DISCLAIMER
This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).
Kamis, 14 Juni 2012
Kontrak Batu bara INDY Capai 77%
INILAH.COM, Jakarta - PT Indika Energy Tbk (INDY) melalui anak usaha Kideco mencatatkan kontrak batu bara mencapai 77% dan sisa 23% untuk pasar spot dari target produksi batu bara mencapai 33-34 juta ton 2012.
"Batu bara di Kideco sudah mempunyai kontrak sebesar 77%, dan sisa 23% untuk pasar spot," tutur Wakil Direktur Utama PT Indika Energy Tbk Whisnu Wardhana, saat paparan publik perseroan, Kamis (14/6/2012).
Wishnu menambahkan, harga rata-rata batu bara diperkirakan sebesar US$67-US$68. Hingga kuartal pertama 2012, harga rata-rata batu bara perseroan mencapai US$75. Produksi batu bara dari Kideco diperkirakan 33-34 juta ton, Santan sebesar 2,3 juta ton, dan PT Multi Tambangjaya Utama sebesar 300 ribu ton.
Untuk mengembangkan usaha, perseroan menganggarkan dana belanja modal senilai senilai US$256 juta pada 2012. Dana belanja modal untuk pembelian alat berat PT Petrosea Tbk dan PT Mitra Bahtera Segarasejati.
Hingga kuartal pertama 2012, perseroan telah realisasikan belanja modal senilai US$71,5 juta. "Belanja modal itu belum termasuk potensi belanja modal yang akan dilakukan untuk aset yang diakuisisi pada kuartal pertama 2012," tambah Hwon.
Lebih lanjut Whisnu mengatakan, industri batu bara mengalami perubahan dalam 1 tahun terakhir. Hal itu dikarenakan beberapa hal, pertama, ada penemuan inovasi teknologi di Amerika Serikat yaitu inovasi cell gas sehingga mendorong perubahan dari batu bara ke gas.
Kedua, ada perlambatan ekonomi melambat di AS dan Eropa, serta pertumbuhan Cina melambat juga mempengaruhi batu bara. Ketiga, ada penyesuaian situasi politik di India sehingga turut mempengaruhi batubara. [ast]
http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1872117/kontrak-batu-bara-indy-capai-77
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar