DISCLAIMER
This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).
Kamis, 14 Juni 2012
INDY Tak Sabar Tunggu Produksi Batu Bara
INILAH.COM, Jakarta - Manajemen PT Indika Energy Tbk (INDY) menargetkan PT Multi Tambangjaya Utama (MTU), perusahaan tambang batu bara yang baru diakuisisi dapat berproduksi pada 2013.
"MTU diharapkan dapat berproduksi pada 2013. Namun kami harap dapat berproduksi mulai kuartal keempat 2012 dengan target produksi 300 ribu ton," ujar Direktur Utama PT Indika Energy Tbk M. Arsjad Rasjid, Kamis (14/6/2012).
Perseroan menargetkan dapat memproduksi high thermal batu bara sebanyak 3 juta ton pada 2013. Sedangkan produksi coaking coal diharapkan mencapai 1 juta ton pada 2014. "Dengan PT Multi Tambangjaya Utama mulai berproduksi pada akhir kuartal keempat 2012, produksi batu bara kami diharapkan mencapai 36,6 juta ton pada 2012," tambah Arsjad.
Sebelumnya, perseroan melalui anak usahanya, Indika Indonesia Resources, mengakuisisi 85% saham PT Multi Tambangjaya Utama. Ini merupakan produsen bituminous thermal coaldancoking coalyang berbasis di Kalimantan Tengah. Perusahaan ini memiliki masa konsesi hingga tahun 2039 dengan luas areal tambang mencapai 24.970 hektare.
Kalori batu bara mencapai 6.700-7.200 kalori sementara coaking coal mencapai 7.800." Kami menganggarkan dana belanja modal sebesar US$130,6 juta untuk PT Multi Tambangjaya Utama," kata Direktur INDY Aziz Armand.
Selain itu, perseroan juga telah mengakuisisi PT Mitra Energi dengan luas lahan 5.000 hektar di Kalimantan Timur. Nilai kalori batu bara tersebut mencapai 3.750-4.000 kalori. Perseroan akan menganggarkan belanja modal senilai US$55,8 juta dalam dua tahun mendatang. Perseroan telah mengakuisisi 60% saham PT Mitra Energi Agung senilai US$ 27 juta untuk mengambilalih saham Mitra Energi itu. Perseroan membeli saham tersebut dari Pacific Emperor Holdings Kimited. Keduanya telah meneken akta jual beli saham pada 21 Maret 2012.
Arsjad menuturkan, pihaknya akan fokus dulu untuk menggarap proyek PT Multi Tambangjaya Utama. Untuk mengakuisisi dua perusahaan tersebut, perseroan telah mendapatkan pinjaman senilai US$200 juta pada Mei 2012. Pinjaman itu juga digunakan untuk modal kerja. [tjs]
http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1872084/indy-tak-sabar-tunggu-produksi-batu-bara
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar