INILAH.COM, Jakarta - Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) telah menambah 58 emiten baru masuk daftar efek syariah (DES) periode I tahun 2012. Jadi jumlah emiten yang masuk DES menjadi 285 emiten.
Kepala Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan Bapepam-LK Etty Retnowulandari menuturkan, Bapepam-LK telah merevisi merevisi kriteria baru DES sesuai peraturan No.II.K.1 tentang Kriteria dan Penerbitan DES yang telah ditetapkan melalui Kep-208/BL/2012 pada 24 April 2012. Dengan revisi tersebut, kriteria rasio keuangan menjadi total utang yang berbasis bunga dibandingkan dengan total aset tidak lebih dari 45% sebelumnya total utang yang berbasis bunga dibandingkan dengan ekuitas tidak lebih dari 82%.
Selain itu, kontribusi pendapatan bunga dan pendapatan tidak halal lainnya dibandingkan dengan total pendapatan usaha tidak lebih dari 10%."DES akan mulai berlaku efektif pada 1 Juni 2012," tutur Etty, saat ditemui wartawan di kantornya, Kamis (24/5/2012).
Lebih lanjut ia mengatakan, Bapepam-LK menerbitkan DES dua kali setahun dengan penerbitan DES dilakukan pada akhir Mei dan akhir November 2012. Adapun 285 emiten masuk DES periode I tahun 2012 dibandingkan periode I tahun 2011 hanya ada 234 emiten masuk dalam DES. Dengan 58 emiten baru masuk dalam daftar DES periode I tahun 2012. Sementara itu, ada 7 emiten yang belum memasukkan jawaban kuosioner dan 193 saham tidak masuk DES.
"Kuosioner yang diminta mengenai rincian pendapatan halal dan non halal di laporan keuangan ada yang tidak detail, sehingga baik emiten yang belum memasukkan kuosioner dan ada laporan keuangan yang belum diterima bisa masuk ke daftar efek syariah," kata Etty.
Etty menuturkan, sejumlah emiten baru yang masuk dalam DES periode I tahun 2012 tersebut antara lain PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk (UNSP), PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), dan PT XL Axiata Tbk (EXCL). Dari 285 emiten yang masuk DES periode I tahun 2012, sektor perdagangan, jasa dan investasi merupakan sektor terbesar yang masuk komposisi saham DES dengan jumlah 71 saham atau 24,91%, disusul sektor industri dasar kimia dengan 44 saham atau 15,44%, dan sektor properti, real estate dan konstruksi bangunan dengan 43 saham atau 15,09%.
Di sisi lain, ada sembilan emiten yang dikeluarkan dalam DES periode I tahun 2012 antara lain PT Bhuwanatala Indah Permai Tbk, PT Buana Listya Tama Tbk, PT Dayaindo Resources International Tbk, PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk, PT Inovisi Infracom Tbk, PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk, PT Sierad Produce Tbk, PT Singleterra Tbk, dan PT Sugih Energy Tbk.
"Emiten keluar dari DES karena tak penuhi kriteria, usaha tetap memenuhi, tinggal yang tak terpenuhi adalah rasio keuangan, pada umumnya total ratio keuangannya seperti pinjaman bank atau obligasi sehingga total utangya besar," tambah Etty. [hid]






Tidak ada komentar:
Posting Komentar