja Rp77 miliar, serta penambahan modal Indofarma Rp150 miliar.
Menyoal pengambilalihan Indofarma, ia mengungkapkan saat ini kepemilikan pemerintah di Indofarma sebanyak 2,499 miliar lembar saham (80,64%), sedangkan publik 600 juta lembar saham (19,36%). Jumlah keseluruhan 3,099 miliar lembar saham (10%). Kapitalisasi pasar Indofarma saat ini Rp681,839 miliar.
Sementara itu, pemerintah menguasai 5 miliar lembar saham Kimia Farma (90,03%), sedangkan publik menguasai 554 juta lembar saham (9,97%). Jumlah keseluruhan sebanyak 5,554 miliar lembar saham (100%). Kapitalisasi pasar mencapai Rp2,943 triliun.
Selanjutnya, pemerintah akan melakukan sare swap saham Indofarma sebanyak 1,037 miliar lembar saham.
Saat ini, jumlah saham Kimia Farma encapai 5,554 miliar lembar saham serta saham baru hasil rights issue mencapai 2,033 miliar lembar saham. Artinya, jumlah saham setelah privatisasi mencapai 8,624 miliar lembar saham terdiri dari kepemilikan pemerintah 70% dan publik 30%.
Sepanjang tahun ini, Kimia Farma optimistis meraup laba sekitar Rp41 miliar dengan penjualan Rp2,147 triliun. Total aktiva diperkirakan mencapai Rp951 miliar dan kewajiban perseroan Rp662 miliar. Total ekuitas diproyeksikan Rp289 miliar.
http://www.imq21.com/news/read/68986/20120605/080708/Rights-Issue-Kimia-Farma-Dipatok-Rp530-Saham.html
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar