Aksi bargain hunting mewarnai
perdagangan hari Senin di Amerika. Dengan kondisi S&P 500 berada di zona valuasi
yang murah, sebagian investor menggunakan kesempatan paska penurunan tajam hari
Jumat sebagai peluang untuk menambah posisi atau mengambil posisi baru. Namun,
indeks Dow Jones masih mencatat penurunan tipis walaupun S&P 500 dan NASDAQ
masing-masing berhasil menguat.
Data ekonomi dari Amerika
yang dirilis pada hari Senin, yaitu data factory orders dilaporkan turun 0.6%
di bulan April, meleset dari prediksi pasar yang memperkirakan orders naik
0.2%. Tapi, angka penurunan ini membaik dibandingkan pertumbuhan Maret yang
melemah 2.1%.
Belum jelasnya solusi yang
dicapai oleh Uni Eropa seputar krisis fiskal di zona Eropa terutama di Spanyol
dan Yunani tetap membayangi pergerakan indeks.
Terhindarnya indeks Dow Jones
dari penurunan tajam pada hari Senin mengindikasikan akan positifnya bursa
regional termasuk di Indonesia. Diprediksi IHSG akan mengalami rebound setelah
sempat mencapai 3635.28 pada sesi Senin hingga menuju resistance pertama di
3776.75. Sebaliknya, IHSG dapat kembali terpuruk hingga mencapai 3606.36 jika
ternyata aksi jual kembali berlanjut di sesi Asia.
Berbagai katalis negatif yang
beredar di pasar adalah krisis di Eropa, terutama Spanyol dan Yunani, belum
adanya kesepakatan mengenai solusi krisis di Eropa, dan juga dari China
diberitakan bahwa indeks produksi melemah disamping pertumbuhan ekonomi China yang
agak melambat. Data nonfarm payrolls yang meleset dari ekspektasi juga akan
kembali membayangi pergerakan indeks hari Selasa ini.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar